5

1.1K 171 18
                                        

My Babas
Papi jangan ke rumah omah
Nanti jemput aku pulang sekolah aja. Besok.
Awas muncul disini. Bahaya!

Ben menyernyit melihat chat dari putranya itu, baru saja dia mau menyusul Bastian tapi anak itu melarangnya.

Drrrrttt

Panggilan masuk...
My Babas

"Whats uppp my boy!!!"

"Papi baca pesan aku gak?"

"Baca kok"

"Terus papi dimana?"

"Ini baru mau pulang... bentar Bas, papi keluar parkir dulu."

"Oke gimana gimana?"

"Papi sekarang mau kemana?"

"Jemput kamu lah"

"Kannnn aku udah bilang papi jangan kesini"

"Tumben banget"

"Kalau kesini aku ngambek... udah ya pi. Bye"

Bip

Ben menghela nafasnya dan memilih untuk menuruti anaknya itu. Kebetulan saat itupun Satria menghubungi untuk memintanya bergabung ke perkumpulan malam ini.

Rasanya sudah lama dia tidak pergi hangout. Setelah menimbang akhirnya Ben memajukan mobilnya ke arah tempat yang disebutkan Satria.

***

"Kok elo baru sampe?" Tanya Selina, biasanya habis mengajar Tania akan membantu Selina di cafenya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok elo baru sampe?" Tanya Selina, biasanya habis mengajar Tania akan membantu Selina di cafenya. Biar sibuk sedikit katanya. Malas kalau di absen Gery, tunangannya yang super posesif itu. Setidaknya kalau dengan Selina, Gery bisa diam. Toh Selina sepupunya Gery.

"Iya nih sorry, tadi ada urgent" Jawab Tania sambil bersiap memakai celemeknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Iya nih sorry, tadi ada urgent" Jawab Tania sambil bersiap memakai celemeknya.

"Apa tuhh???" Kata Selina sambil menuangkan kopi yang baru saja dia buat.

Once MoreTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang