ASSALAMUALAIKUM :)
Baca disaat santai ya :)
Jangan lupa sholat, makan, dan pastinya minum heheh :)
.
Happy Readings Guys :)
***
Waktu menunjukan pukul 10.00 WIB. Rara terus memperhatikan jam di ponselnya. Rara membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu, seraya menunggu Rey.
‘Kebiasaan banget deh Rey kalok jemput, pasti gak sampe-sampe tuh anak. Coba Fandy, pasti dia tepat waktu’. gerutu Rara dalam hati.
“Eh kenapa aku malah bahas Fandy”. Ucap Rara sambil menatap ponselnya.
“Kenapa sama Fandy?” tiba-tiba suara Rey mengagetkan Rara.
“Ah kepo bued dah. Dasar lelet, kurang lama kamu jemputnya.”
“Dasar anak tengil, sabar dikit ngapa. Macet woi jalanan sama semut hahah” celetuk Rey sambil menarik tangan Rara.
Rara mendorong jauh tangan Rey. “Gak usah pegang-pegang juga kalik Rey.”
“What! Lo udah ketularan Fandy fix ini sih.” Rey menaikan sebelah alisnya.
“Hahaha, tar kamu di marahin Fandy kalau pegang-pegang aku”
“Ra, sehatkan?" Rey menyuntuh kening Rara.
"Fix ini ketularan Fandy. Hahaha, Fandy gada disni Ra, ngapa takut sih.” Rey tertawa geli melihat rara.
“Oh atau jangan-jangan Lo suka ya sama Fandy?” Hayooo, ngaku lo Ra”. Rey berusaha menggoda Rara.
“Paan sih Rey, dah ah mau pergi gak?”. jawab Rara dengan wajah yang memerah akibat malu dengan pertanyaan Rey.
Rey yang melihat Rara malu-malu hanya bisa menahan tawa.
Rey dan Rara pun berpamit untuk pergi. Mereka langsung menuju mobil. Ketika Rara hendak membuka pintu depan mobil, pintunya terbuka duluan.
Ternyata Nindi juga ikut dalam jalan- jalan mereka. Wajar saja, karna Nindi adalah pacar Rey, mereka sudah berpacaran selama satu Tahun.
Setelah melihat Nindi, Rara langsung duduk di kursi tengah mobil tersebut.
“Gue terpaksa ikut, jadi lo jangan sok dekat sama gue”. Nindi mengarahkan pandangannya ke kaca mobil yang mengarah pada Rara.
Rara hanya diam dan sibuk membuka ponselnya. Karna Rara tidak merasa di ajak ngobrol oleh Nindi.
‘Huh, dasar tuli’. batin Nindi merutuki Rara.
***
Rara, Rey, dan juga Nindi berhenti di sebuah Restaurant yang terletak di sebelah Mall yang akan mereka tuju.
“Rey, kenapa kesini dulu sih?. tar Rara gak bisa bayar loh.” Nindi menyindir Rara yang saat itu masih asik memainkan ponselnya.
“Nin, bisa gak lo jangan keterlaluan sama Rara”. saut Rey dengan kesal
“Gue bener kan rey, dia tuh—“
“Bisa diem gak sih mulut lo Nin, gua tau lo gak kayak gini anaknya. Kita bisa bertahan selama ini karna gua anggap lo gak seegois dan sebodoh mereka.” Ray begitu kesal dengan Nindi.
“Rey, lo kok jadi marahin gue sih. Gue kan bilang kenyataan.” Nindi menatap sinis kearah Rey.
Sementara Rara yang sudah biasa mendengar sindiran seperti itu, hanya bisa diam tanpa membantah. Karna memang bila makan di Restaurant pastilah sangat mahal.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR PERSAHABATAN RARA
Teen FictionRara adalah siswa yang sangat berprestasi, hingga banyak membuat orang iri. Rara memiliki dua orang sahabat yang bernama Rey dan juga Fandy. Ia juga tidak pernah jatuh cinta pada seorang pria, hingga akhirnya ada seorang pria yang mampu meluluhkan...
