Melihat salsa sudah pergi devan membuka suara.
"Rakk itu dileher salsa ada bekas warna ungu, lo abis apain anak orang" ucap devan
Deg
Deg
Deg
Raka membulatkan matanya kaget lelaki itu lupa memberitahu salsa untuk menutupi lehernya akibat ulahnya tadi.
Ucapan devan itu didengar oleh tiya membuat tiya syokk. Tiya tidak melihat tanda itu karna sedari tadi dia berdiri disamping kanan salsa dan rambutnya terurai kedepan dan waktu berpelukan tadi tiya hanya memerhatikan wajah Cantik gadis itu sedangkan dari posisi devan yang berada didepan mereka tanda itu terlihat jelas.
*mampus kau raka HAHAHA
"RAKAAAAAA" Bentak tiya
Devan dan fathan kaget.
"IKUT MAMA KERUANGAN PAPA"
"Tapi ma raka banyak tugas" elak lelaki itu.
"TUGAS KAMU BIAR MEREKA YANG URUS, KAMU IKUT MAMA"
Mautak mau raka mengikuti perintah mamanya itu.
Raka berjalan dibelakang tiya takut mamanya itu mengamuk seperti singa.
Sesampai didepan ruangan tama, tiya langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Sedangkan Tama dan rekan guru yang diruangan itu mulai bersalaman tanda mengakhiri rapat mereka dibuat kaget.
Raka yang melihat kelakuan barbar mamanya itu hanya menggelengkan kepalanya.
Tiya yang melihat keadaan ruangan itu tersenyum.
"Maaf menganggu saya mau bicara dengan suami dan anak saya" ucap tiya.
"Baik bu silahkan kami juga sudah selesai rapatnya" ucap salah satu guru.
Para guru-guru yang ikut rapatpun keluar.
Muka tiya yang tadi ceria berubah menjadi raut wajah orang kesal
"RAKA DUDUK" ucap tiya
Raka mengikuti perkataan ibunya dengan lesu dan merasa degdegan penasaran mamanya itu akan menghukumnya apa.
"Kenapa ma?" Tanya tama
"Biar raka yang jelasin" balas tiya
Raka diam entah mengapa mulutnya sangat susah diajak kompromi sekarang.
"Raka" panggil tama bingung
"Raka gak tau pa" balasnya
"Gak tau gimana? Tau gak pa, raka udah buat tanda di leher salsa" ucap tiya
Tama mendengar itupun tercengang.
"Panggil salsa" ucap tama
"Salsa lagi belajar pa" balas raka
"PANGGIL" suara tama meninggi.
Raka hanya mengangguk kemudian keluar menuju kelas gadisnya itu.
Sesampai didepan kelas salsa, raka menghembuskan nafas beratnya kemudian mengetuk pintu kelas salsa.
"Permisi bu" raka berjalan kearah guru yang mengajar dikelas gadisnya itu kemudian salim.
Kelas yang tadinya diam sekarang mulai ricuh berbisik-bisik.
Wahhh itu raka tambah ganteng anjir
Mau apa ketos kekelas kita
Si ibu genit tuhhh
Lepasin dulu tangannya bu woi
Dll
Tangan raka yang tadi salim digenggam terus oleh gurunya.
"Kenapa raka cari ibu?"
"Lepas" ujar raka dengan dingin
Guru itu melepaskan genggamannya.
"Saya mau panggil salsa"
"Loh kenapa? Bukannya kamu kesini mau ketemu ibu"
Siswa(i) yang mendengarnyapun bersorak.
Huuuuuuuu pd bet dah lu
"Saya kesini cari pacar saya"
Deg
Salsa mendengar itupun langsung menundukkan kepalanya "aduhhh sigoblok mana ibu benci gue lagi nanti tambah benciiiiii mampus" ujar salsa dalam hati.
"Ngapain kamu cari pacar kamu, kamu tau ini jam pelajaran raka, kamu itu ketua osis dimana sopan santunmu!"
"Salsa dipanggil sama ketua yayasan disuruh keruangannya"
Ibu guru itu langsung tegang memasang raut wajah kaget ia lupa raka adalah anak ketua yayasan sama halnya dengan salsa, mengapa papa tama memanggilnya.
"Yyaaudah, salsa kamu keluar dipanggil ketua yayasan"
Salsa langsung beranjak dari tempat duduknya lalu keluar kelas disusul oleh raka.
"Kenapa?" Tanya salsa
"Gakpapa kamu dengerin papa ajaya" ucap raka
Gadis itu mengangguk
Salsa telah sampai didepan ruangan tama salsa mengetuk lalu masuk, ruangan ini hawanya terasa panas dan tegang.
"Salsa duduk" ucap tama
.
.
.
.
.
Hayolohhhh raka sama salsa bakal dikasih hukuman apaaa hihiii
Kalau kalian penasaran pantengin trusya ♥️
Kalau ada saran/masukan/kritikan buat cerita aku jangan raguya gaes
Pantengin trusya ❤️🙏
Buat pembaca gelap tolong hargai aku huhu
*Jangan lupa vote commentya supaya aku semangat trus ngelanjutin ceritanya*
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan (RAKSA)
Teen FictionSEBELUM MEMBACA KALIAN WAJIB FOLLOW AKU DULUYA KARNA ADA BEBERAPA PART DIPRIVAT HEHE♥️ BACA JUGA KARYAKU LAINNYA. . . Dua sejoli dipertemukan akibat perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orangtua mereka. Awalnya gadis itu tidak ingin perjod...
