5

5 1 0
                                        

Perkatan dari malaikat cinta itu membuatku kepikiran sendiri, dia akan memberikan kesempatan padaku untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Apakah itu mungkin terjadi, tidak, aku hanya lumba-lumba. Iya, hanya lumba-lumba dan tidak mungkin dia menerima perasaanku jika itu memang terjadi.

"iya, dia pria yang dingin, aku tidak merasakan respon apapun didekatnya" tiba-tiba malaikat cinta muncul kembali membuatku terkaget dibuatnya "kenapa, kamu ada disini?" Tanyaku padanya

"aku malaikat cinta ingat, merespon perasaan kuat tentang mencintai" Sahutnya santai

"apakah, manusia tidak aneh, menatapmu didalam akuarium seperti ini?" Tanyaku kembali "ahahahahha.... polos sekali kamu, hahahaha... ya, wajar kamu lumba-lumba tidak tahu apa-apa selain lautan." Tawanya terbahak-bahak, aku hanya diam heran melihatnya. "manusia tidak bisa melihat kami, hanya kamu yang istimewa" Ujarnya sambil mengelus kepalaku

"hah...melihatnya duduk disana menatapmu membuatku bosan" Kata sang malaikat dengan wajah bosannya "maksudnya?" Tanyaku "yah, aku ingin ada kejadian tidak terdugakan, seperti dia tiba-tiba masuk akuarium bersamamu" Jawabnya "oh, tunggu, sepertinya aku bisa membuat kejadian itu" Ujarnya lagi lalu menjentikan jarinya dan menghilang.

Tiba-tiba tuan Jojo menatapku dengan tatapan aneh yang susah untuk aku ketahui apa maksud dari tatapannya, lalu ia memanggil ibu penjaga dan ibu penjaga tampak berbalik dan menatapku dengan tatapan khawatir, ada apa dengannya, sebentar, sebenarnya ada apa?

Mereka berdua pun pergi entah kemana, malaikat cinta juga menghilang entah kemana setelah ia menjentikan jarinya.

Bbyuuurrr....

Suara seseorang masuk kedalam akuarium membuatku terkejut, seseorang itu berenang kearahku yang masih terdiam. Sebentar, seseorang itu tuan Jojo... tuan Jojo kenapa kamu masuk kedalam sini?

Dia berenang kearahku, dia tampak memperhatikan diriku dengan seksama. "apakah Riri baik-baik saja?" Terdengar suara Ibu penjaga bertanya pada tuan Jojo "iya, dia baik-baik saja, tapi kenapa dia hanya dia memandangku dari tadi hingga tak bergerak?" Jawab Tuan Jojo membuatku tersadar aku sedari tadi, tidak berenang dengan riang seperti biasanya.

Aku lalu berenang mengelilinginya, aku ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja, maafkan aku membuatmu khawatir

"aku sangat khawatir, aku kira dia sakit" Ucap tuan Jojo sambil mengelusku, ah...tangannya hanya dan amat nyaman "syukurlah kalau dia baik-baik saja, aku juga khawatir kalau Riri kenapa-kenapa" Ucap Ibu penjaga lega "tapi terima kasih Tuan, tuan sudah repot-repot melihat Riri disini"

"tak apa, aku juga ingin menyentuhnya, sudah lama sekali" Sahutnya sambil tersenyum, senyuman itu, senyuman tulus nan lembut darimu membuatku amat senang. Ini pertama kalinya kita bisa sedekat ini. Aku berenang kesana kemari lalu melompat dengan riang "ya, kamu tampak baik-baik saja, syukurlah" Ujarnya lagi dan mengelusku

Tiba-tiba kurasakan bahwa ada sesuatu yang bergerak didalam diriku, aku tidak tahu tapi, sesuatu itu membuat amat bahagia, apakah ini perasaan cinta, perasaan nyaman saat selalu disekitarnya, perasaan bahagia hanya dengan melihatnya dan perasaan sedih ketika ia tidak ada?

"iya, itu adalah perasaan cinta lumba-lumba kecil" suara malaikat cinta tiba-tiba terdengar, tapi hanya aku yang bisa mendengarnya "syukurlah kalau kamu paham dan terlihat senang sekarang"

Aku tidak memperdulikannya, aku hanya ingin tuan Jojo tetap disini mengelusku seperti ini sudah cukup, aku tidak minta lebih

"gawat, sudah jam segini aku harus pergi" Tuan Jojo akan pergi "kalau begitu hati-hati tuan dan terima kasih banyak" Ibu penjaga membantunya naik keluar dari kolam. Sekali lagi Tuan Jojo menatapku dan berkata "sampai jumpa, Riri. Besok aku akan disini melihatmu lagi"

Dolphine Heart (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang