Tidak berapa lama setelah aku dan Jaehyun selesai memasak Ibu menelpon lagi. Ah bukan telpon sekarang, tapi video call. Tumben sekali. Aku mau mengabaikannya tapi Jaehyun menyuruhku untuk cepat mengangkatnya.
"Noonaa!!" bukan ibu yang muncul di layar, melainkan saudara sepupuku.
Aku pernah bilang kan kalau punya paman di Jeju? Nah, sekarang ibuku sedang mengunjunginya. Sekalian mau refreshing katanya. Ck, memang kejam sekali Lee Jiyeon itu. Ibu pikir, ibu saja apa yang butuh liburan? Nanti kalau aku sudah selesai sidang aku akan langsung pergi ke Jeju.
"Lee Donghyuck!" aku ikut berteriak senang karena melihatnya.
"Noona sedang apa? Kenapa tidak ikut bibi ke sini? Aku rindu noona. Noona tidak merindukanku? Kapan coba terakhir noona ke sini?" anak itu langsung menghujaniku dengan pertanyaan. Harap maklum, dia memang sudah berisik dari sananya.
"Tidak bisa. Noona sedang sibuk mengurus skripsi. Nanti kalau sudah selesai semua noona akan kesana." jelasku padanya.
"Benar ya noona. Nanti aku-" belum selesai Donghyuk berbicara, ibuku merebut ponselnya. Anak itu merepet sebentar lalu ikut menyempil di samping ibu.
"Kau sudah makan? Oh, Jaehyun belum pulang?"
Sial, kenapa Jaehyun harus berkeliaran di belakangku sih?
Mendengar namanya disebut, Jaehyun langsung berbalik badan dan memberi salam.
"Noona itu siapa?" Itu Donghyuck yang bertanya.
"Teman."
"Dia pacarnya noona. Tampan kan?" Astaga ibu, kenapa berbicara seperti itu sih?
"Iya-iya dia keren. Bibi bisakah bibi meninggalkan kami? Ini urusan anak muda." Donghyuck berkata dengan wajah tengilnya yang tentu saja mendapat jitakan dari ibuku. Namun setelah itu ibuku benar-benar meninggalkan kami.
"Bibi, benar-benar." gumamnya sambil mengusap kepala.
"Tapi kali ini ia lebih keren dari hyung yang kecil-kecil cabe rawit itu."
"Ck, siapa? Maksudmu Ten?"
"Iya, siapa lagi memang."
"Kalau yang ini namanya siapa?"
"Hai, aku Jung Jaehyun." tiba-tiba Jaehyun ikut bergabung dan memperkenalkan diri.
"Wah daebak! Kuakui selera noona kali ini memang top." anak itu mengacungkan kedua jempolnya.
"Hai hyung, aku Lee Donghyuck. Hyung kapan-kapan mampirlah ke sini bersama noona."
"Hei-hei apa-apaan sih." aku menegur Donghyuck yang mulai melantur. Sedangkan Jaehyun hanya tertawa.
"Noona, tidak usah sok malu-malu begitu."
"Kapan-kapan kalau ada waktunya kami ke sana." aku melirik Jaehyun yang dengan percaya dirinya membuat janji pada Donghyuck.
"Baiklah, kutunggu hyung. Ngomong-ngomong noona ingat tidak ini hari apa?"
"Hari sabtu." Donghyuck memutar bola matanya sambil berdecak.
"Tanggal berapa?"
Jujur saja aku lupa hari ini tanggal berapa. Begini kalau sudah tidak sekolah, jarang mengecek tanggal merah. Aku melihat tanggal dari ponselku, ternyata hari ini tanggal cantik.
"6 Juni." Donghyuck menatapku dengan penuh pengharapan, alisnya bertaut serius. Aku ikut mengerutkan dahi.
"Kau kenapa sih?" Di sampingku, Jaehyun terkekeh melihat tingkah kami. Dia pasti berpikir kami berdua saudara yang aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Affected [COMPLETED]
Romance"Jadilah pacarku, hanya 6 bulan. Kau bisa mengatur kontraknya." - Jung Jaehyun (Completed) (Berlanjut ke Daddy's) Highest rank in: #1 jungjaehyun #1 ff2020 #1 originalcharacter #1 jjh #6 chittaphon Februari 2020 - Agustus 2020 ©tenfullsun 2020
![Affected [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/202709550-64-k188872.jpg)