Chapter 5

39 2 3
                                        

Cafe La Madre

"Katty...." sapa Letta ketika melihat Katty sudah menempati tempat favoritnya di La Madre.

"Sama siapa?" tanya Katty.

"Sama Dylan. Itu dia lagi pesen minuman."

"Eh Kat.. mau ceritaaa, tau ga semalem tuh...." akhirnya Letta menceritakan kejadian tadi semalam ke Katty dan kejadian di Apartemennya.

"Lo tau tadi kita hampir kisseu." kata Letta pelan tapi masih terdengar oleh Katty.

"Hah!! Terus terus??"

"Terus Leo muncul, jadi ga jadi deh."

"Ahh sepupu lo ganggu aja."

"Udah mulai berani yaa Dylan." gumam Katty.

"Berani gimana?" tanya Letta bingung.

"Ya udah berani kecup-kecup, cium-cium. Dan lo masih ragu kalo Dylan suka sama lo? Lo bego apa gimana sih?" kata Katty gemes.

"Ya gue ga bego juga kaliii, tapi..."

"Tapi lo masih takut kalo kalian jadian sikap dia ke lo berubah." kata Katty memotong ucapan Letta barusan.

"Bukan yang itu..."

"Terus?"

"Tapi, apa iya dengan perlakuan dia yang kayak semalem dan tadi, ngebuktiin kalo dia suka sama gue? Cinta sama gue? Seenggaknya dia bilang gitu."

"Ga gampang sayang, ngungkapin perasaan cinta dengan kata-kata. Lo pikir Dylan itu Leo?"

"Ya kalo Dylan macem Leo, gue ga perlu galau-galau gini. Huhh pusing... Mau nangis rasanya..." kata Letta sambil mendongakkan kepalanya keatas, menahan air matanya supaya tidak keluar.

"Sabar ya Lett..." Katty menepuk-nepuk pundak Letta untuk menenangkannya.

"Ehh Lett... Itu Dylan ngobrol sama siapa?" Katty melihat Dylan sedang mengobrol dengan seorang cewe dan Letta mengikuti ke arah yang di lihat Katty.

"Temennya Dylan cewe?" gumam Letta dalam hati.

"Ga tau." kata Letta sambil mengangkat pundaknya dan mengalihkan perhatiannya ke Laptop Katty.

"Ini kerjaan gue di copy kemana?" kata Letta dengan nada agak kesal.

"Folder biasa sayang.. Lo kenapa? Cemburu liat Dylan ngobrol santai gitu sama cewe lain?" tebak Katty.

"Gak.. Siapa yang cemburu?" elak Letta.

Cemburu? Iya Letta cemburu, baru kali ini dia ngeliat Dylan kalau lagi ngobrol sama cewe lain cemburu. Apalagi keliatan santai gitu ngobrolnya.

"Mereka kesini loh." kata Katty.

"Hah?"

Dylan berjalan bersama dengan teman cewenya tadi, menghampiri meja Katty dan Letta sambil membawa minuman yang dia pesan.

"Hai Kat." sapa Dylan ke Katty. Letta tetap tidak menoleh ke Dylan walaupun dia udah ada dibelakangnya.

"Letta.." Dylan memanggil Letta sambil menepuk-nepuk kepala Letta.

"Ini kenalin Wendy, temen aku sama Jeff pas di Bandung." Letta akhirnya menoleh dan berkenalan dengan teman Dylan yang bernama Wendy.

"Hai... Hihi..." sapa Wendy sambil tersenyum.

"Ini orangnya? Cantik." bisik Wendy ke kuping Dylan.

"Iya, ga usah berisik." balas Dylan dengan berbisik.

You Are the Reason (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang