Assalamualaikum :)
Hihi gimana? Penasaran gak?
Yuk lanjut baca kalau penasaran..
Happy reading :)
Seusai Rara mengambil ponsel miliknya dari tangan Rey ia kembali duduk di sofa sambil menyenderkan kepalanya.
“Ra, gimana kalau lo cari pacar?”. Rara langsung membulatkan matanya memandang Rey.
“Santai Ra santai, takut gua lo pelototin kayak gitu”. Sambung Rey sambil tertawa kecil.
“Gilak aja ya pertanyaan kamu tuh”. jawab Rara dengan malas.
“Hahahah”. Rey tertawa dengan puas melihat ekspresi Rara.
“Gak lucu, pulang sana”. pinta Rara.
“Ya elak, masa gitu aja lo udah marah Ra, temen-temen cowo lo kan banyak sih Ra bisalah..”
Buuuuk..
Terdengar suara bantal yang di pukul ke muka Rey.
“Apaan sih lo Ra, gua ngomong baik-baik kalik” Rey meninggikan suaranya.
Rara hanya terdiam melihat Rey yang marah.
“Sakit ya?” Tanya Rara dengan polosnya.
Buuuuk..
Rey membalas pukulan Rara namun di lengan Rara.
“Aaaauu, sakit Rey” lirih Rara sambil memegang lengannya.
“Sakit kan? jadi gak usah nanya sakit gaknya, ini muka”. jawab Rey dengan kesal.
“Tapikan aku cuman pelan Rey” Rara menundukan kepalanya karna merasa bersalah.
“Udahlah Ra, lo lain kali jangan keterlaluan, ini muka Ra, sakit tau gak” jawab Rey sambil menunjuk kearah wajahnya.
“Iya aku minta maaf ”. Rey pun hanya menganggukan kepalanya.
Akhirnya mereka berdua diam-diaman dalam waktu beberapa menit. Tidak lama terdengaar suara mobil berhenti didepan rumah Rara, yang ternyata adalah Fandy.
“Assalamualaikum”. sapa Fandy di depan pintu rumah rara yang memang tidak tertutup itu.
Rara pun terkejut melihat Fandy yang sudah berdiri di depan pintu hendak membuka sepatunya.
“Waalaikumsalam, eh Fandy masuk sini ada Rey tuh” tampak Rey melambaikan tangan pada Fandy.
“Raaaaa, siapa yang datang?” teriak Ibu Rara dari dapur.
“Fandy sama rey bu” teriak Rara.
“Eh kalian berdua tuh sebernya ngapain sih sore-sore kerumah aku, biasa juga ngabarin dulu kalau mau dateng.” celetuk Rara seraya berlalu ingin membuatkan minum untuk Fandy.
“Ra, kamu gak usah buat minum. Aku udah bawa jus dan juga ini”. Fandy menujukan Es Krim dan Cokelat.
“Aaaaaaaaaa” teriak Rara sembari berlari kecil menuju ke arah Fandy dan langsung mengambil keduanya dari tangan Fandy. Fandy pun tertawa melihat tingkah Rara.
“Dasar anak –anak” gerutu Rey pada Rara, namun Rara hanya memalingkan wajahnya sambil mengejek Rey.
“Kamu mau kemana lagi Ra?”. Tanya Fandy sambil membuka plastik yang berisi jus.
“Naruk ini ke kulsas, tar diminta Rey” Rara tertawa sambil berlalu.
“Ya elak pelit lo Ra”.
‘Bisa aja nih si Fandy bujuk Rara, kalok aku yang beliin Es krim tetep aja gak mau balik mood nya, mesti sampe lima Es Krim baru mau’. ucap Rey dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR PERSAHABATAN RARA
Roman pour AdolescentsRara adalah siswa yang sangat berprestasi, hingga banyak membuat orang iri. Rara memiliki dua orang sahabat yang bernama Rey dan juga Fandy. Ia juga tidak pernah jatuh cinta pada seorang pria, hingga akhirnya ada seorang pria yang mampu meluluhkan...
