"Dengerin papi, hari dimana kamu lahir di dunia itu adalah hari paling bahagia buat hidup papi. Jangan mikir kamu itu beban. kamu itu kebahagiaan papi."
🎉
#1 minrene
My Babas Papi jangan ke rumah omah Nanti jemput aku pulang sekolah aja. Besok. Awas muncul disini. Bahaya!
Ben menyernyit melihat chat dari putranya itu, baru saja dia mau menyusul Bastian tapi anak itu melarangnya.
Drrrrttt
Panggilan masuk... My Babas
"Whats uppp my boy!!!"
"Papi baca pesan aku gak?"
"Baca kok"
"Terus papi dimana?"
"Ini baru mau pulang... bentar Bas, papi keluar parkir dulu."
"Oke gimana gimana?"
"Papi sekarang mau kemana?"
"Jemput kamu lah"
"Kannnn aku udah bilang papi jangan kesini"
"Tumben banget"
"Kalau kesini aku ngambek... udah ya pi. Bye"
Bip
Ben menghela nafasnya dan memilih untuk menuruti anaknya itu. Kebetulan saat itupun Satria menghubungi untuk memintanya bergabung ke perkumpulan malam ini.
Rasanya sudah lama dia tidak pergi hangout. Setelah menimbang akhirnya Ben memajukan mobilnya ke arah tempat yang disebutkan Satria.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kok elo baru sampe?" Tanya Selina, biasanya habis mengajar Tania akan membantu Selina di cafenya. Biar sibuk sedikit katanya. Malas kalau di absen Gery, tunangannya yang super posesif itu. Setidaknya kalau dengan Selina, Gery bisa diam. Toh Selina sepupunya Gery.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Iya nih sorry, tadi ada urgent" Jawab Tania sambil bersiap memakai celemeknya.
"Apa tuhh???" Kata Selina sambil menuangkan kopi yang baru saja dia buat.