Special Chapter: Hangover

1.3K 214 113
                                        

Hi, hello, annyeong!
Happy Sijeuni Day^^

Berbarengan dengan ulang tahun kita hari ini, Affected juga sudah dapat 2000 reads!! Uwuuu, thank you banget semuanya yang sudah baca, terharu banget huhu.

Sesuai janji, ada special chapter untuk kalian. Ini adalah malam yang terjadi sebelum Ahra menemukan Jaehyun terkapar di kamarnya, eh tidur ding. Yaudah gitu aja.

Once again,
Happy Sijeuni Day!!!
💚💚💚

🍑🍑🍑

"Jaehyun, ayo ke kelab."

Jaehyun menoleh cepat ke arahku. Kepalanya dimiringkan dengan alis terangkat sebelah. Setelah menghela nafas dia mendekat lalu menempelkan tangannya di dahiku.

Aku segera menyingkirkan tangannya, "Kenapa sih?"

"Kau yang kenapa?" tanyanya kemudian. Dia lalu melanjutkan membuat desain di laptopnya. Dari tadi pagi dia sibuk bekerja sambil mendengarkan tv di ruang tengah.

Ck, dasar buang-buang listrik.

"Kau ke sini pagi-pagi cuma untuk mengungsi?" aku mengambil pancake yang aku buatkan untuknya tadi pagi. Sayang kan kalau sisa?

Jaehyun menoleh lagi lalu menyengir.
"Hehehe."

"Nanti kalau ini sudah selesai aku akan membawamu ke kelab." jawabnya sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.

"Benar ya?"

"Iya."

"Tidak biasanya kau mengajak ke kelab."

"Aku, belum pernah kesana lagi sejak semester dua tahu. Itu pun hanya sekali kalau tidak salah." Jaehyun tiba-tiba beranjak dari lantai lalu duduk di sampingku.

"Benarkah?!" aku mengangguk. Siap-siap saja mendengar hinaan dari mulut Jung Jaehyun.

"Heol, daebak!" tapi ternyata tidak. Setelah mengatakan itu dia kembali duduk di lantai menghadap laptop.

"Hidupmu ternyata membosankan ya," Jaehyun berkomentar ringan.

Mengabaikannya, aku merebahkan diri di sofa, menatap langit-langit. Hidupku memang membosankan sekali. Energi masa mudaku habis terbuang sia-sia sepertinya. Oh tidak, lebih tepatnya tidak pernah dipakai untuk bersenang-senang.

"Hari ini aku harus mabuk sampai mampus." Jaehyun tertawa mendengarku berkelakar seperti itu.

🍑🍑🍑

Author POV

"Hei, sudah hentikan. Kau sudah mabuk."

Iya benar, Ahra sudah mabuk. Tapi memang itu tujuannya datang ke sini. Gadis itu tertawa sebentar sebelum kembali minum.

"Hhh kenapa mereka bergerak-gerak terus? Tidak capek apa?" Jaehyun terkekeh mendengar Ahra berceloteh.

"Hei, aku harus bilang apa ke ibumu nanti."

"Kenapa harus bilang ke ibuku?" gadis itu menggelengkan kepalanya sebentar karena linglung.

"Oh bilang saja ini urusan anak muda." Ahra tertawa lalu kembali menenggak minumannya yang tinggal sedikit. Tapi sebelum gelas itu sampai ke mulutnya, Jaehyun menariknya.

Affected [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang