"GRIFFIN!"
Kelima lainnya menatap saus carbonara yang berlumuran di lantai.
"Sorry! Gue kaget tiba-tiba ada ulat di pundak gue! Serius! Maaf!"
"Ulat?! Darimana? Kita gak masak di bawah pohon koq!" Seru Cole yang kebingungan.
"Intinya, kenapa bisa sampai sausnya tumpah, Griffin!!!" Teriak Stephen. Ia tidak tahan melihat makanan terbuang sia-sia di lantai.
"Griffin." Panggilan Jason dengan nada datar dan berat membuat Griffin langsung berbalik.
"Eh, tenang, gue bisa bereskan tumpahannya, dan, gue akan bantu bikin ulang-"
"Menjauhlah dari dapur." Jason langsung berbicara dengan tegas dan lugas. Ucapan Jason otomatis membuat suasana menjadi tertekan.
"Jason, tidakkah itu terlalu keras?" Maki mencoba berbicara walaupun ia sebenarnya ragu-ragu.
"Asalkan kita terjauhkan dari masalah lainnya, biarkan saja."
Griffin tidak tahan terhadap ucapan tajam Jason yang seolah-olah menganggapnya sebagai 'troublemaker'.
Ia merasa seperti hendak melempar tangannya ke wajah Jason.
Tapi, ia berusaha agar tidak memperburuk situasi. Dan Griffin pun melangkah pergi dari teman-temannya.
Sementara kelima lainnya lanjut bekerja.
Kenapa gue sudah menduga kalau ini akan terjadi... Jason membatin dengan kesal, ia berusaha mengabaikannya dan fokus.
Belum lama setelah kepergian Griffin, Frayne dan Coach Johnny langsung datang dengan membawa beberapa gelas jus apel dingin untuk mereka. Namun, mereka berdua terkejut begitu melihat tumpahan saus di lantai.
"Aduh, Gusti! Apa yang terjadi? Kenapa sausnya tumpah?" Tanya Coach Johnny.
Hansell pun menjelaskan kejadian tadi pada mereka berdua. Coach Johnny berusaha memahami situasi.
"Astaga. Dasar ulat. Menganggu saja!"
Coach Johnny malah menyalahkan ulat.
"Kalau begitu, Coach akan membantu kalian membuat sausnya oke?"
"Thanks, coach!" Sahut mereka berenam.
"Sebelum itu, kalian minum dulu."
Mereka pun istirahat minum sejenak selagi masih ada waktu 1 jam 40 menit untuk lanjut bekerja.
"Coach? Haruskah aku membawakan minuman Griffin?" Tanya Hansell.
"Hansell. Nanti saja." Jason menahan Hansell. Hansell terdiam lalu kembali memasak.
~~~
Sementara itu Griffin sedang menyendiri di taman yang berada di dekat area outbound.
"Sial!"
Teriaknya sambil menendang batu kecil yang ada di depannya.
"ARGH! GUE BENCI ULAT!"
"GUE BENCI HANSELL!"
"DAN JASON!"
"AKU BENCI MEREKA SEMUA!"
Griffin melampiaskan semua amarahnya dengan berteriak sambil menendang batu-batu kecil. Kemudian, ia duduk di salah satu bangku panjang dan merenung.
Ifin bodoh...lo gak pernah dewasa...
Griffin pun berbaring dengan posisi telentang di atas bangku yang ia duduki.
YOU ARE READING
7 Deadly SINTING
Randompernahkah kalian berada di tengah tengah persahabatan antara 7 orang? 7 orang lelaki yang terlihat biasa-biasa saja, berjumpa, mereka jadi bisa apa saja. Cole si oppa Korea; Maki si boyfriend material; Jason si holkay pintar, Frayne si anak baik-ba...
