Secara perlahan aku mulai mengenal seorang Jung Jaehyun, pemuda pujaan di SMA ku dulu. Aku yakin jika teman-temanku tahu aku sekarang berpacaran dengannya mereka pasti kaget setengah mati. Walaupun hanya sebagai pacar kontraknya.
"Iya, kau kan pacarku." aku menjawab ringan perkataan Jaehyun. Aku tidak mau berlarut-larut membahas tentang masalah tadi di rumahnya. Kalau mengingatnya lagi aku jadi malu. Kenapa aku bisa menangis seperti itu.
"Well, kita kan belum pernah berkencan setelah resmi berpacaran. How about late nite snack, sounds good?"
"Sekarang? Tiba-tiba?" Jaehyun hanya menjawab dengan anggukan, dia sedang fokus untuk melakukan putar balik.
"Aku tidak mau jadi pacar yang buruk. Beri aku nomor telepon ibumu, aku akan memberitahunya." Dia mengangsurkan ponselnya ke pangkuanku sambil terus fokus menyetir.
"Ti-tidak usah, biar aku saja."
"Oke."
"Kita mau kemana?"
"Kau ingin kemana? Bagaimana kalau ke sungai Han?" Aku tertawa, klasik sekali ya kencan di sungai Han. Tapi sudah malam begini memang mau kemana juga.
"Kau pasti selalu mengajak pacarmu kencan di sungai Han ya?" aku bertanya pada Jaehyun, berusaha membuat topik.
"Tidak selalu, terakhir waktu SMA."
"Oh, dengan Hwang Jeongyeon?"
"Kau ingat aku berpacaran dengan siapa tapi tidak ingat aku saat bertemu di kafe?" Jaehyun mendecih mengakhiri kalimatnya. Wajahnya terlihat sedikit kesal entah karena apa. Apa dia kesal karena aku sempat melupakannya?
"Eyy itu kan karena lama tidak bertemu saja."
"Ck, alasan."
"Sudahlah jangan dibahas lagi. Kau ini pendendam sekali. Tapi," aku menggantung kalimatku karena tidak yakin akan reaksi Jaehyun selanjutnya.
"Tapi?"
"Tapi,"
"Tapi apa?!" Jaehyun memburu tidak sabar.
"Hng tapi ngomong-ngomong dulu kenapa kau putus dengan Jeongyeon?" aku akhirnya menjawab.
"Kenapa bertanya?"
"Ya penasaran saja"
"Dasar kepo." Jaehyun bergumam tapi aku bisa melihat senyuman tipis di bibirnya.
"Karena apa Jaehyun?" tanyaku lagi.
Aku bertanya akan hal ini memang murni karena penasaran. Dulu saat Jaehyun dan Jeongyeon putus, anak-anak perempuan di sekolahku juga pada heboh ingin tahu alasannya. Namun tidak ada yang berani bertanya ke Jeongyeon, apalagi ke Jaehyun. Banyak gosip yang menyebar, tapi kurasa tidak ada yang benar. Jadi aku akan memanfaatkan kesempatan ini.
"Ayo turun dulu." Jaehyun melepas seatbeltnya dan turun mendahuluiku.
Kukira Jaehyun akan langsung pergi ke minimarket, tapi pemuda itu malah membuka pintu bagasi dan mengambil bola basket dari sana.
"Kau bisa main basket kan?"
"Mm, tentu saja bisa." Walaupun aku tidak yakin karena sudah lama sekali tidak main.
"Temani aku ya?" Jaehyun tersenyum, merangkul bahuku, atau lebih tepatnya setengah memiting leherku. Menggiring langkah kami ke lapangan baket.
"Eh tapi sejujurnya aku tidak yakin masih bisa sih, sudah lama sekali tidak main." Aku berterus terang, jaga-jaga saja supaya Jaehyun tidak kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Affected [COMPLETED]
Romance"Jadilah pacarku, hanya 6 bulan. Kau bisa mengatur kontraknya." - Jung Jaehyun (Completed) (Berlanjut ke Daddy's) Highest rank in: #1 jungjaehyun #1 ff2020 #1 originalcharacter #1 jjh #6 chittaphon Februari 2020 - Agustus 2020 ©tenfullsun 2020
![Affected [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/202709550-64-k188872.jpg)