I'm his priority

138 13 0
                                        

"Hoaamm.. good morning sunshine!"

Mentari pagi itu menyinari pagi hari Yoona saat Yoona membuka gorden kamar nya. Yoona senyum-senyum sendiri menatap pagi yang cerah ini setelah malam yang indah kemarin. Yoona dengan semangat beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu mencari baju terbaiknya untuk dipakai di hari pekan ini.

"Hmm.. Yang mana ya,?"
Yoona kebingungan hanya dengan memilih baju sehari-hari nya. Ya, itulah Yoona. Walau pemalas, tapi ia adalah anak yang modis, senang menata diri apalagi dalam memilih pakaian nya.

"Ah, yang ini saja deh." Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Yoona memilih outfit nya. "Hari ini lebih feminin saja." Yoona memilih menggunakan rok hari ini, walau di kesehariannya ia lebih suka mengenakan celana pendek.

Setelah berpakaian rapih, Yoona menata rambutnya lalu tidak lupa menyemprotkan parfum favoritnya, parfum yang soft dengan aroma musk dan woodsy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah berpakaian rapih, Yoona menata rambutnya lalu tidak lupa menyemprotkan parfum favoritnya, parfum yang soft dengan aroma musk dan woodsy. Lalu Yoona beranjak turun kebawah.

"Ibuuu" Yoona berlari kecil menghampiri ibu nya yang sedang memasak di dapur.

Ibu lantas menoleh heran pada Yoona. "eoh? Jam berapa ini?? Apa ibu kesiangan?" Ibu nya menoleh pada jam dinding di depannya. "Masih pagi kok. Baru jam 7." ia menoleh lagi ke arah Yoona.

"Aigoo ibu." Yoona memeluk ibunya manja dari belakang. "Memang ini masih pagi."

"eoh?" ibu pun mengernyit. "Kenapa Yoona bangun pagi sekali?" ucap sang ibu heran. "Sudah rapih lagi. Ada apa ini? Apa Yoona mau pergi kencan?"

Yoona melepas pelukannya. "Aigoo Ibu. Yoona bangun siang dimarahi. Bangun pagi juga salah. " Yoona memanyunkan bibirnya. Ibu pun tertawa.

"Ibu hanya heran saja, tidak biasa nya kan Yoona bangun pagi. Apalagi di hari pekan."

"Ya.. Sesekali tidak apa-apa dong bu." jawab Yoona. Ibu pun tertawa kecil.

"Yasudah. Jadi pagi ini mau membantu ibu di dapur?"

Yoona mengangguk dengan senyuman semangatnya. "Yoona mau memasak pagi ini! Ibu bantu Yoona ya."

"Yoona mau masak? Yakin?"

"Yakin sekali dong bu. Bantu Yoona buat menu sarapan spesial yang terbaik ya bu!"

"Tapi, Yoona kan tidak suka masak? Lagipula Yoona sudah rapih begitu. Nanti bau kecut lagi, mau?"

Yoona cemberut. "Ah, ayolah bu. Kali ini Yoona mau buatkan sarapan sepesial."

"Untuk siapa?"

"umm.. Ada deh. Rahasia!"

"Ibu tidak mau bantu kalau Yoona main rahasia sama ibu."

"Ah ibu..." Yoona menggoyangkan lengan ibunya. "Yoona mau buatkan sarapan untuk Oppa. Jadi, ibu bantu Yoona, ya!"

"Oppa? Tumben sekali mau masak untuk oppa. Biasanya kamu yang minta dimasaki oppa mu." Balas ibu nya sambil memotong bahan-bahan sayuran.

"Yoona cuma mau balas oppa saja. Oppa kan sudah memberi hadiah untuk Yoona kemarin."

My Oppa Since 1997Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang