He is My Oppa

290 14 0
                                        

Oppa nya adalah seseorang yang hampir setiap hari bersama nya, namanya Kim Seokjin. Meskipun mereka tidak tinggal satu atap, tapi rumah mereka hanya berbeda beberapa blok saja. Orang tua yoona dan orangtua seokjin sudah bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Persahabatan itu tidak pernah putus hingga putra dan putri mereka dewasa seperti saat ini.

Meskipun tidak terikat hubungan darah, Seokjin bukanlah orang asing bagi Yoona. Mereka sudah sangat dekat layaknya kakak-adik kandung pada umumnya. Bertengkar,tertawa,menangis, semua itu sudah mereka lalui sejak kecil. Semua itu membuat hubungan mereka menjadi tanpa jarak sedikitpun.

"untung saja oppamu datang lebih awal. kalau tidak, yoona tidak akan bangun sampai besok, sepertinya." Ucap ibu yoona sambil sibuk menaruh lauk di meja makan.

"lihatlah, ibumu sangat repot menyiapkan menu sebanyak ini di pagi hari, sedangkan kau hanya malas-malasan tidur. Kau seharusnya membantu ibumu yoona." Seokjin membaweli yoona sesaat ia duduk di bangku meja makan disampingnya.

"kalau begitu, kenapa tidak oppa saja yang membantu? Oppa kan juga suka memasak, sedangkan aku tidak. Hobiku hanya satu, tidur.hehe." balas yoona menyangkal oppa nya sambil menyengir.

"aigoo." Seokjin menjitak kepala yoona pelan. "kapan kau akan menjadi anak yang baik, yoona."

"aw! Sakit tau!"

"yoona memang jarang mau membantu ibu nya. Apalagi belakangan ini semakin sulit diganggu. Sepertinya itu karena pengaruh dari kekasihnya." Ucap sang ibu menyindir putri tunggalnya.

"yoona punyaa kekasih? Kok, oppa tidak tau?" seokjin sedikit terkejut dan menoleh ke yoona menuntut jawaban darinya.

"ti-tidak kok. Ibu hanya sok tau saja." Ucapnya gugup.

"ibu tidak salah dengar kok. Waktu itu kamu sudah berani memanggil sayang padanya, iya kan yoona?"

"ibu!" yoona kesal mendengar penjelasan dari ibunya di depan oppa nya.

"oh, jadi sudah berani main rahasia sama oppa." Seokjin terus menatap wajah yoona disampingnya.Wajah seokjin terlihat sedikit mengintimidasi dan tidak senang. karena selama ini memang tidak pernah ada rahasia apapun diantara mereka berdua.

"tidak ko. Ibu salah. Ibu bohong oppa, jangan dengarkan ibu ya." yoona menggoyangkan lengan oppa nya dan memasang wajah yang memelas.

"Tenang saja seokjin, bahkan ibu juga belum mengenalnya. mungkin yoona masih malu mengenalkan kekasihnya dengan kita."

Yoona hanya diam dan menundukkan wajahnya.

"Malu? Kenapa harus malu Yoona?" seokjin terkekeh. "Kamu kan bukan anak kecil lagi, jadi sudah sewajarnya mempunyai kekasih. Bukankah begitu bu?"

"ya, mungkin pacarnya tidak punya hidung." Ledek ibunya.

"ibu hentikan!"

"lagipula, bagi ibu, yoona memang masih kecil. Ibu masih belum mau melihat putri ibu jalan bersama pria dewasa kecuali seokjin oppa. Ibu harap ibu memang salah menduga." Ucap ibunya sambil menyendokkan nasi di piring yoona dan seokjin.

...

"oppa, kenapa kau repot-repot mengantarku, sih?" Protes yoona saat menduduki bangku mobil kim seokjin.

"ibumu yang menyuruhku. katanya takut kau berbohong dan kabur dengan seorang pria." Sahutnya sambil memasang sabuk pengamannya.

"aigoo, mana pernah aku kabur seperti itu. Itu alasan yang tidak masuk akal oppa." Malas mendengar jawaban oppa nya, Yoona mengalihkan pandangannya kesamping.

"Bisa saja kan, kau nekat pergi dengan kekasih baru mu itu, karena sedang kasmaran."

"apa sih, oppa. Tidak ada kekasih baru. Jangan mengarang dan sok tahu." sangkalnya dengan mengerutkan dahi nya.

"sudah jangan bawel, pasang sabuk pengamanmu." Seru seokjin pada yoona yang masih menatap lekat dirinya.

Yoona segera memasang sabuk pengaman dan mengalihkan pandangannya lagi.

"yoona nakal." ucap Seokjin tiba-tiba.

"apa?" Balasnya tak terima mendengar kalimat itu dan menoleh pada oppa nya.

"sudah berani pacaran diam-diam. Sejak kapan kau menjadi gadis nakal?"

"jangan sebut aku seperti itu oppa!"

"Tapi memang benar kan, kau pacaran diam-diam? Kau tidak pernah cerita sedang dekat dengan seorang pria belakangan ini."

"oppa, kau tau adikmu adalah wanita paling polos di dunia ini kan? Aku belum pernah pacaran, dan kalau pun akan pacaran aku pasti akan memberitahu oppaku Lebih dulu." Yoona mengedipkan mata nya beberapa kali sambil beraegyo.

"aish, kau membuatku melemah lagi. baiklah anggap saja Oppa mempercayaimu kali ini." Ucap Seokjin mengalah tak tahan melihat keimutan sang adik.

"Nah itu baru oppa ku. oppa harus selalu mempercayai aku."

"Tapi oppa tidak akan senang kalau ternyata kau benar bermain di belakang oppa."

"ha? Bermain bagaimana ? Selingkuh maksudnya? Memangnya kau pacarku? Kau ini terkadang lucu oppa." Yoona tertawa renyah.

"aigoo." seokjin menjitak kepala yoona.

"aak! Sakit oppa. Jangan menjitakku terus." Yoona mengusap kepala nya dan memasang wajah cemberutnya.

"Kau ini bodoh atau bagaimana? Maksudnya kau bermain curang dan membohongi oppa dengan cara pacaran diam-diam. Pokoknya oppa harus tau bagaimana rupa pria yang kau sukai sebelum kau memacarinya."

"Apa itu penting? Kau seharusnya mendukung pilihan adikmu siapapun itu." Ucap yoona cemberut.

"kalau ternyata pria itu tidak baik bagaimana? Kalau akhirnya kau disakiti olehnya bagaimana? Siapa yang akan bertanggung jawab? Pada akhirnya kau hanya bisa menangis mengadu pada oppa, seperti saat dulu kau kehilangan boneka kesayanganmu."

"Jangan mendoakan yang buruk untuk adikmu, oppa!" Yoona mencubit perut oppa nya.

"aduh, jangan nakal, Yoona. oppa sedang mengemudi."

"Maka nya bicara yang baik-baik , bukan mendoakan yang tidak-tidak."

"Oppa selalu mendoakan yang baik untuk adik oppa satu-satunya Yang paling imut di dunia ini." ucapnya gemas dan mencubit pipi kiri yoona.

"Oppa hentikan! Jangan menyentuh pipiku, nanti bedak ku luntur karena tangan kotormu."

-continue-

My Oppa Since 1997Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang