PROLOG

4.1K 677 1.3K
                                    

Hello, hello!

Just call me Mamiawww. 😽

Btw sorry banget, buat yang kemarin pada nanya kenapa story ini tiba-tiba ngilang.

Jadi tuh, kemarin story 'TENGGARA' ini aku unpublish sementara, coz aku sedang revisi.

N, sekarang aku bawa kembali cerita 'TENGGARA' [versi baru]. Dengan alur cerita yang baru, dan beberapa karakter yang sedikit diubah.

So, i hope u like it.

Sebelum lanjut scroll kebawah, jangan lupa beri vote dan komennya. ♥

Alright, enjoy the story guize!

-oOo-

"YOU KILLED HER!"

"PEMBUNUH!"

"GARA-GARA LO DIA MATI, BRENGSEK!"

Laki-laki itu mencengkeram kuat kerah kemeja yang dikenakan Tenggara. Melayangkan tinju dan pukulan penuh amarah dengan kepalan tangan bertubi-tubi tanpa henti.

Saksi-saksi pun tak tinggal diam, mereka berupaya melerai perkelahian tersebut, namun lelaki itu tak goyah sama sekali dari posisinya. Sepertinya kemurkaan dan keputusasaan sudah mengendalikan akal sehatnya.

Tenggara sendiri pun tidak memberi perlawanan. Ia menyerahkan diri dihajar habis-habisan oleh sahabatnya itu. Menurutnya, ia memang pantas menerima pukulan, cacian, bahkan umpatan tersebut.

Tenggara tak peduli. Tak peduli dengan kondisinya yang kini babak belur tak karuan. Tak peduli dengan pandangan orang-orang yang mengitarinya di dalam gedung ini.

Iris matanya hanya tertuju lurus kepada gadis yang perlahan mulai di angkut petugas kesehatan menuju mobil ambulance.

Tenggara mengangkat tangannya, mencoba meraih gadis itu walaupun situasinya kini tak memungkinkan. Bibirnya bergumam, menyerukan sebuah nama dengan samar.

Pelangi.


-oOo-

Tenggara Alvredo

Tenggara Alvredo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-oOo-

TBC.

FOLLOW INSTAGRAM :
@keyshakameela_
@whenmamiawsaid

Don't forget add this story to library n reading list, thank you. ♥

See yaa Next Chapter✨

TENGGARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang