4. Flasback

18 5 0
                                        

"Boleh" kata Dhabit mengangguk menyetujui.

"Oke. gue setuju" kata Acun.

"Gue serebumaratus aja dah" kata Jeck melas.

"Enak aja lo. Yang lain mablas masa lo serebumaratus. Enak di lo, ga enak di gue lah" kata Nurman ketus.

Dhabit menggelengkan kepalanya, "di kita juga, bukan lo doang dodol" katanya sambil menggeplak kepala Nurman kesal.

"Ah gue lagi boke nih" kata Jeck melas. Berharap ada yang kasihan padanya lalu menomboki pembayaran miliknya. Haha Jeck memang rese.

"Gue juga sama boke. Tapi gue usahain nih" kata Yolla.

"Ya lu ama gue mh beda lah" kata Jeck tak mau kalah.

"Ya iya lah jelas beda. Si Yolla mah cewe sedangkan lo cowo. Terus Yolla putih, lo?" Kata Mauran menimpali.

"Iteeem" sorak Adel, Dhifa, Jihan, Awan dan Nurman kejam.

Mereka tertawa. Lalu Jeck mengerucutkan bibirnya. Jijik. Memang begitu faktanya kan.

Asal kalian tau ya. Diantara Awan, Acun, Dhabit, Nurman dan Jeck yang paling item itu adalah Jeck dan yang paling berbeda itu adalah Nurman. Tapi Nurman itu putih hanya kelakuannya saja seperti wanita yang suka dandan. Scincare aja pake merk cewe yang biasa dipake semestinya. Seperti 'pren lovely' atau 'super gold' obat dokter yang biasa dipake wanita khususnya.

***

"Yang mau belanja siapa nih?" Tanya Awan. Mereka sekarang sudah di lokasi, yaitu di rumah Acun.

"Gue ama Yolla, sini" kata Nurman seraya menyodorkan tangannya meminta uang belanja.

"Lo cowo mana bisa belanja" kata Awan mengejek.

"Dih ga taiun. Gini-gini juga gue jagonya" kata Nurman bangga.

"Oia. Lupa gue, Kan lo mah setengah-setengah" kata Awan. Maksunya setengah-setengah itu. Setengah laki, setengah perempuan.

Yang peka dengan kata Awan tergelak mendengarnya.

"Udah mana duitnya. Lama" kata Nurman sewot.

"Ga percaya gue ama lo" kata Awan.

Lalu memberikan uangnya kepada Yolla, "nih Yol pegang ama lo aja. Kalo ama Nur takut korupsi dia" katanya.

Yolla terkekeh, "yaudah sini gue yang pegang" sambil mengambil uangnya dari tangan Awan yang disodorkan.

"Eh ngomong-ngomong pasarnya dimana nih?" Tanya Yolla lagi.

"Di depan gang belok kiri. Disitu udah keliatan pasarnya" kata Acun memberi tahu.

"Oke sip"

Sambil menunggu Nurman dan Yolla yang sedang berbelanja untuk memasak. Awan, Dhabit, Acun, Mauran, Dhifa, Jihan, Yanti, Adel, Jeck dan Lida menonton film di laptop milik Acun.

Berhubung Lulu ga suka film horor maka ia sibuk memakan biskuit dan meminum teh manisnya yang tadi di sediakan oleh Mamanya Acun.

"Awas liatin si Lulu guys. Lama-lama abis tuh biskuit gue" celetuk Jihan bercanda.

Lulu yang sedang enak-enaknya memakan biskuitpun menoleh, "ye enak aja, gue sisain nih rotehnya" katanya sarkas.

"Ambil- ambil toplesnya. Entar abis lagi" kata Awan ikut menibrug.

Dengan segera Lulu memeluk toples yang berisikan biskuit roma tersebut.

"Enak aja" katanya berucap.

Absurd GangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang