3. Next year 🎆

52 8 0
                                        


11 tahun kemudian

Yeonjun menatap bingkai foto berisi fotonya dengan yeri, rasa sesak dan menyesal kembali merambat di uluh hatinya.

"Yeonjun sudah memaafkan eomma, eomma jangan pergi" yeonjun duduk membeku di pinggir kasurnya.

"Anak sialaan kau membuat ku susah saja" suara irene terdengar nyaring di indra pendengaran yeonjun.

Yeonjun menghelan nafas menatap sosok ibu tiri yang baru saja muncul di balik pintu. Yeonjun hanya memutar bola mata malas.

"Cepat kau membuat waktu ku habis sialan" bentak irene.

Yeonjun hanya duduk tidak bergerak. Rasanya ingin sekali memukul wajah ular berbisa ini.

"Kau mau mati hah!" teriak irene sambil menarik kerah seragam yeonjun.

Yeonjun dia sempat pingsan karna penyakitnya kambuh, 2 tahun lalu yeonjun di vonis dokter memiliki kelain di hatinya yang ternyata kelainan sejak kecil.

"Dasar berandalan kecil" desis irene dan mendorong yeonjun.

"Aku lelah " yeonjun berbicara datar.

Hidupnya sudah hancur setelah appa nya menikahi wanita ular itu. Taehyung tidak tau apa apa mengenai perilaku irene.

"Cih" irene berdecak dan melayangkan tamparan di pipi kanan.

"Kau mau ku seret ke rumah sakit dengan kasar rupanya " irene menarik kasar lengan baju yeonjun.

Grep

Yeonjun mencengkram kuat tangan irene kesabarannya sudah habis, yeonjun meremas kuat tangan irene membuat irene memekik sakit.

"Cukup aku sudah lelah, aku bisa pergi sendiri ke rumah sakit, kau tidak perlu mencari muka di wajah appa ku" yeonjun mendorong kuat irene.

"YEONJUN " suara Britone milik sang ayah mengalun keras.

"Dia ibumu jaga sikap mu" taehyung membentak yeonjun sambil membantu irene.

Sementara irene dia tersenyum puas dengan sikap taehyung, dia memang sudah tau kedatangan taehyung.

"Aku muak" ucap yeonjun lemah.

"Appa yang seharusnya muak dengan sikap mu " ucap taehyung.

"Buang aku"

Deg

Taehyung merasa dunianya berhenti, putranya mengatakan hal yang tidak masuk akal itu.

"Nak jangan Seperti ini" ucap taehyung melemah.

"Birkan aku mati saja"

Lagi rasanya ingin taehyung menutup mulut putranya.

"Appa menyayangi mu nak"

"Dan aku benci kau"  yeonjun sudah tau semua tentang kelakuan bejat sang appa yang tega melukai ibunya, kenyataan yang ia dengar dari pembantu rumahnya dulu.

Taehyung benar benar kehabisan akal yeonjun sering mengatakan itu tapi setiap yeonjun mengatakan jika anaknya membenci dirinya sakit sekali hatinya.

"Sebaiknya kalian pergi tidak ada gunanya kalian di sini" yeonjun menidurkan tubuhnya di kasur, memunggungi sang ayah.

"Nak kau harus kontrol"

"aku baik, pergilah kau semakin membuat ruangan panas,  bawa pergi juga istri mu itu aku muak melihat wajahnya " yeonjun masih memunggungi sang ayah.

"Yeonjun jaga ucapan mu " taehyung berusaha menahan amarahnya.

"Aku kesal pada mu, kau bisa bisanya terpengaruh wanita ular itu "

Irene dan taehyung membulatkan mata mendengar ucapan yeonjun. Tak sabar taehyung menarik yeonjun bangkit hendak menampar wajah yeonjun.

"Kenapa berhenti tuan kim" ucap yeonjun menatap sang ayah yang tidak jadi menamparnya.

"Yeonjun h-hidung mu berdarah" yeonjun hanya menyeringai melepas tangan sang ayah dari bahunya.

Srek

Suara tisu di tarik, taehyung meringis melihat putranya memejamkan mata dan mengusap darah yang keluar dari hidungnya.

"Kenapa masih di sini kalian tuli, ku bilang pergi " yeonjun membuang tisu yang penuh noda darah ke tong sampah.

"Nak kita ke dokter ya" bujuk taehyung.

"Kau tuli tuan kim ku bilang pergi" kini yeonjun menyeret tangan taehyung menuju pintu.

Sementara irene membeku di tempat bingung harus berbuat apa.

"Kau masih di situ nyoya kim, tidak mau keluar" yeonjun menatap datar sambil memegang ganggang pintu.

"Eoh? " irene tersadar langsung berjalan keluar.

Brak

Pintu tertutup saat taehyung akan mengucapkan selamat istirahat.

"Hiks eomma aku rindu eomma " tangis yeonjun pecah.

.

.

.

Di lain tempat seorang wanita duduk bersandar di sofa apartemennya, dia kembali dari indonesia 3 tahun lalu, ya dia jang yeri, setelah kepulangannya dari pakistan yeri memilih pindah ke Indonesia. Dan kini dirinya tinggal di busan.

"Bagaimana putra ku baik baik saja" tanya yeri pada seseorang yang ia hubungi.

"... "

"Ahh sudah ku duga laki laki itu tidak becus mengurus yeonjun "

"... "

"Apa kata mu yeonjun dan taehyung bertengkar kenapa? "

"... "

" y-yeonjun sakit? Kenapa baru kau katakan sekarang, dan kenapa dia tidak mau di ajak ke rumah sakit "

"... "

" oh wanita ular itu?, sakit apa putra ku? "

"... "

"Kelainan hati? " pekik yeri.

"... "

"Baiklah terimakasih, teruskan tugas mu"

Yeri mengusap kasar wajahnya, Bagiamana bisa ia tidak tau jika putra sakit bahkan sudah 2 tahun ini.

"Bunda" panggil seorang anak remaja laki laki sambil memberikan cangkir berisi kopi kesukaan sang ibu.

"Hyung mu sakit soobin" ucap yeri tak bisa menahan tangisnya.

"Bunda tenang saja yeonjun hyung pasti kuat aku yakin " soobin menarik sang bunda dalam pelukan hangat nya.

"Terimakasih nak kau anak yang baik " ucap yeri sambil melingkarkan pelukanya pada leher soobin.

...

Not AloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang