hari ini dengan semangat serta sedikit keraguan nya, seorang Lyodra Margaretha Pratama sedang berada di bandar udara adi soemarmo yang terletak di kota surakarta, solo.
pertama kali dalam hidupnya, dirinya akan menetap hanya berdua dengan kakak kandungnya yang saat ini tinggal di ibukota.
kalian pasti sudah mengetahui siapa yang menjadi kakak kandungnya Lyodra saat kalian membaca pengenalan tokoh sebelum chapter ini kan? ya benar sekali, dia adalah Nuca.
sejak menginjakkan kaki di sekolah menengah pertama, Nuca hijrah ke ibukota bersama anak dari rekan kerja papa nya. dan sejak saat itu juga, Nuca harus berpisah dengan Lyodra yang pada saat itu tinggal di surakarta, bersama kedua orang tua mereka.
setelah memasuki kelas 11, Lyodra memutuskan untuk mengikuti jejak kakaknya yang hijrah ke ibukota dan sudah disetujui oleh kedua orang tua mereka. toh di ibukota, kedua orang tua mereka sudah membelikan rumah yang cukup mewah dengan segala fasilitas yang sewajarnya untuk menetap disana.
sebenarnya, Lyodra sedikit ragu untuk bersaing dengan manusia manusia di ibukota, juga takut tidak memiliki teman disana. tetapi setidaknya dirinya ingin menambah pengalaman tentang apapun yang bisa dipelajari di ibukota.
Lyodra melihat arloji berwarna kuning yang melingkar di tangannya. dengan segera, dirinya berlari agar tidak tertinggal pesawat menuju ibukota.
"ck! capek juga lari lari" umpatnya kesal
dua kursi disamping Lyodra belum terisi oleh siapapun. takut? pasti, karena baru pertama kali dirinya pergi sejauh ini untuk meninggalkan kota tempat dirinya dibesarkan itu.
Lyodra membuka novel yang cukup tebal berjudul "Aku dan Kamu menjadi Kita" yang merupakan pemberian Ziva, sahabat sejak menginjakkan kaki di sekolah dasar itu. namun saat mereka beranjak memasuki area putih abu abu, Ziva harus berpisah dengan Lyodra karena Ziva mengikuti kedua orang tuanya dinas ke luar kota.
setelah dua kursi disampingnya sudah terisi, Lyodra cukup tenang karena mereka merupakan lansia yang ingin menemui anaknya yang juga tinggal di ibukota. sudah 19 tahun anaknya itu tidak ada niat untuk pulang menemui orang tuanya itu, bahkan untuk sekedar mengirim pesan saja tidak. durhaka kan?
✈️
Lyodra bernafas lega karena dirinya sudah berada di bandara international soekarno hatta, Lyodra berjalan menuju luar bandara.
hai, ibukota!
karena dirinya sangat mengantuk dan untuk berjalan pun begitu berat rasanya, tiba tiba ada seorang cowok yang membawa beberapa koper dan tak sengaja menabrak Lyodra.
"aw!" Lyodra tersungkur dengan posisi koper seorang cowok itu menimpa Lyodra
"sorry sorry" cowok itu berusaha membantu Lyodra berdiri, namun Lyodra menolaknya
"heh, lo tahu rasanya jatuh di timpa koper? mau coba? sakit tau gak!"
"ya gue minta maaf, ada yang luka? perlu gue obatin atau gimana?"
"gausah sok deh, jalan aja belum bener, mau ngobatin segala"
"ck! tadi katanya sakit, ya sini gue obatin. kebetulan gue bawa kotak p3k"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pesawat Cinta
Teen Fiction"kita itu bagaikan pesawat. aku pilot, kamu pramugari nya" -- Samuel Cipta Herma sebuah kisah tentang Lyodra Margaretha Pratama yang dipertemukan dengan Samuel Cipta Herma rank 1 #samuellyodra rank 1 #keisyanuca [28 Mei 2020] rank 3 #lyodra [4 Juni...
