Chapter 7

33 2 2
                                    

Fashion Week, Yogyakarta

"Lo kenapa, Lan? Dari tadi gue perhatiin muka ditekuk mulu." tanya Leo yang duduk disebelah Dylan. Belum sempat Dylan menjawab, Jeff yang menjawab pertanyaan Leo, "Lagi diambekin Letta."

"Hah?! Kok bisa?" ucap Leo dan Sammy serentak. Sammy yang dari tadi sibuk dengan hp-nya sampai kaget mendengar jawaban Jeff.

"Dia ngelarang Letta jalan sama Jona, kkkkk." Jeff lagi yang menjawab. "Ga usah dibahas disini sih." kata Dylan malas. "Hahaha, segitu takutnya Letta berpaling." ledek Leo. "Makanya buruan dah tuh lamar Letta, biar ga ada yang ngedeketin." lanjut Leo.

"Yakan gara-gara lo bang, gue gagal ngelamar Letta sebelum kesini." kata Dylan agak kesal.

"Lah nyalahin gue. Coba pas waktu itu lo bilang dulu ke gue, ya gue ga bakal ngadain barbeque dadakan." Leo membela diri karena tidak mau disalahkan.

"Hush, udah jangan ribut disini. Kita mau di foto guys.." Sammy melerai Dylan dan Leo, mereka pun berhenti berdebat dan berpose untuk di foto.

" Sammy melerai Dylan dan Leo, mereka pun berhenti berdebat dan berpose untuk di foto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*gateng-gateng banget YA LORD!!!* 💕💕💕

×××××

Senja hari di Jakarta

Disalah satu restoran junk food di Jakarta, terlihat Letta sedang melamun sambil ngemil kentang yang dia pesan, dan di hadapannya ada Jona yang sedang asik menghabiskan ayam gorengnya. Sebenarnya dari kemarin mood Letta kurang bagus, tapi karena dia sudah janji dengan Jona untuk jalan dengannya hari ini, mau ga mau dia sekarang sedang bersama Jona.

"Ini kalo kulit ayamnya tiba-tiba gue ambil, lo marah ga?" tanya Letta iseng, ketika dia melihat Jona menyisihkan kulit ayam yang terlihat renyah.

"Hmm biasanya gue bakal marah sih. Tapi kalo lo yang ambil, gue ga bakal marah." jawab Jona sejenak menghentikan kegiatan makannya dan melanjutkannya lagi. Letta hanya tersenyum mendengar jawaban Jona dan dia pun kembali ngelamun, mengingat percakapannya dengan Dylan di telepon kemarin.

×××××

Flashback On

"Besok kamu jadi jalan sama Jona?" tanya Dylan dari seberang sana.
"Jadi, kenapa?"
"Bisa kamu batalin aja?"
"Ga bisa, aku udah janji sama dia. Kenapa Lan?"
"Please, batalin aja ya..." Dylan memohon.
"Kamu kan tau, aku ga suka ngebatalin janji seenaknya. Kamu kenapa sih?"
"Ga kenapa-kenapa." Dylan berusaha menyembunyikan kecemburuannya.
"Kasih aku alasan yang jelas kenapa kamu nyuruh aku ngebatalin janji sama dia." ucap Letta tegas. Sebenarnya dia tau kalau Dylan terdengar cemburu, tapi dia ga mau semudah itu menuruti perkataan Dylan.

"Ya aku ga suka aja kamu jalan sama Jona." jawab Dylan masih ga jujur.

"Bilang cemburu aja susah!" gumam Letta kesal dalam hati.

You Are the Reason (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang