I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure
Don't wanna miss a thing - Aerosmith
***
Hari ini adalah salah satu hari dimana keberuntungan nggak berpihak pada gue. Bukannya sial, cuma kurang beruntung aja. Dari sekian banyak hari, kenapa harus hari ini gue bangunnya kesiangan. Gue terbangun di jam 6 lewat dan memutuskan buat melewatkan acara mandi pagi. Asli hanya dengan mencuci wajah, lalu mengaplikasikan bedak dan liptint. Gue berangkat buru-buru karena sadar dosen gue hari ini adalah salah satu dosen yang selalu tepat waktu.
Tapi kenyataan berkata lain. Dosen gue, dengan sengaja, masuk lebih cepat dari biasanya. Kata Yooa, beliau udah nongkrong di kelas sekitar jam 6.45 tapi dengan sengaja lagi, beliau menutup pintu kelas tepat jam 6.55 yang itu artinya, mahasiswa yang masih berada di luar kelas saat pintu sudah tertutup adalah mahasiswa yang bolos matakuliah beliau hari itu.
Ajaib memang dosen gue.
Padahal, gue udah berusaha nyampe depan pintu kelas tepat pukul 6.57. Iya, pintu yang udah tertutup dari dalam kelas, yang artinya gue harus terpaksa absen hari ini.
Gue masuk kelas untuk mata kuliah selanjutnya, disambut rentetan pertanyaan dari Bona, Yoo dan Seongwoo. Kebetulan ponsel gue baru menyala saat gue sudah di dalam ruangan, karena tadi harus mengisi daya dulu dan gue matiin, semalem nggak sempat.
Ada 26 panggilan tidak terjawab, dan tentu saja nama ketiga sahabat gue ini menyumbang daftar terbanyak, ditambah abang juga Haechan.
Gue terhenyak, nggak ada satupun dari daftar itu nama kontak Doyoung muncul, chat maupun panggilan. Inilah salah satu alasan kenapa gue terjaga hingga larut ditemani drama korea yang terputar dari laptop dan menyebabkan gue bangunnya kesiangan.
Doyoung nggak ada kabar dari kemarin siang. Chat gue nggak dibales. Niatan untuk menelfon pun gue urungkan karena takut mengganggu kesibukan dia.
Oke, baiklah.
Gue mencoba memaklumi. Mungkin dia sibuk. Mungkin dia nggak sempat memeriksa chat. Mungkin chat gue terlewat hingga yang paling tidak masuk akal, gue berpikir, mungkin kuota internet dia lagi habis. Tetap berpikir positif adalah cara untuk membuat diri gue tenang.
Semalaman suntuk gue memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu dan memutuskan mengalihkan pikiran dengan menonton drama korea.
Gue sudah terbiasa dengan Doyoung yang tidak ada kabar seharian. Bukannya posesif harus tau kabar dia 24 jam dalam seminggu. Tapi seenggaknya dia info ke gue kalo dia emang lagi sibuk. Gue kan juga pengen memberi perhatian buat cowok gue.
Kadang ya, iri juga liat pasangan lain bisa saling memberi perhatian satu sama lain. Gue kalo sama Doyoung, membayangkan aja takut apalagi minta langsung. Entah kenapa, gue sungkan untuk banyak menuntut. Rasanya sungguh tidak pantas kalau gue mengatur dia harus bagaimana dengan hubungan ini. Gue nggak boleh egois demi kenyamanan gue sendiri.
Entahlah.
Apa benar itu yang gue rasakan?
Jiwa gue ditarik dari lamunan oleh suara ponsel gue yang berdering. Sebelum meraih ponsel dari atas meja, gue melihat sekeliling dan kebetulan belum ada dosen yang mengisi.
Panggilan dari Lee Taeyong!
"Haㅡ"
"Lo lagi dimana?"
"Gue ada kelas." Taeyong terdiam dari seberang setelah mendengar jawaban gue. Nafasnya terdengar terburu.
"Al, Doyoung sakit."
Sekarang giliran gue yang terdiam, nafas gue tercekat. Selain terkejut mendengar kabar Doyoung, suara Taeyong terdengar putus asa.
"Gue minta tolong sama lo, please temenin dia. Gue lagi ada urusan mendesak. Kalo ini cepat kelar, gue segera menyusul. Tapi untuk saat ini, gue butuh lo buat nemenin dia dulu."
Gue nggak bertanya banyak lagi, langsung bergegas kabur dari kelas diikuti seruan kaget sahabat-sahabat gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Walk You Home
Fanfiction"You might don't know me, but I am Kim Doyoung and i have crush on you. So, would you be my girlfriend?"
