14 : Disangka Anak baru

35 10 0
                                        

Aku sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, aku tidak memakai make-up seperti yang kemarin, sekarang aku lebih memilih untuk memperlihatkan wajah asliku pada semua teman-temanku.

"Pagi Ma, Pa," sapaku pada kedua orang tuaku.
"Pagi sayang," balas Papa. "Mobil baru sudah sampai tu, jadi kamu sudah bisa bawa mobil sendiri ke sekolah," kata Papa.

"Wah seriusan Pa, Diandra mau lihat dulu deh," kataku.
"Lihatnya nanti aja, sekarang sarapan dulu yok," kata Mama, aku pun hanya menurutinya.

Selesai makan aku langsung mengambil tas ranselku, setelah itu langsung pamitan sama Papa dan Mama, setelah berpamitan aku langsung keluar rumah dan aku langsung pergi menghampiri mobil baruku, setelah aku melihat-lihat mobil baruku, aku langsung menaikinya, dan sekarang aku sedang diperjalanan menuju ke sekolah.

Sesampainya di sekolah aku langsung menuju ke kelasku, ketika aku sedang menuju ke kelas banyak orang yang melihatku kaget dan berbisik.

"Waduh, ada anak baru lagi nih, cakep banget sumpah, jauh beda sama yang kemarin, kalau yang kayak gini anak barunya baru gue suka," kata seorang cowok yang aku nggak tahu namanya siapa, tapi aku yang nggak suka sama kamu, kemarin aja pas aku mukaku jelek malah dihujat lah pas sekarang lagi cantik gini baru pada muji, batinku.

"Wadidaw, cakep banget cuy," kata yang lain ketika aku sedang berjalan di lobi menuju kelas.
"Iya, bener banget lu, nih cewek cakep banget, anak baru lah kayaknya," kata temannya menyahuti.
"Wah, mudah-mudahan dia satu sekelas sama kita," teman yang lain menyahuti.

Itulah yang dapat aku dengar dengan jelas ketika aku sedang menuju ke kelas, sesampainya di kelas aku langsung duduk di samping Aqilla, sepertinya dia santai saja melihat wajahku, ya pasti santai lah, orang dia sudah tau kalau aku ini Diandra, tapi teman satu kelasku yang lain pada bingung melihat aku.

"Heh dia anak baru ya," kata Rangga.
"Iya deh kayaknya, tapi kok dia masuk kelasnya sendiri ya, biasanyakan diantar sama wali kelas," kata Abian teman satu bangkunya Rangga, masih banyak lagi bingung melihat aku masuk kelas sendiri, mereka mengira kalau aku ini anak baru, padahal aku sudah beberapa hari ini sekolah di sini.

"Pagi La, gimana dandanan aku hari ini?" tanyaku pada Aqilla.
"Kamu cantik banget Di," kata Aqilla.
"Seriusan?" tanyaku lagi.
"Serius atuh Di, emangnya aku pernah bohong sama kamu?" kata Aqilla.

"Ya nggak sih, tapi aku kan belum kenal aku banget, soalnya kita kan baru beberapa hari ketemu," kataku.
"Hehe, iya juga ya," kata Aqilla.

"Kamu tau nggak La?" tanyaku pada Aqilla.
"Ya nggak lah, orang kamu belum cerita sama aku," kata Aqilla, memotong pembicaraanku.
"Jelas aku baru mau bilang langsung kamu potong, mangkanya jangan ngomong dulu kalau aku lagi ngomong," kataku pada Aqilla.
"Hehe, iya lanjut," suruhnya.

"Nah jadi pas aku sedang menuju ke kelas semua orang pada kaget melihat aku, dan juga mereka muji aku cantik gitu," kataku.
"Oo," katanya.
"Lah kok cuma oo sih," kataku.
"Ya aku nggak bakalan kaget kalau kamu bilang kayak gitu, orang emang kenyataan kalau kamu itu cantik," katanya.
"Iya yah," kataku.

"Pagi guys, Sonya kembali lagi nih, pasti kalian rindu banget sama Sonya ya," kata nek lampir, pede amat lah nek lampir ini, mana ada orang mau kangenin dia, dan dia pun langsung melihat ke arahku. "Wow, kedatangan murid baru lagi nih, tapi lumayan lah dari pada nerd kemarin?" katanya lagi, lumayan palalu, jelas-jelas aku jauh lebih cantik dari dia, tapi dia bilang aku lumayan.

"Lumayan apanya So, kayaknya lebih cantikan dia deh dari kamu," kata Kayla, temannya nek lampir, nah kan temannya sendiri muji aku lebih cantik dari dia.

"Sudah diam aja Kay, ini bukan urasan kamu," kata nek lampir, nah pasti dia bingung mau membalas ucapan Kayla tadi, ya bingunglah jelas apa yang di katakan Kayla memang benar.

"Kamu anak baru ya?" tanya nek lampir dengan sopan, dia sedang duduk di kursi yang berada di depan mejaku.

"Iya," jawabku, aku menjawab iya karena aku kan masih beberapa hari sekolah di sini, jadi aku jawab iya deh.

"Kalau gitu kamu duduk sama aku saja yok," ajaknya
"Nggal deh," kataku.
"Kenapa?" tanya nek lampir.
"Soalnya aku nggak mau jauhan sama Michael," jawabku, aku melirik Aqilla yang sedang menahan tawanya.

"Emangnya kamu kenal sama Michael?" tanya nek lampir lagi, aduh banyak banget sih pertanyaan nek lampir, cepek aku ngejawab pertanyaannya.

"Ya kenal lah, aku itu kenal dia dari kecil," kataku pada nek lampir.
"Nggak usah bercanda," kata Sonya yang masih berbicara dengan sopan padaku dan aku juga membalasnya dengan sopan.

"Aku nggak bercanda kok, kalau kamu nggak percaya aku berani meluk dia sekarang," kataku, Sonya pun mengerutkan keningnya karena kaget mendengar omonganku tadi.

Tbc.

Aduh maaf ya aku jarang update sekarang😔, soalnya lagi sibuk banget jadi susah ngebagi waktunya.
Tapi gimana nih kelanjutan ceritanya DiMi?

Kalian suka nggak? Semoga saja suka ya😊

Jangan lupa untuk vote, komentar dan bantu share ya manteman😄

Sen, 11-Mei-20

DiMi With LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang