Surabaya, 31 Oktober 2020
Di sebuah ruangan berukuran 5x4 rumah sakit bagian psikeater terdapat dua orang pria dan wanita yang duduk berseberangan.
"Ceritakan bagaimana bisa kamu berakhir di sini." Tutur Dr. Roy.Aku menarik nafas dalam-dalam.
"Semua di mulai saat aku pulang bekerja, sebelum ke rumah aku mampir di cafe temanku Fredy. Sebelumnya pagi itu berangkat dengan bahagianya. Namun saat pulang. Di luar perkiraan." Aku menerawang jauh, kurang lebih kejadian 2,8 tahun lalu.***
29 November 2016.
Di sebuah rumah besar bercat ungu gelap dengan tanaman yang menambah kesan asri. Para tetangga yang sedang berlari pagi atau ibu ibu yang sedang mendorong kereta bayi atau juga yang sedang berbelanja.
"Ma.. Niki berangkat ya"
"Mau kemana kamu?"
"Bekerja mama. Dah ma dah pa. Dan elvano juga dah sayang"
Cup
Ku cium pipi gembil si debay vano. Dia adikku.
Perkenalkan namaku Niki candra. Pekerjaanku saat ini sebagai sekertaris di perusahaan yang cukup besar. Sebenarnya papaku seorang pengusaha sukses dengan perusahaannya yang sudah bercabang 3, bergerak dalam bidang properti,manufaktur dan rempah.
Kenapa aku tidak bekerja memegang salah satu perusahaan papa ?? Apa papa tidak menawari?? Pertama, aku ingin berkarir dengan ilmu yang aku miliki dan memiliki karirku sendiri dengan tenagaku. Kedua, papa menawari bahkan memaksaku tapi aku menolak dengan alasan diatas.
Ku lirik jam tanganku,menunjukkan pukul 6 pagi.
"Huuh 1 jam lagi. Kalo 10 menit lagi tak datang juga bisa terlambat aku."
Saat ini aku berdiri di halte. Tak lama kurang lebih 9 menit aku menunggu akhirnya datang juga. Segera ku naik bus untuk ke perusahaan tempatku bekerja. Kurang lebih 30 menit perjalanan jika tak macet. Ternyata tak sesuai perhitungan. Macet. Al hasil 30 menit berubah menjadi 45 menit.
"Hah astaga. Aku harus segera sampai"
Dengan heels setinggi 7 cm apa menurut kalian aku bisa berjalan cepat. Jawabannya tentu tidak.
Aku perlu berjalan dan sedikit berlari pelan karna mustahil aku berlari kencang. Tepat pukul 7 aku sampai diruanganku yang notabene nya ruangan bosku jug. Dengan nafas yang tersengkal sengkal dan berkeringat ku buka pintu didepanku. Dan___
"Lihatlah betapa hebatnya penampilanmu itu. "
Aku mendongak ternyata bosku sudah ada di mejanya. Jasnya tersampir pada sandaran kursi,,hanya menggunakan kemeja biru dan rompi hitamnya dengan dasi senada.
"Pa-pak kok sudah da...."
"Iya dari 10 menit yang lalu." Jawab bosku dengan ringan.
"Tapi pak in_"
"Rapikan penampilanmu itu dan ikut aku rapat."
Dia adalah Sadewa prayoga. Ceo ditempatku bekerja. Usianya emm 45 tahun dan 1 bulan lagi 46 tahun. Punya anak 5,,, dan istrinya cantik meski usianya sudah 40 tahun tapi masih kayak mama muda..
Sedangkan pak Dewa itu bukannya ganteng. Dia itu berwibawa,dan karismanya itu loh. Bikin minder.
"Baik pak. Permisi"
"Saya tunggu 5 menit"
"Tap__"
"Ceeepat!"
Hmm galaknya. Masya Allah.Aku langsung masuk ruanganku dan merapikan penampilanku. Dan keluar menghadap.
"Bawa berkas proyek pembangunan di Aceh."

KAMU SEDANG MEMBACA
Rain In December
RomanceDibulan itu aku bertemu dan dibulan itu pula aku berpisah. 1 tahun cukup membuatku remuk dan terguncang. dihari bahagiaku seketika berubah menjadi hari terburuk. "kamu pergi begitu saja." Meski ku memohon pun percuma, Dia jahat padaku. Dia tak akan...