15-Sahabat

179 9 2
                                    

Sahabat adalah mereka yang mampu membuat kita tertawa, yang mampu mengembalikan mood kita. Bahkan, dengan adanya mereka, kejadian buruk, pikiran buruk, atau apapun itu, akan terasa 'tidak' jika bersamanya.

-----

Setelah puas berdiam diri di rooftop, Naura berjalan ke arah kelasnya. Hari ini semua murid di pulangkan lebih cepat karena ada rapat.

Saat tengah berjalan di lorong sekolah, Naura melihat Hani dan Adel yang sepertinya sedang mencari dirinya. Karena Hani membawa tas miliknya. Lantas, Naura pun memanggil mereka.

"Del! Han!" Teriaknya. untungnya lorong sekolah sudah cukup sepi, karena murid-murid sudah banyak yang pulang. Hani dan Adel yang mengenali suaranya langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka segera menghampiri Naura.

"Kemana aja sih! Untungnya tadi free class, jadi Lo ga kena omel sama Bu Indah! Kalau aja Bu Indah masuk, mampus Lo!" Ucap Hani menggebu-gebu.

Naura nyengir. "Utututu, jangan marah-marah dong. Kan kita mau main iya gak" ucap Naura sembari menaik turunkan alisnya.

"Iya! Jangan kebanyakan bacot, ayok!!" Ucap Adel semangat 45.

-----

Naura sudah sampai di rumahnya, ia segera mengganti pakaiannya dengan baju lengan panjang berwarna hitam dan rok pendek di atas lutut. Tak lupa sepatu sneakers putih dan sling bags yang berwarna senada dengan baju nya. Terlihat imut dipakai oleh Naura.

Setelah merasa siap, Naura segera menghampiri mamanya untuk meminta izin. Sangat mudah meminta izin kepada mamanya, apalagi mama Naura juga sangat dekat dengan kedua sahabat Naura.

Naura pergi ke mall dengan taksi yang sudah ia pesan sebelumnya lewat aplikasi. Mereka bertiga sengaja janjian bertemu di sana.

Setelah sampai di mall Naura menuju coffe shop yang ada di sana. Hani dan Adel sudah ada d isana terlebih dahulu. Dengan cepat Naura menghampiri kedua sahabatnya sembari tersenyum.

"Nungguin ya?" Ucap Naura lalu menarik salah satu kursi dan mendudukkan bokongnya.

"Lo telat 3 menit 41 detik" ucap Adel sembari menghentikan timer yang ada di ponselnya.

"Ck, itungan banget si. Lagian kalian kecepatan" elak Naura.

Adel tuh kebiasaan banget. Dari dulu sampai sekarang sangat disiplin. Sampai-sampai ya begini deh kayak Naura. Telat 3 menit aja rempong.

"Shut up! Kita disini mau have fun bukan debat" ucap Hani yang sudah malas melihat Adel dan Naura yang membicarakan hal tak jelas.

"Ya udah ayo pesen Ra" ucap Adel.

"Gue kan ga suka kopi Dell, masa lupa"

Adel menyengir. "Maaf-maaf kelamaan tak jumpa kita" ucap Adel.

"Jadi kita mau kemana dulu sekarang?" Ucap Hani mengalihkan pembicaraan.

"Gue sih mau nonton, beli novel, makan, belanja bareng dan terakhir nginep bareng!" Ucap Naura lalu Adel menyetujuinya.

Mereka bertiga pun segera keluar dari coffe shop tersebut setelah membayarnya. Mereka memutuskan untuk pergi menonton terlebih dahulu.

Setelah sampai di depan bioskop, Naura dan Adel lagi-lagi berdebat membuat Hani menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Gua duduk di pojok!" ucap Naura

CINTA MASA SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang