"Aku mau menemui seseorang,"
"Siapa?"
"Kau,"
Mirae segera berdiri dari kursinya, ia menutup wajah merahnya.
Ia langsung menuju meja kasir, pura-pura tidak melihat Jaeyoung.
Jaeyoung hanya terkekeh karen tingkah Mirae yang menurutnya lucu.
Jaeyoung duduk di dekat jendela kafe. Ia memperhatikan Mirae tiap detik. Sorotan matanya menunjukkan kalau ia menyukai wanita itu.
Langit mulai berubah menjadi gelap, Mirae juga siap untuk pulang. Tapi naas, hujan deras tiba-tiba turun membasahi pohon dan jalanan.
"Bagaimana ini? Aku tidak bawa payung! Ck," Mirae berdecak kesal. Baru saja ia berniat untuk menerobos hujan, Jaeyoung dengan payungnya lewat didepan Mirae.
"Per-permisi!" panggil Mirae.
"Oh? Kau belum pulang?" tanya Jaeyoung.
"Belum. Apa aku boleh ikut denganmu? Aku tidak membawa payung," jelas Mirae.
"Tidak," lalu Jaeyoung pergi.
Mirae menunduk lesu dengan jawaban kurang ajar Jaeyoung. Mirae kaget, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.
"Bercanda," Jaeyoung tersenyum jahil.
Mereka dibawah payung yang sama bak drama romantis. Jaeyoung sibuk memayungi Mirae hingga tak sadar kalau hampir sebagian tubuhnya basah.
"Nona Mirae," panggil Jaeyoung.
"Panggil aku dengan nama saja. Kenapa?" jawab Mirae.
"Aku-" ucap Jaeyoung terhenti.
"Aku?" tanya Mirae.
"A-aku sangat sakit" lanjut Jaeyoung.
"Ya? Sakit? Kenapa? Apa sakitnya parah?" Mirae panik.
"Hm. Parah. Bisa temani aku malam ini?" ucap Jaeyoung sambil memijat keningnya.
"Tentu. Mau kubuatkan bubur? Atau sup?" tanya Mirae.
"Apapun boleh," balas Jaeyoung.
Mereka tiba di apartemen. Mirae mandi di kamarnya dan langsung menemui Jaeyoung di sebelah. Ia hanya memakai kemeja putih kebesaran dan hotpants hitam. Jaeyoung yang melihatnya kaget setengah mati. Bagaimana tidak, seorang wanita dewasa berada di rumahnya dan berpakaian seperti itu.
Mirae mencari-cari panci di dapur Jaeyoung.
"Ah! Ketemu! Tapi bagaimana aku mengambilnya?" Mirae bermonolog. Pancinya berada di atas lemari. Tinggi Miraepun tak dapat menggapainya.
Deja Vu. Tangan kekar pucat itu mengambil panci dari belakang Mirae. Sontak Mirae berbalik dan sialnya, ia terpeleset dan jatuh menimpa Jaeyoung. Mata mereka saling bertemu dan menjadi canggung.
"Haha. Maaf," ucap Mirae sambil tertawa kikuk.
Tapi tangan Jaeyoung menahan Mirae dan Mirae terjatuh untuk kedua kalinya, namun bukan mata mereka yang bertemu.
***
gomenasai kali ini pendek soalny kmrn hp gua mati T.T
pdhl mau nulis yg pjg buat riders
next part bakal lbh pnjg deh
janji:v
jgn lupa vote ini stori, trs kl ada masukan, pndpt, atau krisar ketik aja.
makasi ud baca nopel ga bermutu ini:")
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Fortune
Teen FictionMirae, seorang wanita berumur 21 tahun selalu membawa keberuntungan bagi semua orang disekitarnya, layaknya Dewi Keberuntungan. Tetapi keberuntungan itu hanya berlaku bagi orang lain. Hidupnya sangat sial. Di sisi lain, Jaeyoung, seorang aktor...
