7

1K 168 43
                                        

"Nyet! Si Kaisar ribet anjir" Seperti biasanya Satria masuk ke ruangan Ben sesukanya. Tanpa salam tanpa ketuk pintu. Gimana coba kalau lagi aneh aneh si Ben di ruangan. Ck

"Sabar si elo, namanya juga pertama kali itu bocah mau serius" Ben masih sibuk dengan aransemen lagunya. Ruangan Ben ini merangkap studio pribadi juga. Kata Ben biar gampang gausah pindah-pindah.

"Ya tapi baru juga lamaran anjir. Gimana nikahnya" Satria masih setia menggerutu.

"Elo dengerin ga si?" Merasa tidak ada sautan Satria menoleh dan malah melihat Ben yang sibuk dengan handphonenya.

Brukkk

"Monyong!" Umpat Ben ketika buntelan majalan yang di lempar Satria mengenai kepalanya.

"So sibuk lo! Kaya punya pacar aja megangin hp mulu"

"Bacot Sat! Ntaran ini gue lagi sesi konsultasi sama wali kelasnya Bas. Harusnya tadi pagi gue ke sekolah tapi elo kekeuh nyuruh gue ikut meeting"

"Ngomong dong kalau mau ke sekolah, emang kenapa si?"

"Gapapa laporan perkembangan aja sih terus ngabarin bulan depan ada pentas Seni. Lo tau gak Bas mau nampil apa?"

"Nyanyi?" Ben menggeleng

"Bentar bentar wali kelasnya Bas nelpon"

Satria hanya bisa mengerling melihat kelakuan temannya itu.

***
Tania meghela nafasnya pelan. Baru saja dia berbicara dengan Gery ditelpon.

Dadanya sesak.

Rasanya selalu begini sejak 6 bulan lalu. Sejak Tania bilang memilih untuk mengajar dan bilang jika selama ini dia sudah mengambil pendidikan ke arah situ selain apa yang dikerjakannya saat itu.

Entahlah siapa yang bisa Tania curahkan tentang masalah ini, jika biasanya dia akan menceritakan segalanya pada Selina, tapi tidak untuk yang satu ini. Bagaimanapun Gery adalah sepupu Selina.

Sekarang bahkan dia tidak fokus untuk berbelanja, trolly yang dipegangnya pun masih kosong.

"Eh sorry... eh elo Tan"  Ternyata Ben tak sengaja menyenggol trolly Tania.

"Hai... elo belanja?" Tanya Tania yang melihat trolly Ben sudah penuh dengan makanan instan?

"Hehe iya nih stok di rumah udah abis" Tania hanya manggut manggut.

"Elo kok belum beli apa apa? Lupa bawa dompet jangan jangan hahaha"

"Apasih... ya ngga lah! Ini baru mau mulai tauuuu" Jelas Tania, padahal tadinya dia mau menyelesaikan sesi belanjanya.

"Iya iya percaya...Yaudah yuk belanja. Keburu tutup entar"  Kata Ben lagi. Ini memang sudah jam 9 malam. Tania pun datang setelah dari cafe Selina, sementara Ben bergegas setelah mengantar Bas pulang ke rumah.

Sekarang mereka berakhir di mobil Ben lagi. Ben tau jika Tania belum bisa membawa mobilnya jadi dia menawari Tania untuk pulang bersama lagi. Toh jalannya juga searah.

"Eh Tan, gue tuh gaasing gitu sama suara elo"

"Hah?"

"Iya, kaya sering denger tapi gatau dimana hahaha" Ternyata pria ini suka tertawa.

"Ck ngada ngada elo mah, ketemu aja baru dua kali" Kata Tania.

"Yaudah seringin dong ketemunya" Dasar Ben modus.

"Bisa aja lo, Ben makan itu dulu yuk" Ajak Tania yang melihat warung bubur kacang ijo.

"Apasih yang ngga buat elo" Kata Ben yang langsung menepikan mobilnya.

"Apasih yang ngga buat elo" Kata Ben yang langsung menepikan mobilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lahap banget masnya makan" Goda Tania.

"Hehehe udah lama ga makan ini enak Tan" Entahlah melihat Ben tersenyum Tania juga ikut tersenyum.

"Makan makan yang banyak. Kalau perlu bungkus"

"Udah tadi minta dibungkusin juga" Jawab Ben.

"Eh Tan, sorry nih yah... tapi tadi gue liat elo ngelamun. Kenapa?" Ben sebenarnya dari tadi kepo hanya saja dia mencari waktu yang pas untuk bertanya.

"Kalau elo gamau jawab gapapa kok. Santai aja" Lanjut Ben tidak enak melihat perubahan raut wajah Tania.

Tania diam sesaat, dia memang butuh seseorang untuk mendengarkan. Tapi apa Ben bisa dipercaya? Apa Ben bisa diandalkan? Bahkan mereka belum lama kenal.

Tapi memang saat ini Tania hanya butuh pendengar.

Tania mengambil nafas dalam dalam.

Baiklah

"Gue boleh cerita ke elo?" Tanya Tania

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue boleh cerita ke elo?" Tanya Tania.

Ben dengan yakin mengangguk. Tidak ada salahnya mendengar curahan hati teman bukan? Hah? Jadi apa sekarang dia sudah berteman dengan Tania?

***

Once MoreTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang