#5|| Sedikit Kecemburuan

60 7 2
                                        

Assalamualaikum :)

Nah., kira-kira Rara bakal jatuh cinta sama siapa nih?
.
Happy Readings :)

***

.
.
Rara dan teman-teman lainnya lanjut berputar-putar. Tidak ketinggalan dengan Azlan.

Mereka semua hampir memegang lebih dari dua paper bag. Namun Rara hanya satu. dan itupun pesanan adiknya, yaitu sebuah novel.

“Lo gak ada yang di beli lagi?”.
Rara hanya diam karna merasa bukan ia yang di ajak berbicara.

“Ih ni perempuan tuli apa ya?, Udahan lo belanjanya?”. Azlan menarik-narik jilbab Rara.

“Is apaan sih, ngomong aja kalik gak usah pakai narik jilbab ku.” Rara berusaha melepaskan jilbabnya dari tangan Azlan.

“Ra, sini deh”. ajak Boby saat itu, karna ia tau Azlan suka mengganggu wanita dan membuat wanita itu jatuh cinta padanya.

Rara berjalan kearah Boby dan tidak memperdulikan Azlan.

“Mampu* lo kan hahah di kacangin cewek” ledek Rey pada Azlan.

“Tuh cewek siapa sih? jangan-jangan suka sesama jenis lagi”. Azlan menyunggingkan senyum di bibirnya.

Tunggu, apa gua salah pakaian ya?  Atau gua kurang ganteng? Ha?  Apa jangan-jangan ada keriput di muka gua.  Oh My God, seorang Azlan di tolak mentah-mentah dan di depan Rey lagi'. Gerutu Azlan menanyakan dirinya sendiri.

Azlan dan Rey memanglah berteman. Karna mereka dari SMP sudah berlatih basket di tempat yang sama. Mereka berpisah saat Azlan pindah ke Jawa dan hanya bertemu di saat Azlan pulang untuk liburan.
.
.

***

Fandy berada di parkiran Basement sebuah Mall. Fandy pun mengeluarkan ponselnya dan mencari-cari nomor telpon pada layar tersebut. Tak lama terdengar seseorang menyapa.

“Halooo Fan ada apa?”. Sapa laki-laki dari balik ponsel itu.

“Assalamualaikum dulu Rey!” tegas Fandy

“ya elak ya udalah ada apa? waalaikumsalam”. Tanya Rey kesal.

Fandy menghela nafas sejenak. “ Kamu masih di Mall Japutra?. Atau kalian udah balik?. Kalau udah di mana posisi?. Shere loc ke aku Rey” pinta Fandy pada Rey

“Gilak Lo Fan, satu-satu kalau nanyak kambing”.

Memang Fandy bertanya secara beruntun pada Rey, bahkan belum sepat satu pertanyaan pun di jawab olehnya.

“Ya ampun, aku sekarang di Basement Mall. cepetan shere Loc. Rara masih di situ kan?” Buru Fandy pada Rey.

“Heh, katanya lo kagak bisa?”.

“Gak usah banyak tanyak buruan!”. Buru Fandy pada Rey.

“Ampun dah bentaran, iya gue kirim. tuh udah”. Rey pun mengirim lokasi mereka.

“Oke thanks, Assalamualaikum.” Fandi langsung mematikan ponselnya.

Ternyata Fandy buru-buru karna ingin menyusul Rara, ia sedikit terlambat karna sempat berhenti di Masjid untuk sholat Ashar.

.
.
*** Back Rara

Rara dan teman-temannya menuju lantai teratas dari Mall tersebut. Seperti yang sudah di janjikan, mereka akan menonton Film Horror.

Merekapun memesan tiket sesuai dengan jumlah mereka. Rara dan yang lainnya segera memasuki ruangan yang telah disediakan untuk menonton.
.
.
Azlan melihat jam di tangannya sudah jam 16.20 WIB.

TAKDIR PERSAHABATAN RARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang