5. As a Dating

4.4K 251 12
                                    

Pada awalnya,  keduanya memang agak canggung untuk saling mengungkap satu sama lain. Mereka berdua menyempatkan waktu libur akhir pekan untuk menghabiskan waktu berdua, berbicara empat mata. Taehyung ingin tahu apa yang membuat Irene tidak nyaman darinya,  dan Irene juga ingin tahu apa yang membuat Taehyung tidak nyaman akan dirinya. Keduanya sama-sama menuntut sebuah kejujuran,  karena seperti yang kita tahu,  kejujuran merupakan pondasi terkuat dalam sebuah hubungan setelah cinta.

Irene tidak suka bila Taehyung terus terpaku akan surat persetujuan,  Irene juga tidak suka Taehyung yang terlalu memforsir diri dalam urusan bekerja sampai lupa makan dan kesehatannya.

Sedangkan Taehyung, dia tak memiliki satupun hal yang tidak disukainya dari Irene. Irene begitu sempurna dimatanya hingga tak memiliki celah sedikitpun untuk tidak disukai. Kalian tahu kan? Betapa Taehyung menjadi gila meski Irene hanya membersihkan meja,  mengaduk sup,  atau menyeruput teh. Taehyung memang sudah terpesona sejak awal.  Tapi bodohnya, ia malah terus mengikuti gengsinya.

"Sekarang kita seperti sedang berkencan sungguhan" ucap Taehyung disela-sela bahu Irene, tepatnya diperpotongan antara bahu dan leher Irene, tempat itu menjadi tempat favoritnya untuk menelusupkan wajah dan menggesekkan hidung mancungnya beberapa saat untuk menghirup aroma khas wanitanya ini.

Irene sudah tidak geli, karena ini sudah terbiasa,  Taehyung hampir melakukannya setiap malam, ketika sedang menonton tv atau lainnya. Dengan hembusan nafas ia menjawab "Jadi, apa yang kemarin berpura-pura?"

Taehyung terkekeh tanpa menjawab, dia malah mengangkat tangannya menuju dagu Irene,  membawanya menoleh kekiri hingga pipi cantik itu membentur hidung mancungnya, sedetik kemudian Taehyung menggerakkan bibirnya mengecup pipi mulus tersebut, membuat Irene secara spontan memejam merasakan dingin lembab bibir Taehyung. Hingga tanpa sadar, benda kenyal dan basah itu sudah menyapa bibirnya, bermula dengan kecupan singkat selama tiga kali, lalu beralih menjadi sebuah lumatan padat dan lembut yang menghanyutkan. Irene maupun Taehyung sama-sama menikmati momen ini,  mungkin mereka akan melakukannya sampai pagi jika saja tak emngingat udara semakin tipis dan paru-paru semakin sesak. Dengan nafas terengah keduanya saling membuka mata, menatap kedua manik hangat yang sama-sama mengutarakan rasa yang sama pula.  Memgambil nafas lagi untuk memulainya lagi, kali ini lebih panas,  ritmenya lebih cepat, seperti ada hasrat yang menuntut untuk meminta lebih. Dan Irene, ia tak menolak sama sekali apa yang dilakukan oleh Taehyung.  Bahkan ia juga tidak sadar sejak kapan tubuhnya terbaring lembut dibawah tubuh kekar Taehyung, ia juga tak sadar sejak kapan Taehyung membuka kancing piyamanya dan menelusupkan wajahnya disana.  Memainkan sesuatu yang membuat Irene mengerang frustasi. Jika sudah sejauh ini,  percuma saja menolak,  karena Taehyung tidak akan mendengarkannya. Dan Irene membiarkan Taehyung melakukannya,  karena jujur saja sebagian dirinya juga menginginkannya. Tidak perlu lagi untuk dijelaskan bagaimana adegan selanjutnya terjadi, karena kalian juga pasti paham. Biarkan saja mereka melakukannya dengan semestinya. Menikmati sensasi puncak yang didamba.

Warning!! : Makruhnya puasa kalian bukan tanggunganku ya 😉

Sesungguhnya ini tuh masih panjaaang banget, aku ga yakin bisa cepet selesainnya.
But, aku tetep janji akan nerusin ini sampe end.
Mau sad ending atau happy ending nih. Mungkin abis lebaran kali ya aku mulai keluarin konfliknya.
Jangan lupa vote, komen juga boleh 😂

Bubay yah, aku mau lanjut nemenin Emphi sikat gigi dulu 😂😂

Auto digampar bucinnya Taehyung 😆😆😆

WANNABETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang