Dara menghempaskan tubuhnya kekasur dengan kasar "Pabbo kenapa kau hanya diam saja saat dia menciummu gadis bodoh" ujar Dara frustasi. Dara memegang bibirnya dan bayangan Jiyong menciumnya tadi memenuhi isi kepalanya saat ini. "apa dia akan menganggapku gadis murahan? ottokhaee" ucap Dara dengan menarik-narik rambutnya.
Berbeda dengan Dara, Jiyong malah hanya senyum-senyum seperti orang bodoh saat masih mengendarai mobilnya. "aku akan membuat kau mengakui perasaanmu padaku Dara" ujar Jiyong dengan menggigit bibir bawahnya.
Keesokan harinya
Dara bersiap-siap untuk ke butik Dami walau sebenarnya dia sangat malas karena kejadian semalam. Dia sangat yakin akan bertemu Jiyong disana dan dia belum siap untuk bertatap muka dengan laki-laki itu.
"Eomma Appa aku berangkat"
"Kau tidak sarapan dulu?" Tanya tuan Park
"nanti saja, aku masih belum lapar" jujur saja Dara tidak nafsu makan saat ini.
"paling tidak minum susu dulu ne" ujar nyonya Park yang diberi anggukan oleh Dara.
Dara meminum susu cokelatnya setengah "kalau begitu aku berangkat ya Eomma Appa" Dara mencium pipi Eomma dan Appanya sebelum pergi.
Dara berjalan menuju ruangannya dengan sibuk memainkan ponselnya "Ting!" satu esan masuk ke ponsel Dara.
"Hai Honey"
Dara kaget dengan pesan yang masuk "Honey? siapa yang mengirim pesan gila ini" gerutu Dara. kemudian Dara menghapus pesan itu lalu memasukkan ponselnya ke kantong celana.
Dara duduk di kursinya dan mulai bekerja karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke paris. Dia juga ingin menjauh dari Jiyong karena menurutnya hubungan mereka saat ini sunggu tidak benar.
Tidak terasa waktu makan siang sudah masuk "Dara kau ingin makan diluar atau mau dipesankan makanan saja?" tanya Dami karena dia melihat Dara sangat sibuk hari ini.
"mmm sepertinya pilihan kedua lebih baik Eonnie hehehehe"
"sudah ku duga. baiklah aku akan pesankan makanannya. Kau mau apa?"
"terserah kau saja aku pasti akan memakannya"
"Geurae akan aku pesankan makanan terenak untukmu" ujar Dami
"Gomawoo Eonnie" yang diberikan anggukan oleh Dami sebelum dia keluar dari ruangan Dara.
Dara melihat jamnya yang sekarang sudah menunjukkan pukul 12.15 siang dan dia belum melihat Jiyong disini. Wait! apa dia sedang munggu kedatangan Jiyong? Dara menggelengkan kepalanya cepat "kau sepertinya sudah gila Dara" ujar Dara ngeri pada dirinya sendiri.
Saat ini Dara sedang menyantap makananya dengan Dami walau Dara hanya mengaduk makanananya sedari tadi.
"Apa makannya tidak enak?" tanya Dami dengan memasukan potongan daging kemulutnya.
"Enak. Tapi sepertinya aku sedang tidak nafsu makan" jawab Dara
"Apa kau sakit?" tanya Dami yang diberi gelengan oleh Dara.
"kau harus makan Dara jangan sampai kau makin kurus karena bekerja denganku"
"hahahaha arraseo Eonnie"
"Eoonie, Jiyong tidak datang hari ini?" akhirnya pertanyaan itu muncul dimulut dara adahal dia sudah menahannya sedari tadi.
"Molla sepertinya dia sedang sibuk mempersiapkan acara dikampusnya. Wae? kau merindukannya?" goda Dami
