Rekaman Memori (2)

739 41 1
                                    

happy reading guys❤️ ~S

*****

Sejak pertemuan itu, kami sering bertemu. Tentu saja halte bus adalah tempat pertemuan rutin kami.

Entah sejak kapan kami menjadi semakin dekat. Mulai dari chatan, vidcall an, janjian ketemuan, bahkan berkunjung ke rumah. Eh, lebih tepatnya dia yang main kerumahku. Ntah kenapa, tapi rasanya dia enggan untuk membawaku main kerumahnya. Jangankan main, sekedar tahu letak rumahnya saja tidak.

Sudah sering sih minta untuk diajak ke rumahnya, tapi ada saja alasannya untuk mencegahku berkunjung kerumahnya.

Trring... Suara notif dari hp menghentikan aktifitas rutinku sebagai seorang pelajar. Ya, mengerjakan tugas tentu saja. Kulihat ada beberapa pesan dari kontak yang berbeda. Mataku tertuju pada satu nama

Devan

Hai
Lagi apa? sibuk ya?

Biasalah..
Kayak nggak tau kegiatan rutin pelajar aja😂

Oh, lagi belajar ya?
Yaudah dilanjutin aja
Nanti kalo udah selesai langsung tidur
Jangan malem malem ya
okey
Dah..

Hehe, siap
Dah juga
good night

too

Begitulah isi percakapan kami. terkesan kaku kan? tapi entah kenapa rasanya nyaman nyaman saja. Mungkin memang sudah terbiasa juga dengan gaya bicaranya yang semacam itu. Tapi orangnya asik kok. Terlebih lagi selera dan hobi kami yang memang serupa.

Entah apa status diantara kami. Baik aku maupun Devan tak ingin ambil pusing. Cukup saling nyaman dan terhubung satu sama lain, itu sudah lebih dari cukup. Kami hanya berharap satu hal, semoga akan ada akhir yang bahagia.

*****
Tak seperti hari minggu biasanya, kali ini aku sudah sibuk bahkan sejak pagi tadi. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah Devan. Ya, dia mengajakku untuk pergi dengannya hari minggu ini.

Sejak pagi aku sudah sibuk memilah milah pakaian mana yang kiranya cocok untuk kupakai pergi bersama Devan. Mulai dari blus selutut, kaos lengan panjang+celana panjang, rok tanggung, segala macam pakaian kucoba. Sampai akhirnya kupilih untuk memakai dress peach dengan sabuk berbentuk pita.

Trrringg..

Devan

Dah siap?

Udah kok
Mau ketemuan dimana?

Nggak usah
Kamu dirumah aja,
Nanti aku jemput

Oh, oke
Hati hati.. jangan ngebut

Siap
Aku berangkat sekarang ya

Oke

Aku pun langsung pergi keluar rumah untuk menunggu Devan. Ntah kenapa, rasanya benar benar gugup. Padahal pergi bareng semacam ini adalah hal yang biasa kami lakukan

Tanpa harus menunggu lama, terdengar suara motor yang sangat kukenali. Ya, itu Devan

"Hai" sapanya sambil menampakkan senyum manisnya, tak ketinggalan dengan lubang yang terbentuk indah di pipi kanannya

About Love (Short Story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang