Jangan lupa vote dan komen!
....
Braga sudah berdiri didepan pintu kediaman keluarga Fredash. Setelah pertemuannya dengan Samuel tadi, ia berencana untuk menemui Resha.
Pintu terbuka, menampilkan sosok pria tegap dengan rambut yang basah. Seorang pria yang ia kenali sebagai Kakak sulung Resha.
"Braga? Ngapain?" Pria tersebut membuka pintu dengan lebar. "Masuk, gue tau sekarang. Mau ketemu Resha kan?" tanya nya dan Braga mengangguk
Ia masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
"Gue panggil Resha dulu," ujarnya dan berlalu pergi menaiki tangga.
Braga memperhatikan benda-benda di dalam rumah. Kalau dihitung ini kedua kalinya ia masuk ke dalam rumah Resha. Tiba-tiba pandangannya berhenti pada satu pigura yang menampilkan satu keluarga. Disana terdapat dua wanita berbeda umur dan empat pria dibelakangnya.
Braga tau siapa mereka. Tapi tunggu... Ada satu wanita yang tidak ia kenali, namun wajahnya sangat tidak asing. Apa itu mendiang Mama-nya Resha? Wajahnya sangat cantik, dia memiliki lesung dipipi kanan, dan itu menurun kepada Akes anak pertama mereka.
Braga semakin menajamkan penglihatannya. Semakin meneliti wajah wanita itu. Tiba-tiba tubuhnya kaku dan berubah pucat, Wanita itu? Iya! Braga ingat sekarang, dia wanita yang se-
"Braga?"
Braga tersentak dan menoleh dengan wajah datar.
"Kenapa kesini?" tanya Resha dan duduk disamping Braga.
Braga melirik sebentar ke arah pigura itu dan menjawab pertanyaan Resha.
"Mau keluar?"
Resha yang menyadari keanehan Braga mengikuti arah pandang pria itu. Resha tersenyum tipis saat mengetahui apa yang sedang Braga lihat. ia berdiri dan mengambil pigura itu, pergerakannya tak luput dari pandangan Braga.
"Kamu liatin ini?"
"Ini Mama kamu?"
Resha mendengus. Lagi dan lagi pertanyaan dibalas pertanyaan.
"Iya, cantik kan?"
Braga tertegun, ia mencoba menutupi kegugupannya dan menatap Resha sambil tersenyum tipis.
"I-iya," ujarnya
"Kenapa? Ada yang aneh?"
Braga menggeleng dan kembali menatap pigura itu.
"Sanca, kenapa keliatan kepaksa gitu senyumnya?" tanya nya kembali menatap Resha yang sudah mematung. Braga menyadari itu.
"G-Gak deh perasaan, biasa aja kok," jawab Resha tersenyum paksa.
Braga mengangkat bahunya. Ia menyimpan pigura itu ke meja dan menggenggam tangan Resha.
"Makan?"
Resha menoleh, dan mengangkat satu alisnya.
"Maksudnya?"
"Udah makan?" ulang Braga datar
Resha menepuk bahu Braga dan tertawa.
"Belum, lagi pengen beli Nasi goreng di deket warung Wpj. Anterin ya?"
"Ada syaratnya."
"Apa?" tanya Resha cepat
Braga menatap tak tentu arah sambil menunjuk pipinya. Resha yang melihat itu memutar bola matanya, ia paham.
Cup
Resha membulatkan matanya sembari memegang bibirnya. Begitu juga dengan Braga yang terlihat mematung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Braga (Sudah terbit)
Novela Juvenil(Sudah terbit, tersedia di toko buku online.) Astercyo Series #1 Bragalian Cakra Vegario, Pria yang merupakan ketua dari geng bernama Astercyo. Pria yang meskipun memiliki wajah tampan, namun tak ada seorang pun perempuan yang berani mendekatinya...
