~~
Melihat Grace yang hendak menampar Chelsea, Bagas berdiri hendak menghampiri Chelsea, namun tangannya di tahan oleh Rafli dan Marsha.
"Gas lo jangan kesana. Kita lihat dulu aja. Gue yakin Chelsea bisa ngadepin Grace. Gue tau lo hawatir, tapi lo harus percaya sama Chelsea. Biar dia yang ngomong ke Grace dan Ico."
Bagas pun hanya menatap was was Chelsea. Takutnya gadis yang dia sayangi sampai kenapa napa lagi.
Melihat Chelsea bisa menahan tangan Grace dan berbicara dengan tegas pada Grace, Bagas yakin gadisnya itu adalah gadis yang kuat. Terbukti dengan Grace yang bungkam dan Ico pun tidak bicara lagi.
Chelsea datang menghampiri mereka.
"Chel are you okay?"
"Yes, I'm okay."
"Kok lo bisa ngomong segitu tegasnya sama nenek lampir itu?"
"Gue males punya masalah sama siapapun. Gue paling gak suka. Kalau dia gak suka sama gue ya cukup gak suka aja. Gak usah ada masalah gitu."
"Gue salut sama lo."
"Udahlah gue gak mau bahas."
Menyelesaikan sarapan masing masing, mereka lantas bersiap siap untuk pulang. Pukul 10.00 mereka sudah pulang lagi kembali ke Jakarta. Meninggalkan beberapa hal sebagai kenangan dan mendapatkan hal hal baru sebagai pengalaman.
'Terimakasih Tuhan Kau Maha Baik'
***
Hari minggu ini Chelsea dan yang lainnya akan merayakan hari ulang tahun Angel. Mereka berniat membuat sebuah pesta kecil kecilan di resto milik Chelsea.
"Guys gimana, besok jadi gak?" Tanya Chelsea kepada teman temannya saat Angel sedang pergi ke toilet, sementara mereka ada di kantin sekolah.
"Jadi dong pasti."
"Berarti nanti ke resto gue ya, kita siapin buat besok."
"Ok."
"Gimana Dif?"
"Gue gak tega sumpah udah 3 hari ini gue diemin dia, ya walaupun gak gue jauhin sih cuma diemin doang tapi kan demi Angel bebebku ya kan... Hehe."
"Nah nanti kalau lo udah ada janji atau Angel ngajak lo pergi lo bilang aja lo sibuk ya."
"Iya iya.."
"Ndai, Sha pulang sekolah kita belanja dulu perlengkapannya. Biar anak anak cowok langsung ke resto aja."
"Ok siap."
Tiba tiba Angel datang selesai dari toilet.
"pada ngomongin apasih serius amat keknya."
"Hah.. Nggak kok.. Ini si Chelsea sama Bagas udah resmi jadian tau." Ucap Marsha.
"What? Demi apa? Seneng banget gue. Pajaknya dong ya nggak."
Chelsea dan Bagas hanya kaget kok bisa bisanya Marsha tau hal ini.
"Sha? Lo tau dari mana?" Tanya Cindai berbisik.
"Gue gak tau. Gue cuma ngomong asal aja."
"Parah lo"
"Hehe" marsha dan cindai hanya berbisik bisik.. Sementara yang lain hanya tersenyum kikuk.
Pulang sekolah ini, mereka langsung menjalankan rencana mereka. Namun saat di parkiran, Angel menghampiri Difa.
"Dif, gue mau ada yang diomongin sama lo."
"Ngomong apa Ngel, gue sibuk."
"Nanti lo bisa kan?"
"Gue.. Ada urusan. Gue duluan ya." Pamit Difa dan pergi meninggalkan Angel.
'Lo kenapa sih Dif, akhir akhir ini lo cuek sama gue' bathin Angel.
Sesuai rencana, setelah Chelsea, Cindai dan Marsha membeli perlengkapan pesta, mereka lantas pergi menuju resto Chelsea.
Sesampainya di resto, Chelsea melihat Bagas, Difa, Gilang dan Rafli sedang menunggu di salah satu kursi di lantai 1.
"Loh kok masih pada disini, kirain udah ke atas."
"emm kita nungguin lo."
"Oh ya udah ke atas yuk. Lantai 3 udah kosong kok, gue sengaja kosongin hari ini sama besok. Kalian duluan ke atas ya.. Gue mau ada perlu dulu. Oh ya mau pesen makan apa?"
"Ntar aja deh Chel, kita masih belum mau makan."
"Ya udah. Mau minum apa? Boba mau?"
"Hmm boleh deh."
"Ya udah gue kesana dulu ya."
"Ok. Kita keatas ya Chel."
Merekapun menuju ke lantai 3, tempat dimana akan diadakan pesta untuk Angel besok. Sementara Chelsea menuju ke salah satu waitres untuk memesan minuman buat para sahabatnya.
"Mbak, Minta tolong bikinin Boba ya 7 anterin ke atas. Aku ada di atas."
"Iya teh baik."
"Oh ya mbak, besok aku mau bikin pesta ulang tahun buat temen aku di atas, minta disiapin makanan aja ya buat besok."
"Iya teh."
"Makasih mbak. Aku keatas dulu."
"Iya teh." Pelayan itu hanya tersenyum. Bos mudanya ini sangat ramah dan baik sekali. Sopan terhadap siapapun.
Sampai di lantai 3, Chelsea mendapati mamahnya sedang berbincang dengan sahabat sahabatnya.
"Loh Mih kok ada disini?"
"Iya, tadi mamih kesini. Mamih tau kamu pulang sekolah langsung kesini makanya mamih kesini."
"Oh ya mih, besok Chelsea mau adain pesta buat Angel disini."
"Oh hari minggu ini, kirain minggu depan. Mamih gak bisa hadir maaf ya sayang, mamih harus ke Bandung nanti sore, paling pulangnya hari senin. Makanya mamih kesini mau bilang sama kamu."
"Ooh.. Ya udah mih gapapa."
"Ya udah sebelum kalian siapin semuanya, kalian mending makan dulu deh."
"Chelsea udah pesen minum mih, ditawarin makan pada belum mau katanya."
"Oh ya udah.. Tapi nanti harus makan ya. Sekarang udah jam 3, Mamih pulang ya. Nanti mamih ke Bandung jam 4, kamu hati hati ya sayang"
"Iya mih."
"Tante titip Chelsea yaa."
"Iya tante."
Mamih Chelsea pun meninggalkan mereka. Tidak lama pesanan minum mereka sudah diantar oleh salah satu pelayan. Mereka pun mulai mendekor Lantai 3, sambil sesekali bercanda dan tertawa.
-----------------------------------------------------------
Thankyou guys buat yang udah baca cerita ini. Mohon maaf typo masih berkeliran hehe. Ditunggu vote, comment dari kalian dan jangan lupa follow guyss
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Reason
Fiksi PenggemarThis is my first story. Jadi mohon di maklum ya kalau kurang rapi dalam pengolahan kata kata dan banyak typo hehe.. Hope you enjoy to read this story guys. Vote dan comment kalian berharga.. Thankyou #1 cgf (27 april 2020) Woww. Thankyou. Padahal ce...
