bukan pilihan part 12

50 3 0
                                        

BUKAN PILIHAN

#Bp_sopiawidia13

Part 12

Happy Reading
.
.
.
"Ya gue juga gak tau, yang jelas tadi itu...." ucap wilona menggantung.

"Tadi itu gimana will?Jangan digantung gantung napa?!" ucap dara tak sabar.

"Tadi tuh dia bilang, gue jangan deket deket ama mas vrl kalo gue gak mau celaka""ucap wilona sambil melirik sekilas kearah vrl yang sudah mengeraskan rahangnya.

"Emang dia punya hubungan apa sama vrl?" ucap dara sambil menatap vrl.

"Gue gak ada hubungan apa apa sama dia" ucap vrl dingin.

"Tadi katanya dia sih pacarnya" ucap wilona.

"Terus lo tadi di apain aja ama tuh orang?!" ucap leon mengalihkan pembicaraan karena ia tau kalau vrl paling anti jika membicarakan tentang hubungannya dengan aurel.

"Gue tadi dijambak terus disiram pake air es terus ditampar ampe 4 kali, terus didorong ampe kena tembok nih jidat gue, ampe benkol lagi" ucap wilona kesel.

"Ya ampun bener bener yeh tuh orang. Gak bisa dibiarin! Pokoknya kita harus bales tuh orang!" ucap sonya sambil mengepalkan tangannya.

"Iya pokoknya kita harus bales tuh orang. Gue gak trima kalo sahabat gue disakitin!" ucap dara.

"Udah lah gak usah diurusin, nanti malah jadi tambah runyam" ucap wilona.

"Gak pokoknya lo tenang aja, kita yang bakalan ngurusin mereka" ucap wilona.

"Yaudah lo istirahat aja will! Kita mau balik ke kelas nih, udah bel" ucap reza.

"Iya" Jawab wilona.

"Kalo gitu kita balik ye, tar kalo pulang kita kesini lagi" ucap dara seraya keluar dari ruangan UKS menuju kekelas diikuti oleh yang lainnya meninggalkan wilona dan vrl.

"Mas" panggil wilona.

Hening. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut vrl.

"Mas" ucap wilona lagi tetapi tetap tidak ada sahutan.

"Mas vrl" ucap wilona sambil mengguncang lengan vrl dan berhasil membangunkan vrl dari lamunannya.

"Cewek murahan" ucap vrl spontan dengan nada tinggi karena merasa terkejut dan berhasil membuat wilona mematung ditempatnya.

"A-apa ma-maksud mas ngomong kaya gitu s-sama a-ku" ucap wilona tersedat dengan diikuti oleh air mata yang mengalir di pipinya.

"Ma-maaf sayang, bukan maksud aku ngomong kaya gitu sama kamu, tadi itu aku cuma kaget aja, maafin aku yah. Aku gak bermaksud ngebentak kamu, aku juga gak bermaksud ngomong kaya gitu sama kamu, maafin aku yah?" ucap vrl sambil memeluk wilona,sedangkan wilona memberontak meminta dilepaskan.

"Udah dua kali lo ngomong kaya gitu ke gue, lo masih aja gak percaya sama gue setelah ap...." ucap wilona terpotong oleh vrl.

"Sstt sayang udah, maafin aku yah, aku gak sengaja, maafin aku" ucap vrl masih memeluk wilona yang sekarang sudah pasrah dipelukannya "aku percaya sama kamu, aku percaya. Tadi aku kaget, bukan maksud aku buat ngomong kaya gitu sama kamu, aku bener bener minta maaf, yang aku bilang tadi itu bukan kamu, tapi seseorang, seseorang yang paling aku benci" ucap vrl jeda sejenak sebelum ia melanjutkan kata katanya "suatu saat nanti aku bakalan cerita sama kamu, tapi gak sekarang, aku belum siap" ucap vrl sambil sesekali mencium puncak kepala wilona yang berada dipelukannya.

Vrl melepaskan pelukannya kemudian menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah wilona kemudian menghapus air mata wilona dengan ibu jarinya.

"Maafin aku yah, tadi aku bener bener gak sengaja. Maafin aku sayang" ucap vrl sambil menangkup wajah wilona dan mencium kening wilona lama.

