Mirae terhenti sejenak. Ia melihat ada motor yang kehilangan keseimbangan. Didepan motor, ada nenek yang tidak bisa menghindari motor tersebut. Mirae kebingungan dan panik.
Mirae berlari ketengah jalan dan mendorong nenek tersebut. Namun naas, Mirae tak sempat menghindari motornya dan ia tertabrak. Mirae terbaring di jalanan dengan kepala yang bersimba darah.
'Kesialan yang terakhir' batin Mirae. Ia melihat orang-orang mengerumuninya. Pandangannya berbayang dan kabur. Sebelum berubah menjadi gelap, ada sosok yang menggendong Mirae.
_______________________________________
Mirae terbaring di Rumah Sakit. Bau Rumah Sakit yang tajam membuat Mirae tersadar. Tepat waktu, Lia dan Steve datang mencari Mirae.
"Mirae!" Lia teriak dan menangis. Lia memeluk Mirae.
"Kau-," Lia tak bisa melanjutkan kalimatnya dan menangis lagi.
Mirae juga menangis dan memeluk Lia.
"Aku pikir aku akan mati" tangis Lia dan Mirae memenuhi ruangan rumah sakit tersebut.
"Tapi," Mirae menghentikan tangisnya.
"Siapa yang membawaku kemari?" tanya Mirae sambil sesenggukan.
"Aku tidak tahu, aku baru saja sampai," balas Lia.
"Yang penting kau selamat" Lia menangis lagi.
Setelah menangis, Mirae, Lia dan Steve keluar dari Rumah Sakit.
"Hati-hati. Kalau pusing jangan bekerja dan kuliah. Aku akan merangkum materi untukmu jadi,-"
"Iya aku tahu. Jangan khawatir." Mirae memotong perkataan Mirae.
"Jadi jangan memaksakan dirimu." sambung Lia.
Mirae berpelukan sebagai salam perpisahan. Mirae kembali ke apartemen dan mencoba untuk tidur.
"Kepalaku sakit sekali" gumam Mirae.
Ia tidak menjalankan check-up dan langsung keluar dari rumah sakit. Ia tak mau mengeluarkan biaya lebih. Mengingat hutang ayahnya membuat ia dan ibunya menderita.
Mirae akhirnya tertidur sambil menahan sakit.
_______________________________________
Jaeyoung terlihat sedang menunggu seseorang. Ia menengok kanan-kiri, orang yang di maksud tak kunjung datang.
Lia yang sedang berjalan dengan Steve tak sengaja melihat Jaeyoung.
"Honey! Kau lihat orang itu! Wajahnya familiar. Entah dimana aku pernah melihatnya" Lia berdialog dengan Steve.
"Bukankah dia yang muncul di drama favoritmu?" Steve menjawab sambil berpikir.
"Wow! Aku bertemu artis! Hey kau yang disana!" Lia berteriak sambil berlari kearah Jaeyoung.
Jaeyoung kebingungan dengan sikap Lia. Lia menarik napas dalam-dalam.
"Kau muncul dalam drama Love Winter itu kan? Kau sangat tampan! Bolehkah aku foto bersamamu?" mata Lia berbinar.
"Ya. Tentu" balas Jaeyoung.
Lia mengambil selfie. Lia senang sekali, ia berteriak di tengah jalan sambil berlari ke Steve. Steve sangat malu dengan tingkah kekasihnya.
Jaeyoung hanya tertawa melihat mereka. Ia lupa dengan tujuannya di sana sejenak. Tak lama ada seorang mahasiswi lewat didepannya.
"Permisi. Apa kau kenal Mirae dari jurusan seni?" tanya Jaeyoung pada orang random.
"Oh Mirae? Dia absen hari ini" jawab mahasiswi itu.
"Ah begitu. Terima kasih" ucap Jaeyoung.
Jaeyoung pergi ke apartemen Mirae.
Ia mengetuk pintunya. "Mirae? Kau ada didalam?" Jaeyoung mengetuk lagi. Jawaban tak kunjung datang. Jaeyoung panik. Ia ingin mendobrak pintunya, namun tidak di kunci.
"Maaf, Mirae" ia merasa bersalah karena telah masuk tanpa ijin.
Jaeyoung mencari Mirae dan menemukan Mirae dengan keringat bercucuran didahinya.
"Mirae?" panggil Jaeyoung pelan.
Tak ada respon. Jaeyoung memanggil lagi dan tetap tak ada respon.
"Mirae?" kali ini ia menepuk pelan pipi Mirae namun tetap tak ada respon.
Jaeyoung memeriksa suhu Mirae.
"Kenapa ia dingin sekali?" Jaeyoung bingung dan akhirnya ia membawa Mirae ke Rumah Sakit terdekat.
_______________________________________
Jaeyoung duduk di ruang tunggu selagi Mirae sedang diperiksa. Ia teringat saat Mirae kecelakaan didepan matanya.
Pupil matanya bergetar ketakutan, sekujur badannya terhenti sejenak, dan ia langsung lari untuk membawa Mirae ke Rumah Sakit.
Kakinya tak dapat tenang, selalu menggigit bibir bawahnya, bola matanya menunjukkan kalau ia khawatir dan gelisah.
Untuk pertama kalinya Jaeyoung peduli kepada manusia. Biasanya, sekalipun temannya mengalami hal serupa, ia hanya menelepon ambulans dan pergi begitu saja. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia gelisah pada seseorang.
Ia bahkan menangis untuk Mirae, seseorang itu.
_______________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Fortune
Teen FictionMirae, seorang wanita berumur 21 tahun selalu membawa keberuntungan bagi semua orang disekitarnya, layaknya Dewi Keberuntungan. Tetapi keberuntungan itu hanya berlaku bagi orang lain. Hidupnya sangat sial. Di sisi lain, Jaeyoung, seorang aktor...
