"Kalo misalnya nih, lo jadian sama orang yang baru lo kenal. Bakal menjamin, sikap dia ga berubah setelah kalian jadian?" pertanyaan Katty membuat Letta berpikir.
"Please lahh ini udah berapa tahun lo ga ngungkapin perasaan lo ke dia." ucap Jeff gem...
Terlihat Dylan sedang duduk menunggu seseorang, sambil menikmati kopi yang disuguhkan oleh Coffee Shop dekat penginapan The Rose. Dan kebetulan sehari ini mereka lagi senggang, tidak ada jadwal.
Kling!! Seorang pemuda dengan berperawakan tinggi dengan rambut pirangnya, masuk ke Coffee Shop yang Dylan kunjungi. Dengan senyum tipisnya yang mungkin bisa membuat cewe-cewe meleleh saat itu juga, dia berjalan menuju tempat duduk Dylan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak Dylan..." panggil pemuda tersebut ketika melihat sosok Dylan berdiri dan tersenyum padanya, lalu dia langsung memeluk erat Dylan.
"Apa kabar? Makasih ya udah mau mampir kesini." sapa Dylan sambil membalas pelukkan pemuda tersebut.
"Sehat dong... Iya sama-sama Kak, sekalian aku mau jalan juga kok." jawab pemuda itu dengan ceria. Yang Dylan tunggu ini Vino, dia adik lelaki Letta. Pasca meninggalnya Ayah dan Kakak sulung mereka beberapa tahun lalu, dia dan Bundanya pindah ke Yogyakarta dan melanjutkan kuliah di Kota tersebut.
"Bunda apa kabar?"
"Sehat. Kak Letta ga ngikut ya Kak?" tanya Vino dan dia duduk di hadapan Dylan.
"Iya. Dia lagi banyak kerjaan, jadi ga ikut ke Jogja." jelas Dylan.
"Oiya, aku mau ngomong sesuatu. Penting banget.." lanjut Dylan.
"Kenapa Kak?"
"Sebenarnya aku udah omongin ini sama Bang Leo dan dia setuju. Hmm... aku mau minta izin ke kamu buat ngelamar Kakak kamu." kata Dylan tanpa basa-basi.
"Aku izin ke kamu dulu karena kamu sebagai pengganti mendiang Ayah." lanjutnya.
Keadaan hening sesaat, terlihat Vino sedang memikirkan sesuatu. Dan akhirnya ia pun berkata, "Hmm... Kak, ga usah ditanya aku pasti setuju sama rencana kak Dylan. Bunda juga pasti seneng banget denger kak Dylan mau ngelamar Kak Letta.. Hahaha." kata Vino semangat.
"Tapi semua keputusan itu balik lagi ke Kak Letta. Aku sih ngarepnya Kak Letta terima Kak Dylan, Hihihi..." lanjutnya.
"Aku siap kok, apapun jawaban Letta nanti. Rencana habis kerjaan kita disini selesai, aku sama yang lain mau mampir kerumah kamu. Sekalian mau bicarain rencana aku ke Bunda juga." jelas Dylan.
"Nanti kabarin aku aja. Ahh aku ga sabar nih kak Dylan bakal resmi jadi kakak ipar aku, hihihi.." goda Vino.
"Doain aja ya Vin, semoga semua lancar."
"Pasti kak.."
"Jangan bilang-bilang Letta dulu tentang rencana aku."
"Sipp kakk, hihihi..." kata Vino sambil mengacungkan kedua jempolnya.
×××××
Di Hotel tempat The Rose menginap
Setelah bertemu dengan Vino, adiknya Letta. Dylan kembali ke kamar hotelnya dan terlihat dia duduk melamun di balkon kamar Hotelnya.