"kita itu bagaikan pesawat. aku pilot, kamu pramugari nya" -- Samuel Cipta Herma
sebuah kisah tentang Lyodra Margaretha Pratama yang dipertemukan dengan Samuel Cipta Herma
rank 1 #samuellyodra
rank 1 #keisyanuca
[28 Mei 2020]
rank 3 #lyodra
[4 Juni...
Nadin Rifanka (Bunda Samuel) di chapter kali ini bunda Samuel muncul nih buat yang penasaran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
sebagai chef yang cukup terkenal dikalangan ibukota, Nadin ini mempunyai usaha cake and bakery yang telah berdiri selama 15 tahun.
usaha yang di dirikan sejak dulu itu sukses menarik ribuan pelanggan, karena memang suka dengan tekstur juga rasa yang terdapat di campuran kue tersebut.
dari usaha nya itu, Nadin mampu menghasilkan 10 juta setiap minggunya loh.
✈️
"kamu mau kemana, ly?"
Nuca terlihat heran dengan Lyodra yang kini sudah berpakaian rapi.
"ke toko kue" "siapa yang birthday?" "ziva" "perlu aku anter nggak?" "gak usah, aku yakin gak akan nyasar lagi. kan udah lumayan lama tinggal disini"
Nuca tersenyum, "hati-hati, bawa handphone loh. kalau nyasar langsung telfon aku ya"
Lyodra hanya mengangguk tanda mengiyakan pernyataan Nuca.
✈️
Lyodra memasuki toko cake andbakery yang cukup terkenal di kalangan masyarakat ibukota.
di tatapnya beberapa birthday cake yang menarik perhatian nya.
dan... yap!
"matcha cake nya satu ya mba, pesanan atas nama lyodra"
penjaga toko pun langsung mengemas pesanan Lyodra,
karena membutuhkan waktu 15 menit untuk menghias, Lyodra memutuskan untuk menunggu sambil duduk.
terdengar langkah sepatu high heels yang kini mengisi ruangan tersebut, dilihatnya wanita paruh baya yang baru saja tiba di toko kue dan Lyodra mengira bahwa beliau adalah pemilik toko kue ini.
"mba, pesanan pelanggan kemarin sudah di kemas kan?" tanyanya dengan suara yang sangat lembut membuat Lyodra otomatis tersenyum mendengarnya
"sudah nyonya" jawab penjaga toko kue itu
kini tatapan wanita paruh baya itu berganti pada Lyodra yang sedang menunggu.
Lyodra mengembangkan senyumnya ketika wanita paruh baya itu menatapnya.