13

152 11 0
                                        

"don't say if I've fallen for her"

●●●

Sekarang aku sudah berada di kelas, pelajaran sudah dimulai dan kami sebagai murid budiman mengikuti dengan tenang. Jangan lupakan namja di sampingku, Kim Taehyung. Dia hanya diam, dia tidak pernah berbicara sedikit pun, seperti nya dia kurang pergaulan atau dia memang tipe orang yang berbicara jika perlu saja, ah entahlah.

Sekarang adalah pelajaran Matematika, tentu saja sekarang adalah pembagian nilai ulangan yang kami laksanakan kemarin. Guru muda itu mulai membacakan daftar nilai murid-murid. Sampai tiba lah nama ku di sebutkan.

"Hyerin, nilai mu 98, aku sangat puas dengan nilai mu" Ujar guru tersebut diiringi dengan tepuk tangan seluruh murid di kelas. Aku hanya tersipu malu atas itu.

Sementara anak di sampingku, jangan tanya, sepertinya hari ini malaikat baik tak berpihak pada nya. Dia mendapat nilai 60, tentu saja itu menyedihkan. Tapi ekspresi anak itu biasa saja, seperti nya dia sudah biasa mendapatkan nya.

Sekarang sekolah sudah selesai, murid-murid mulai berhamburan keluar kelas. Aku dan Sora berjalan keluar kelas menuju ke teras sekolah dan menunggu di sana.

"Ah, Hyerin, aku akan pulang terlebih dahulu tidak apa kan?" Tanya Sora pada ku yang sedang duduk di kursi panjang.

"Tidak apa, pergilah" Jawab ku dan di sertai anggukan oleh nya, lalu ia pergi meninggalkan ku. Aku menunggu dengan mendengarkan musik melalui earphone sambil memejamkan mata, sudah kebiasaan sepertinya. Lama aku menunggu tak sadar sudah 30 sudah aku terlelap, sampai hanya aku dan ada 1 orang namja yang duduk di seberang kursi panjang ini, namun supir ku tak kunjung datang.

Kalau dilihat dari penampilannya, ia sepertinya sedang menunggu seseorang. Namun siapa?, jika kulihat hanya ada 1 motor yang terletak di parkiran murid, kenapa ia tidak pulang?. Lalu aku menghampiri nya.

"Hai" Sapa ku untuk kesekian kali nya, berharap kali ini dia tidak mengabaikan nya.

"Ne" Jawab nya datar. Puji tuhan dia mau menjawab sapaan ku.

"Apa yang terjadi?" Tanya ku pada namja berwajah datar itu.

Hening, beberapa detik terjad keheningan, namun di detik selanjutnya ia menarik nafas lalu menjawab.

"Motor ku rusak" Jawab nya, lalu aku melihat motor nya yang berada di parkiran.

Kemudian beberapa menit kemudin keheningan terjadi lagi dan tiba-tiba mobil beserta supir ku datang. Aku dapat melihat mobil itu di depan gerbang sekolah.

Hyerin POV

"Apa yang harus kulakukan?, mungkin aku bisa mengajak nya pulang bersama, lagi pula rumah kami bersebelahan" Batin Hyerin.

Aku rasa aku harus mengajaknya, tidak mungkin aku meninggalkan dia disini sendirian, tidak punya hati.

Aku melirik nya lagi, meyakinkan aku akan mengajaknya. Akhir nya aku sepakat, aku akan mengajaknya pulang.

Aku berdiri dari duduk ku lalu menatapnya, namun ia tidak menatap ku.

"Taehyung, apa kau mau pulang dengan ku, m-maksudku.. kita pulang menaiki mobilku, lagi pula rumah kita bersebelahan" Ucap ku pada nya yang masih setia diam.

Taehyung POV

"Kenapa anak ini mengajak ku pulang bersama nya, apa dia gila" Batin ku.

Aku masih berpikir untuk pulang bersama nya atau tidak.

"Lagi pula jika aku tidak pulang bersama nya, tidak mungkin aku menghubungi Jungkook lalu menunggu nya datang menjemputku" Batin ku.

Beberapa detik ku biarkan hening menyelimuti. Namun di detik selanjut nya Hyerin pun berbicara.

"Aish, ayo lah ikut saja pulang bersama ku" Ucap nya lalu ia menarik tangan ku dan otomatis aku berdiri. Dia menarikku keluar gerbang. Aku masih tidak percaya dia mau memegang tangan ku.

"Apa gadis ini gila, dia memegang tangan ku tanpa se izin ku" Batin ku.

Dan kami masuk ke dalam mobil nya. Aku masih tidak percaya dengan kejadian beberapa menit yang lalu, ia memegang tangan ku lalu ia mengajak ku pulang bersama nya menaiki mobilnya, dan sekarang aku sudah berada si mobil nya, dan bagaimana dengan motorku, aish biarkan saja.

Kami sudah berada di mobil menuju perjalanan pulang, aku memilih untuk duduk di pojok dan tidak menatap nya. Keheningan menyelimuti, tidak ada yang memulai pembicaraan.

"Apakah dia namjachingu, Hyerin" Tanya ahjussi yang disebut supir oleh Hyerin memecah keheningan.

"Ani, dia hanya teman ku ahjussi" Jawab Hyerin.

"Dimana rumah nya?" Tanya supir itu pada Hyerin.

"Kami tetanggan" Balas Hyerin dan di iringi anggukan oleh supir itu.

Setelah percakapan singkat tadi, keheningan mulai menyelimuti lagi, tidak ada yang berbicara. Beberapa menit berlalu, kami sudah sampai di tempat tujuan, rumah ku.

Aku dan dia turun dari mobil, supir itu menurunkan kami di depan rumah ku.

Aku menuju ke gerbang rumah ku, namun aku lupa untuk mengucapkan terima kasih, namun aku berpikir dahulu, apakah aku harus mengucapkan terima kasih pada nya?. Setelah berpikir beberapa detik aku memutuakan untuk memanggil nya.

"Hyerin" Jujur, baru kali ini aku berani memanggil nama nya. Ia pun berbalik dan menemukanku yang berdiri tak jauh dari nya.

"Ne" Jawab Hyerin dengan maju mendekatiku.

"Gomawo" Ucap ku pada Hyerin.

"Gwenchanayo" Balas nya dan di sertai senyuman.

Entah mengapa jantungku berdetak dengan sangat kencang sekarang, oh ayolah jantung sekarang bukan waktu nya. Entah mengapa sudut bibir ku terangkat saat melihat senyum nya, apa aku juga tersenyum, ini gila. Disisi lain dapat kurasakan wajah ku memanas, tunggu apakah aku blushing.

Lalu aku pun mengatakan aku akan masuk ke rumah dan disertai anggukan oleh nya jadi kami berpisah.









-TBC-


Jangan lupa vote, hargai karya Author.
Dan komen kalau ada typo atau mau kasih masukan:).

With Luv💜

Cold | Kim TaehyungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang