03. Kejelasan

14 9 0
                                        

Hari ini Ara bersekolah seperti biasanya, diantar abangnya dan berjalan menuju kelas.

Dan seperti pagi pagi biasanya, Ara disambut dengan teriakan alay 2 orang yang baru saja menjadi sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Mila dan Dita.

"Araaa..." Teriak Mila dan Dita bersamaan.

"Aelah.. masih pagi woi.. udah teriak teriak ae... Kasian yang kupingnya sensitif.." omel Ara, membuat Mila dan Dita terkekeh pelan.

"Maaf Ra... Soalnya kan Lo masih baru disini, jadi kita masih seneng-senengnya manggil Lo. Ntar kalau dah lama bosen sendiri." Cerocos Dita yang diangguki Mila.

"Apa bagus menurut kalian aja deh. eh iya gaes.. gue mau nanya nih." Ujar Ara seraya duduk di kursi nya.

"Apaan?" Tanya Dita.

"Kalian kenal Azraf gak??" Tanya Ara. "Azraf Gasandara." Lanjutnya memperjelas.

"Omaigaddd! Siapa coba yang gak tau Azraf... Dia itu orang penting disini." Seru Dita.

"Sans kali.. kan gue baru pindah.. Lagian gue tau siapa dia, dia cucu yang punya sekolah kita kan??" Tanya Ara.

"Lhaa.. itu Lo tau, kok nanya??" Ucap Mila balik bertanya.

"Yahh.. gue penasaran aja, Azraf itu orang nya gimana.... Punya pacar gak? Baik gak?" Ujar Ara.

"Asal Lo tau.. Azraf itu jauh dari ekspektasi Lo. Dia cold boy, walau gak dingin dingin amat, tapi dia gak pernah mau berurusan dengan cewek. Makanya sampai sekarang dia gak pernah punya pacar, hm tepatnya gak mau punya pacar. Percuma muka ganteng selangit, kalau gak mau cari pacar. Dan lagi, dia itu bad boy..." Jelas Dita, Ara terkejut mendengar penuturannya.

"Bad boy??" Tanya Ara terkejut.

"Iya." Sahut Mila yang sedari tadi menyimak.

"Maksud nya bad boy yang ngerokok n minum minum gituh??" Tanya Ara syok.

"Ya enggak.. maksud nya, suka bolos, suka berantem. Yahh Lo bisa liat penampilan nya, kayak anak berandalan. Satu lagi, dia ada bentuk geng yang markasnya di gudang belakang sekolah. Bukan cuma anak sekolah kita yang ikut geng itu, banyak juga anak sekolah lain. Makanya gaada yang berani ke belakang sekolah, takut mereka mah. Tapi si Azraf nya cuma deket sama 4 orang... Si Arend, Davin, Fariz sama si Rakel." Tutur Dita panjang lebar.

"Mereka berlima kemana mana bareng terus... Udah kayak homo aja, untung ganteng semua.. yahh walaupun rada gesrek sih.." Tambah Mila.

"Waw.. sebegitu nya??" Ara terpukau mendengar penuturan kedua temannya, ia bisa mendapat berbagai macam informasi tentang calon suami nya dari stalker handal didepan nya ini.

"Hmm.. Betewe.. Lo kenapa nanya nanya soal Azraf?? Naksir ya??" Selidik Mila curiga.

"Ehh... Enggak kok, gue kepo aja. Dia kan cucu yang punya sekolah, yahh gue kira bakal gimana gimana gituh.." Elak Ara.

"Kepo atauuu..." Mila menaik turun kan alis nya.

"Milaaa... Gue seriusss." seru Ara, mereka lalu tertawa bersama.

~~~

Bel istirahat berbunyi, tiga insan kelaparan didalam kelas itu keluar untuk mencari makan.

Ara bersama Mila dan Dita keluar dari kelas mereka, saat keluar dari pintu mereka dikejutkan dengan kehadiran 5 orang disamping kelas mereka.

"Azraf!!" Seru Ara, Azraf berjalan mendekat ke Ara.

"Ngapain??" Tanya Ara.

"Pulang nanti bareng gue." Ujar Azraf seperti biasa, datar.

"Tapi.." Azraf lalu memotong ucapan Ara.  "Disuruh mama.." lanjutnya, Ara lalu mengangguk.

"Ehh.. zraf.. Lo ngapain nyari-nyari yangbeb gue??" Tanya salah satu teman Azraf yang dari seragam nya Ara ketauhi bernama Fariz.

"Ehh ada bebeb Ara sayang nya Rakel.." ujar seorang lagi yang bernama Rakel sambil mengedipkan matanya. Ara tersenyum menanggapi ocehan teman teman Azraf tersebut.

"Lahh.. Lo nyari Ara?? Wahh sebuah keajaiban untuk seorang Azraf.." Ucap Arend, sambil bertepuk tangan.

"Jelasin ke kita zraf... Kenapa Lo nyari Ara." Ujar Fariz, mengintrogasi.

Kedua teman Ara yang sedari tadi menyimak melemparkan tatapan meminta penjelasan ke Ara, Ara mengangguk. "Nanti." Bisiknya.

"Gue memang ada perlu sama dia, kenapa emang?" Tanya Azraf, membuat keempat teman nya tercengang.

"Uwaw! Rekor baru dalam hidup seorang Azraf Gasandara." Ujar Fariz berdecak kagum.

"Bebeb... Lo ada hubungan apa sama Azraf??? Jangan khianati akuh beb." ujar Rakel dramatis.

Arend menjitak kepala Rakel. "Alay Lo!"

"Sakit Bambank.." Rakel mengusap kepalanya.

"Balik Base Camp..." Titah Azraf.

"Tunggu... Jawab dulu pertanyaan kita. Ara siapa Lo?" Tanya Fariz.

"Calon bini gue." Jawab Azraf santai, Ara terbelalak. Bisa bisanya mulut Azraf tanpa beban berkata seperti itu.

Semua yang ada disitu terbelalak kaget, termasuk Davin yang sedari tadi diam saja.

"Serius Ra??" Tanya Mila dan Dita bersamaan, Ara mengangguk pelan.

"Tapi kalian semua jangan bilang siapa siapa ya." pinta Ara, semua nya mengangguk.

"Jadi, Ortu gue sama ortu nya Azraf jodohin gue sama dia. Cuma gara-gara perjanjian mereka waktu SMA dulu." jelas Ara.

"Dan... Gue mohon banget sama kalian... Jangan bilang siapa siapa, cuma kalian aja yang tau." Lanjutnya.

"Ntar... Kalau ada yang nanya 'kok kalian tiba tiba deket?' Gimana?" Tanya Fariz, yang lain mengangguk membenarkan.

"Bilang aja... Gue sama dia pacaran." Jawab Azraf, membuat semuanya mengangguk paham.

Cowok itu berlalu pergi tanpa berpamitan, dan di susul ke empat temannya. 

"Waw.... Ra.. Lo baru nemuin keajaiban dunia ke 8. Lo bikin rekor dunia Ra." Dita takjub. Ara tersenyum kikuk, tak tau harus menanggapinya bagaimana.

Tiba tiba ponsel Ara bergetar, menandakan chat masuk.

AZRAF :
Plg nnt sklian ajk Mila

ARA:
Okee

"Mil... Liat nih.." Ara menyodorkan ponsel nya ke Mila, membiarkan cewek itu membaca chat nya.

"Hmm... Pasti Arend." Gumam Mila.

"Arend? Emang Lo sama Arend ada hubungan apa??" Kepo Ara.

"Lo gak tau Ra?? Mila itu pacar nya Arend lho." Jelas Dita, Ara melirik ke arah Mila meminta penjelasan.

"Maaf ya Ra... Gue gak ngasih tau Lo." Ujar Mila, membentuk tanda peace di tangan nya.

"Iya gapapa." Balas Ara seraya tersenyum.




Jangan lupa vote yahh manteman yang baik:)

Lup u❤️🍫

DESTINY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang