3rd

39 13 4
                                        

17.00 KST

Mirae bersiap untuk bekerja, namun ia merasa perutnya sakit. Wajahnya pucat dan keringat bercucuran di pelipisnya.
'Mungkin karena sup pedas yang aku makan,' pikirnya.
Younghee tidak sengaja melihat wajah Mirae yang pucat.
"Oh Tuhan! Wajahmu pucat sekali!," tukas Younghee.
"Tidak apa-apa," jawab Mirae.
"Tidak apa-apa, pantatku! Kau sungguh pucat, Mirae! Lebih baik kau istirahat saja hari ini," omel Younghee.
"Perutku hanya sakit sedikit. Tidak parah." jelas Mirae.
"Tidak. Kau harus pulang," tegas Younghee.
"Baiklah. Tapi kau tak apa sendirian?" tanya Mirae.
"Hari ini tak akan ada yang masuk, jadi cepat pulang." jawab Younghee enteng.
"Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu," salam Mirae lalu pergi meninggalkan kafe itu.

Ditengah jalan, Mirae merasa perutnya semakin perih. Pandangannya kabur dan kehilangan fokus. Tak lama ia jatuh pingsan.
'Gelap sekali' batin Mirae, kemudian ia tak sadarkan diri.

Mirae membuka matanya. Ia melihat sekelilingnya. Banyak orang yang melintas kesana-kemari, dengan kesibukannya masing-masing. Mirae bingung kenapa ia bisa tersasar sampai rumah sakit.
"Mirae Jung, nona sudah siuman?" dokter datang.
"Ya, dokter,"
"Biar saya jelaskan kondisi nona sekarang ini. Nona mengalami asam lambung karena terlalu banyak mengonsumsi kafein dan juga diakibatkan stress berlebihan. Kelelahan dan terlambat makan juga termasuk salah satu faktornya. Saya anjurkan nona istirahat dan tidak melakukan kegiatan ekstrem selama 7 hari," jelas dokter panjang lebar dan dijawab oleh deheman Mirae.
"Serta jangan lupa untuk minum obatnya teratur," sambung dokter.
"Terima kasih, dokter" ucap Mirae sembari membungkuk.

"Ah, maaf," Mirae menghampiri administrasi rumah sakit.
"Boleh aku tanya, siapa yang mengantarku kemari?" tanya Mirae.
"Ya. Seorang pria berpakaian serba hitam dan memakai topi, nona" jawab suster.
"Terima kasih," jawab Mirae.

'Siapa dia?' batin Mirae bertanya-tanya siapa pria itu. Karena terlalu fokus berpikir, ia menabrak orang.
"Maafkan aku," Mirae membungkuk 90°.
"Bisa tidak fokus saat berjalan?" pria itu marah.
Mirae mendongak dan dilihatnya pria yang membantunya waktu itu.
"Maaf," kemudian Mirae berlari kecil menghindari pria itu, tapi terlambat.
Pria itu menggapai tangan Mirae dan membuat Mirae hampir terjatuh di pelukan pria itu.
"K-kenapa?" tanya Mirae gugup.
"Maaf, nona. Aku bukan orang jahat seperti yang kau pikirkan" pria itu tersenyum. Senyumnya manis, menghipnotis Mirae sejenak. Kemudian Mirae tersadar.
"Maafkan aku, aku tak bermaksud menganggap anda orang jahat" Mirae membungkuk lagi.
"Bicara informal saja, kita seumuran. Salam kenal," pria itu menyodorkan tangannya.
Mirae tercengang sesaat dan membalas salam pria itu.
"Jaeyoung," ucap pria itu, ia tersenyum, lalu meninggalkan Mirae.

'Perasaan apa ini?' batin Mirae.

***

yok mohon krisar, pndapat, ama masukanny.
maapkan kl alurny rada ngaco, aing br netes soalny.
janlup vote karya ini biar gua ad motivasi buat kelarin cerita yg ini

yauda
makasi:)

Miss FortuneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang