Sudah seminggu aku tinggal sendirian di apartemen ini, rasanya sedikit membosankan. Aku tidak keluar dari apartemen ku selama seminggu. Karena perkuliahan ku baru dimulai minggu depan, jadi aku tidak berani keluar sendirian, paling aku hanya memanggil sahabatku Seulgi dan Aeri datang ke apartemenku. Ibu pernah mengunjungiku sekali. Sedangkan oppa? Dia belum datang lagi sejak terakhir mengantarku kesini. Oppa juga jarang menghubungiku belakangan ini. Mungkin dia sedang sangat sibuk. Ponselku sepi sekali begitu juga apartment mewahku ini. Sungguh, hidup sendiri itu membosankan. Aku rindu ibu. Juga rindu oppa. Oh iya, soal Namjoon. aku sudah mengabari nya kalau aku pindah ke Seoul, tapi sepertinya dia juga sibuk, belum ada waktu untuk bertemu denganku lagi, hmm.. Semenjak hari kelulusanku Lebih tepatnya. Aku tahu kini dia sedang sibuk menata masa depannya. Aku mencoba sedikit melonggarkan kehidupannya. Oh iya, ini hari pekan. Apa tidak ada yang ingin mengajakku untuk keluar? Baik oppa ataupun Namjoon? Apa mereka masih sibuk di hari pekan begini? Hhfftt. Aku bosan sekali!
Yoona menghela nafas berbaring di sofa menonton TV sambil memakan cemilan. Sumpah, Yoona bosan sekali. Apartment nya sudah kacau berantakkan dipenuhi oleh sampah makanan. Tiba-tiba saja ponselnya bunyi sekali dan layarnya menyala.
Yoona yang sedang asik malas-malasan di sofa sambil memasuki beberapa snack ke dalam mulutnya, sontak membuang snack itu secara sembarangan dan terburu-buru bangun dari tidurnya lalu mengambil ponsel yang ada di meja di hadapannya. Senang sekali rasanya melihat ponselnya berbunyi tanda notifikasi pesan, padahal Yoona tidak tau itu pesan dari siapa.
Wajah Yoona terlihat semakin bete saat membaca pesan di ponselnya. "shit! Hanya pesan dari operator??!! Really?!" Dibantingnya ponsel itu ke sofa begitu saja. Yoona sangat kesal dan kecewa.
Yoona lalu kembali membaringkan dirinya dengan malas di sofa panjangnya. Yoona uring-uringan sendiri di sofa nya.
Apa aku telpon oppa Saja ya? Aku suruh oppa datang menemaniku. Apartemen oppa kan tidak begitu jauh dari apartemenku.
Yoona bangun lagi,kembali menyandarkan dirinya duduk di sofa, lalu mengambil ponselnya.
Ah tidak deh. Kalau oppa tidak sibuk, oppa pasti akan menghubungiku lebih dulu. Aku yakin 100% oppa pasti sangat sibuk karena kerjaannya. Lebih baik aku tidak mengganggunya.
Yoona menyandarkan kembali tubuhnya di sofa lalu memejamkan mata nya. Satu kali lagi notifikasi pesan berbunyi. Yoona membuka mata nya dan melihat ponselnya yang ada di tangan kanannya di sofa. Yoona menatap malas, takut kecewa lagi saat membuka pesannya. Hampir satu menit kemudian, baru Yoona penasaran dan membuka pesan nya.
📩NAMJOONIEKU
Honey, ayo keluar hari ini. Aku akan menjemputmu 15 menit lagi. Bersiap-siap ya. Aku merindukanmu❤
Sesaat Yoona membaca pesan dari kekasihnya, Yoona menjadi antusias terlihat begitu bahagia. Yoona segera berlari menuju kamar mandi.
Yoona keluar kamar mandi sambil bersenandung lalu beranjak ke lemari nya mencari baju terbaiknya untuk dipakai bertemu pujaan hatinya. Seperti biasanya, Yoona perlu menghabiskan waktu hampir 10 menit hanya untuk memilih outfit terbaiknya. Setelah memilih baju nya, Yoona lalu segera berdandan dengan rapih dan cantik. Sudah 50 menit Yoona menghabiskan waktunya untuk mandi dan berdandan rapih. Setelah selesai, Yoona lalu mengambil tas nya dan mengambil ponselnya di kasur.
Yoona melihat ponselnya, hendak menghubungi Namjoon. Namun, Terlihat 5 panggilan tak terjawab dari Namjoon dan beberapa pesan. Yoona terkejut, dia bahkan lupa belum sempat membalas pesan dari Namjoon.
📩NAMJOONIEKU
Sayang, kau sibuk ya? Tidak bisa keluar hari ini ya?
📩NAMJOONIKU
Sayang, kenapa tidak membalasku? Kau marah? Atau masih tidur?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Oppa Since 1997
FanfictionMeskipun tidak sedarah, mereka benar-benar memiliki hubungan yang erat. Hubungan seperti kakak-adik kandung pada umumnya. Kim Seokjin sudah merawat Kim Yoona yang bukan adik kandungnya itu sejak bayi. Dimanja dan disayang, hubungan itu tetap hanya s...
