8. Fear

3K 236 27
                                    

Pada awalnya, semua itu memang terasa begitu menyakitkan bagi Irene. Tidak ada satupun hari yang terlewati tanpa air mata. Irene terlalu membawa perasaannya ketika menghadapi perlakuan Taehyung yang menyerupai iblis.

Begitu menyesakkan sehingga otak meanjadi semakin sempit untuk berpikir, lalu berakhir dengan ide untuk mengakhiri hidupnya.

Tetapi, seperti angin dingin yang datang menyejukkan hati dan pikiran Irene, membawa sebuah pemikiran bahwa tidak lucu jika seorang Irene akan mengakhiri hidupnya karena cinta.

Apalagi cinta terhadap orang yang salah. Iya, mencintai Taehyung merupakan hal yang salah meski pernyataan itu ditolak oleh hati kecilnya. 

Semakin merenung, Irene semakin menyadari bahwa ia telah bersikap bodoh karena memperlihatkan kesedihannya dihadapan Taehyung,  bukankah itu malah membuat Taehyung senang? Taehyung akan merasa menang karena berhasil. membuat Irene bersedih.

Jadi, Irene memutuskan untuk ikut andil menyiksa Taehyung juga.

Irene menjadi merasa begitu tertantang untuk menerima dan memberikan siksaan tersebut.

Jadi, kita lihat saja, siapa yang pada akhirnya tersiksa lebih dalam. Irene atau justru Taehyung sendiri.

****

Taehyung pernah berucap bahwa dunia ini bisa dinilai dengan harga, termasuk wanita seperti Irene.

Dulu terasa begitu menyakitkan bagai pisau yang menyayat hati Irene lalu ditabur garam,  tetapi sekarang, perkataan itu menciptakan sebuah seringaian dari bibir kecil Irene dan berakhir dengan kobaran semangat untuk membalas rasa sakitnya. Membuat Taehyung menerima sensasu yang pernah Irene rasakan atas perlakuannya.

****

Hujan diluar terlihat begitu deras, Irene menatap hujan tersebut dibalik jendela yang disibakannya. Tak lama kemudian,  terlihat sorot lampu yang semakin dekat, dan ternyata itu mobil  Taehyung.

Irene melihat Taehyung yang keluar dari mobil dengan tergesa untuk membuka gerbang dan membawa masuk mobilnya,  dan setelahnya berlari lagi mengunci gerbang lalu masuk kedalam rumah.

Hal yang pertama ia temui adalah Taehyung dengan pakaiannya yang basah kuyup. Rambut hitamnya yang memanjang itu sampai menutupi mata, bibirnya tampak begitu menawan tatkala basah.

Tapi lupakan, itu bukanlah hal yang sulit dihindari.

"Aku sudah menyiapkan air panas,  langsung mandi saja, dimeja makan juga sudah kusiapkan makanan" Ujar Irene ketika Taehyung hendak melewatinya.

Taehyung menghentikan langkahnya lalu menoleh kepada Irene yang masih duduk santai disofa, "Apa kau sedang peduli denganku?"  tanyanya dengan keraguan.

Irene lantas berdiri, berjalan mendekat kearah Taehyung, lalu menyibakan rambut hitam panjang yang menutupi mata dari pria tampan dihadapannya ini.

Saling menatap tiga detik, lalu Irene menjawab "Apa kau merasa seperti itu? " Irene terlihat seperti sedang berfikir,  lalu meneruskan lagi perkataannya "Kau boleh menganggapnya seperti itu, tapiii.. " Irene malah seperti menggoda Taehyung dengan memainkan dasi yang masih tergantung dileher Taehyung, membuat Taehyung harus berusaha sekuat tenaga menahan rasa ingin tahunya.

Jadi, ia menghela nafas, dan bertanya dengan mengejek, "Tapi apa? ".

"Tapi,  kufikir aku sedang melakukan hal yang membuatku memdapatkan banyak bonus. Kau tahu kan?  Suatu saat nanti kita harus bercerai, aku tidak muu menjadi janda miskin"  jawab Irene dengan seraian dan diakhiri dengan kedipan sebelah matanya.

Kala itu pula Taehyung terkekeh.  Satu sisi ia terkekeh karena hatinya merasa aneh ketika jawaban Irene melenceng jauh dari apa yang ia kira,  disisi lain,  ia terkekeh karena ia tak menyangka Irene akan berfikir sedemikian. Ternyata, Irene sangat pandai mengikuti alur yang dibuat Taehyung sendiri.

"Baiklah, aku akan memberikanmu bonus yang banyak, lagipula aku juga akan malu jika nanti mantan istriku disorot media karena harus kembali menjalani hidup susah" Jawab Taehyung sebelum mengecup pipi Irene lalu melenggang menuju kamar mandi untuk mandi.

Seketika,  kedua bibir yang sebelumnya saling memperlihatkan seringaian menggoda ini berubah menjadi sendu. Taehyung yang membiaskan air matanya dengan guyuran shower,  sedangkan Irene yang menyembunyikan tangisnya didalam selimut tidurnya. 

Beberapa waktu yang lalu mereka terlihat begitu kuat,  tapi sekarang kalian lihat kan?  Seperti apa mereka. Mereka sama-sama rapuh.

Kalian tahu kan sekarang siapa saja yang tersiksa.  Bukan hanya Irene, tetapi Taehyung juga merasakannya.

So sorry kalo nggak sesuai sama yang kalian harapkan.

Tapi ini aku semangat nulis ini, karena gimana ya,  disini tuh Irene ngga perlu berkata kejam tapi udah nyakitin gituloh.  Jadi, kayak menyiksa pelan pelan.

Tapi itu bagiku, kalo kalian gimana??

WANNABETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang