【ʜɪᴀᴛᴜs】
Aku akan mengungkap semua kemisteriusanmu itu, dan aku akan melepaskan topeng jahat itu dari mu.
Sadarlah, banyak orang yang terluka karena mu Na Jaemin, sudahi semua aksi keji mu itu.
Aku akan selalu ada jika kau membutuhkanku.
❝Shin Ry...
Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun sekolah Ryujin. Semua bersenang senang mengikuti pesta tersebut. Teman Ryujin mendekatinya
"Ryujin aku pinjam uang mu, akan aku kembalikan besok." ucap perempuan yg bernama aerin.
"Ah aerin aku minta maaf, aku tidak punya uang."
Plaaak
Satu tamparan keras mengenai pipi Ryujin.
"Kau bohong! Kau kan berasal dari keluarga kaya." ucap aerin sambil mencekik leher Ryujin.
"Aku tidak bohong aerin." ucap Ryujin sambil gelagapan. Aerin pun merogoh kantung saku milik Ryujin.
Aerin menemukan uang. Dan nominalnya pun tidak sedikit.
"Lihat! Ini apa?? Kau benar benar berbohong Ryujin. Hey teman² jangan percaya dengan Ryujin dia adalah tukang bohong!! Kalian jangan pernah mendekatinya!!" Teriak aerin. Ryujin tak menyangka ia kira aerin adalah gadis baik, namun kenyataannya berbanding terbalik dengan ekspektasi nya.
Semua orang di dalam kelas membicarakan Ryujin disertai tatapan tidak suka. Ia merasa hidupnya kacau. Ia berlari menuju ke toilet. Namun berita itu sudah menyebar luas ke penjuru sekolah. Semua siswa dan siswi sudah tau mengenai rumor tersebut.
Ryujin semakin mempercepat larinya. Tak sengaja ia menabrak seseorang.
"Oh jadi ini si tukang bohong dan ngadu, heh Ryujin! Lo ga kasian apa sama ortu Lo, mereka udah ngebiayain sekolah ini biar maju, eh anak nya malah gini." kata kakak kelas yg bernama jinsoo. Ia tak menyangka kalau kakak kelasnya itu akan berkata kasar kepadanya.
Ryujin berlari ke toilet. Sesampai nya ditoilet ia menangis sejadi jadinya.
"Ryujin bodoh! Kau bodoh! Kenapa kau terlalu percaya dengan orang kampungan itu! Dasar monyet! Semua tidak mempercayaiku, apa salahku?! Kaulah yg berbohong aerin! Kau terlalu pintar untuk menutupi kebodohanmu itu! Kau selalu benar dan aku selalu salah! Salahkan saja aku! Apa gunanya aku hidup?!!" Ryujin merutuki dirinya sendiri.
Ia segera menghapus air matanya, bel pulang sekolah sudah berbunyi. Ia membuka pintu kamar mandi namun tak bisa. Pasti ada seseorang yg menguncinya dari luar.
"Tolong buka!! Disini masih ada orang!! Tolong!!" Jika ia pulang terlambat pasti ia akan dimarahi oleh ayahnya.
"Tolong buka pintu nya!!" Ryujin terus menggedor gedor pintu toilet. Ia berusaha mendobrak pintunya namun gagal. Ia tak patah semangat meski gagal. Ia terus mencoba. Dan akhirnya pintu terbuka.
Kondisi sekolah saat ini sudah sepi. Ryujin pun bergegas ke kelas dan mengambil tasnya.
Braaak
Pintu kelas tertutup dengan keras. Menampilkan seorang gadis bernama aerin.
"Mau apa kau aerin?!" Tanya Ryujin.
Sedangkan aerin sibuk menutupi cctv.
"Let's play the game." aerin mengeluarkan cutter dari sakunya. Dan menyayatkan ke tubuhnya. Tak lupa ia menambahkan pewarna makanan pada bajunya.
"Aerin hentikan kau gila ya!!" Ryujin memegang tangan aerin. Ia memegang cutter yg dibawa oleh aerin.
Tap tap tap
"Saatnya beraksi." Ryujin kebingungan terhadap sikap aerin.
"HWAAA RYUJIN HENTIKAN, MEMANGNYA AKU SALAH APA?? TOLONG INI SANGAT SAKIT RYUJIN, AKU TAK TAHAN LAGI, KUMOHON HENTIKAN, MAAFKAN AKU!" aerin menangis. Lalu guru BK menghampiri mereka.
"Ryujin ya! Apa apaan ini! Kau sudah gila, sekarang ikut saya ke ruang BK! Ini sudah termasuk pembullyan! Aku harus bilang apa ke orang tua mu!" Tangan Ryujin ditarik oleh ibu Risa.
"Ada apa Bu ribut ribut begini??" Tanya pak jaehwan.
"Ini pak si Ryujin membully aerin, tolong urus aerin ya pak saya akan mengurus bocah tengik ini!" Bu Risa menarik paksa tangan Ryujin.
Sesampai nya di ruang BK, Bu Risa mengintrospeksi Ryujin.
"Kenapa kamu melakukan hal itu Ryujin, jika nyawa aerin jadi tanggungan nya?!" Tanya Bu Risa, namun Ryujin masih terdiam. Ini semua salah.
"Ryujin ya! Jawab pertanyaan saya! Saya tidak suka jika kamu melamun begini, saya akan panggil orang tua kamu." Bu Risa menuju telpon.
Sedangkan Ryujin hanya bisa menangis.
"Itu semua tidak benar Bu! Kenapa ibu terlalu percaya dengan orang itu?!" Ryujin menangis
"Kau terdiam karena ingin mencari alasan kan?? Ibu sudah tau itu!" Bu Risa menekan tombol telpon.
"Kumohon jangan panggil orang tua ku Bu! Tolong!" Ucap Ryujin memohon.
"Ah ada apa ibu Risa?" Suara ibu Ryujin. Ryujin yg mendengar itu menangis derastis.
"Ibu dan bapak tolong ke sekolah, ada hal yang harus saya sampaikan mengenai putri anda."
"Iya Bu kami akan segera kesana."
Tuuutt
"Bocah tengik! Berhentilah menagis! Seharusnya aerin yg menagis bukan kamu!" Bu Risa duduk di depan Ryujin.
Tak lama orang tua Ryujin datang.
"Ah silahkan duduk dulu bapak dan ibu." Bu risa mempersilahkan duduk.
"Terimakasih bu Risa." ucap ayah Ryujin.
"Apakah Ryujin melakukan sesuatu?" Tanya ibu Ryujin.
"Masalah nyawa, ia membully salah satu teman satu kelasnya. Temannya bernama aerin, aerin adalah gadis yg baik, namun entah kenapa anak anda membully aerin." orang tua Ryujin tidak percaya atas kelakuan Ryujin.
"Itu pasti tidak benar Bu, anak kami pasti tidak akan melakukan hal itu." ucap ibu Ryujin sambil menangis.
"Pada awalnya saya juga tidak percaya, namun setelah saya lihat Ryujin membawa cutter untuk melukai aerin." ibu Ryujin menampar Ryujin dengan keras.
"MAU DITARUH DIMANA MUKA KAMU?!!? AYAH DAN IBU SUDAH BERJUANG UNTUK MENYEKOLAHKAN KAMU DISINI, NAMUN KAMU MENCORENG NAMA BAIK AYAH DAN IBU, KAU BUKAN ANAKKU!!" Ryujin menangis sejadi jadinya. Ia tak menyangka bahwa ibu nya berada di kubu aerin.
"Ibu itu-" satu tamparan lagi lagi mengenai pipi Ryujin.
"Jangan pulang kamu!! Dan ayah akan mencabut marga Shin dari namamu." Ryujin yg mendengar itu langsung bersujud dihadapan orang tuanya.
"Maaf kan aku ayah ibu, kalian boleh membenciku namun jangan cabut marga Shin dari namaku, aku akan melakukan apapun, asalkan ayah dan ibu tidak mencabut marga ku." Ryujin terus menangis. Ia tak menyangka bahwa kehidupannya akan berubah seperti ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.