"Kamu istirahat yah, maafin aku" ucap vrl seraya menuntun wilona untuk membaringkan tubuhnya dan mencium kening, mata, pipi, hidung dan bibirnya sekilas.

Vrl mengelus kening wilona hingga wilona tertidur dan sekali lagi ia mencium kening wilona lebih lama, menyalurkan rasa sayang dan cintanya pada istrinya itu.

"Maafin aku sayang, maaf, aku sayang sama kamu" lirih vrl sambil melepaskan ciumannya.
.
.
"Loh kok muka kamu pucet banget nak? Kamu sakit?" tanya teresia ketika melihat anaknya baru pulang sekolah bersama menantunya dengan wajah pucat.

"Iya mah tapi udah mendingan kok, kalo gitu aku ke kamar dulu ya mah" ucap wilona seraya melenggang pergi ke kamar dengan dituntun oleh vrl.

Setelah sampai di dalam kamar, vrl merebahkan tubuh wilona diatas ranjangnya.

"Kamu mau ganti baju dulu?" tanya vrl yang dijawab anggukkan oleh wilona. Vrl bergegas mengambilkan baju santai wilona didalam lemari.

"Mau ganti disini apa dikamar mandi aja?" ucap vrl.
"Disini aja, tapi kamu keluar dulu" ucap wilona. dan vrl langsung menurutinya keluar dari kamar.

Setelah beberapa menit vrl kembali masuk ke kamar dan melihat wilona sudah berganti pakaiannya.

"Kamu mau makan?" tanya vrl pada wilona yang sudah merebahkan tubuhnya.

"Nanti aja" ucap wilona sambil memejamkan matanya. Vrl yang mendengar itu pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan segera menistirahatkan badannya disebelah istrinya.

Vrl melingkarkan tangannya di perut wilona dan merapatkan tubuhnya pada wilona yang tidur membelakanginya.Sedangkan wilona memberontak tidak mau dipeluk olehnya, hal itu membuat vrl menjadi bingung.

"Kamu kenapa? Masih marah yah sama aku?" tanya vrl lembut masih dengan tangan memeluk wilona dari belakang wilona hanya diam tak menanggapi pertanyaan dari vrl.

"Maafin aku yah" ucap vrl yang lagi lagi tidak dijawab oleh wilona.

"Aku janji, suatu saat nanti aku bakalan cerita semuanya sama kamu, tapi gak sekarang, aku belum siap sayang" ucap vrl lembut.

"Kamu jangan marah yah sama aku, tolong kamu ngertiin aku" ucap vrl sambil sesekali mencium rambut wilona sedangkan wilona masih tetap bergeming.

"Aku janji aku bakalan cerita semuanya sama kamu kalau aku sudah siap" ucap vrl.

"Kenapa? Kamu gak percaya sama aku?" ucap wilona lirih dengan mata memerah dan siap untuk mengeluarkan cairan bening.

Vrl membalikkan tubuh wilona sehingga sekarang posisi mereka berhadapan. Vrl mengusap air mata wilona yang sudah terjatuh dari kelopaknya dengan ibu jarinya.

"Gak sayang, aku percaya sama kamu, aku percaya. Tapi aku belum siap buat ceritain ini sama kamu. Aku takut, aku takut luka yang selama ini aku tutupi terbuka lagi, aku takut semua usaha aku untuk menyembuhkan luka didalam hati aku sia sia, aku mohon kamu ngertiin aku" ucap vrl lembut sambil menangkup wajah wilona.

"Kamu percaya kan sama aku, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, jadi aku mohon sama kamu untuk selalu sabar dalam menghadapi semua cobaan yang menimpa hubungan kita, aku mohon sama kamu, kamu jangan pernah tinggalin aku,,tolong ajarin aku kalo aku salah, tolong lengkapi kekurangan aku dengan kelebihan kamu, aku sayang sama kamu" ucap vrl seraya merengkuh istrinya kedalam pelukannya dan mencium keningnya.

"Aku janji bakalan cerita semuanya sama kamu kalau aku bener bener udah siap, kamu ngertiin aku yah, kamu percayakan sama aku?" ucap vrl lagi dan ia merasakan jika istrinya mengangguk dalam pelukannya.

"Makasih sayang" ucap vrl kembali mencium kening wilona.
.
.
Bersambung

BUKAN PILIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang