I Love You! (END)

670 24 0
                                    

Happy Reading^^ ~N

–––

Rey makin lama makin bikin baper aja. Ngga kuat Dinda tuh, kalau di bikin baper. Semoga aja ngga dilabrak sama Sania.

Kevin pun mulai menggodaku dengan mengatakan kalau Rey suka sama aku. Aku ngga mau berharap sih, tapi sikap Rey sekarang yang bikin aku berharap.

Mulai dia membelikan makanan dan minuman di kantin untukku, membawakan buku dari perpustakaan waktu disuruh guru, menawari aku pulang padahal ada Sania di sana, dan banyak lagi.

Kevin dan keluarganya sedang berkunjung ke rumahku, aku senang tapi jengkel juga. Karena nanti dia pasti menggodaku terus.

Oh iya, kalian tau ngga. Rey sudah pernah berkunjung ke rumahku, karena waktu itu mama ada di luar rumah, jadi dia pun disuruh mama untuk masuk terlebih dahulu. Waktu itu aku grogi banget karena baru pertama kali duduk berdua. Kalau dia ngga buka pembicaraan dulu, pasti suasananya bakal canggung banget.

Momen yang tak terlupakan memang, senyumnya itu loh, ya ampun manis banget.

"Dorr!"

Plakk

"Aduh, malah ditampol sih. Merah ni, lihat." Gerutu Kevin.

"Salah sendiri ngagetin." Balasku.

Dia mendengus lalu tersenyum menggoda.

"Hayoo, tadi lagi ngebayangin siapa." Goda Kevin.

"Ih, apaan. Engga bayangin siapa-siapa kok." Elakku.

"Jangan bohong deh, tadi aja kelihatan kalau lagi senyum-senyum. Pasti mikirin Rey kan." Ucap Kevin sambil menaik turunkan alisnya.

"Ih, apaan sih. Sok tau kamu." Ucapku.

"Ngapain kesini?" Tanyaku mengalihkan topik.

"Masa ngga boleh ngunjungi sepupu kesayanganku." Jawabnya.

"Iya deh, bawain kesukaanku ngga?" Tagihku.

"Ngga lupa dong sayang." Ucapnya mengambil sesuatu.

Aku mengekorinya.

"Bawa ke taman belakang rumah aja ya Vin." Ucapku dan dia mengacungkan jempolnya.

–––

"Semoga aja Dinda dan keluarganya suka."

Ting Tong

Seseorang itu membunyikan bel rumah Dinda. Tidak lama pintu pun terbuka.

"Eh, nak Reyno." Sapa Mama Dinda.

"Iya tante." Jawabnya.

"Ini Rey bawain martabak telur sama martabak manis." Ucap Reyno.

"Kamu ni repot-repot terus. Ayo masuk dulu."

Reyno pun memasuki rumah Dinda, tapi dia tidak melihat Dinda sama sekali.

"Oh iya tante, Dinda dimana?" Tanya Reyno.

"Oh Dinda, dia lagi di taman belakang sama Kevin." Jawab Mama Dinda.

"Kevin?"

Hati Reyno terbakar api cemburu sekarang, bagaimana bisa dia kalah start dari Kevin.

"Rey minta izin gabung mereka ya tante." Ucap Reyno.

Setelah mendapat izin, Reyno bergegas menuju taman dibelakang rumah. Dia melihat Dinda dan Kevin sedang tertawa bersama, mereka terlihat sangat dekat. Reyno sangat marah, tangannya mengepal.

"Hai."

Mereka berdua terkejut saat melihat Reyno berada disini. Terutama Dinda.

"Rey? K-kenapa disini?" Tanya Dinda tersendat-sendat.

"Oh, tadi aku kesini buat kasih kamu martabak." Jawab Reyno sambil terus menatap Kevin sengit.

"Dimana martabaknya?!" Tanya Kevin semangat.

Rey menatap heran Kevin, kenapa dia bersemangat sekali.

"Tadi aku kasih ke tante." Jawab Reyno singkat.

"Din, aku masuk dulu ya. Mau makan martabak hehe." Ucap Kevin lalu pergi masuk kedalam rumah.

Sekarang suasananya menjadi  canggung. Reyno menatap Dinda dengan lekat.

'Jangan dilihatin terus atuh Rey, aku kan jadi malu!' Batin Dinda berteriak.

"Kamu sama Kevin ada hubungan apa?" Tanya Reyno.

"Kevin itu sepupu aku."

"Oh, gitu. Bagus deh."

Jawaban Dinda membuat hati Reyno menjadi lega.

"Ehm, Dinda. Aku mau bilang sesuatu sama kamu." Ucap Reyno.

"Mau bilang apa?" Jantung Dinda berdetak sangat kencang.

"Sebenarnya—"

"Dinda! Ayo masuk sini, kita makan bareng. Ajak nak Reyno sekalian!" Teriak Mama Dinda dari dalam rumah.

"Iya ma!"

"Ayo kita masuk Rey." Ajak Dinda.

Dinda berjalan terlebih dahulu baru  Rey.

"I Love You!"

Langkah kaki Dinda terhenti, dia membalikkan badannya.

"A-apa k-kamu b-bilang?" Tanya Dinda gugup.

"Dinda, I Love You!" Ucap Rey serius.

"Tapi Sania gimana?" Tanya Dinda.

"Aku dan Sania ngga ada hubungan apa-apa." Jelasnya.

Dinda tersenyum dan langsung memeluk Rey.

"I Love You too Rey!" Ucap Dinda, Reyno pun membalas pelukan Dinda dengan erat.

"Semoga bahagia selalu sepupuku tersayang"

--END--

***

Gimana ceritanya? Kalian suka ngga? Semoga suka yaa😊

Kalau mau request cerita boleh kok, komen disini atau dm kita juga boleh yaa^^


Jangan lupa klik bintangnya⭐
©Sriracha9

About Love (Short Story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang