Chapter 14// Camping day 2 (Hujan)

543 50 12
                                        

jangan lupa lagunya sambil di play, supaya enjoy hehe..

Utopia - Hujan.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.













"yang musuhan aja bisa timbul cinta, apalagi yang sahabatan?"

✈️

menghirup udara malam yang cukup segar sambil menikmati alunan lagu yang sedang dinyanyikan oleh beberapa peserta camping kali ini, Lyodra dan Ziva masih asyik dengan nasi kotak yang baru saja diambilnya tadi.

"ayo jangan lama-lama, sebentar lagi acara pembukaan akan segera dimulai" teriak pembina camping Moonlight High School tersebut

seluruh anak osis beserta tim inti pramuka tengah berdiskusi dadakan, sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka para pengurus sekolah yang merelakan waktunya untuk berkumpul dan diskusi dadakan seperti ini.

"lima menit lagi waktu kalian untuk bebas"

"ayo dipercepat makan nya"

"tenda yang belum didirikan segera saat ini juga, mau tidur dimana kalian nanti kalau belum didirikan"

"yang ini lagi jangan asyik foto-foto, ajak saya juga dong"

"upload instagramnya nanti aja, dirikan tendamu dulu"

begitu sekiranya ocehan dari anak osis pada siswa/i yang masih bermalas-malasan.

Nuca dan Keisya tampak seperti anak kembar yang tidak bisa dipisahkan, selalu berdua dan berdua. semuanya sudah tidak heran karena seperti yang sudah dilihat dari dulu bahwa mereka memang dekat layaknya "sahabat"

"kalian belum selesai makan?" -- tanya Keisya pada dua bocah kelaparan itu

Ziva menggeleng, "belum kak.. aku ambil dua kotak malah"

Nuca tertawa, "ziva emang paling beda. padahal sebentar lagi kumpul"

"karin mana?" tanya ziva yang baru sadar bahwa satu biang keroknya itu tidak ada di sampingnya.

Lyodra melihat kanan kirinya, "lah gue baru sadar ziv, mana dia ya"

"tar dulu, gue check tenda" Ziva pun meninggalkan nasi kotaknya yang tinggal beberapa suap lagi itu untuk mencari karin.

"ASTAGA DRAGON!" teriak ziva

Lyodra pun tampak panik melihat Ziva teriak, khawatir terjadi apa-apa pula pada Karin.

Pesawat CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang