Udara di taman rumah sakit terasa lebih menyegarkan, udara yang terasa hangat karena memang belum terlalu malam. Bau semerbak bunga memenuhi area taman. Bintang berhamburan di langit ditambah dengan suasana yang begitu menenangkan. Namun, tidak membuat seorang Kim Taehyung merasa nyaman.
"Kau yakin Jungkook tak apa ditinggal berdua bersama Jimin hyung?" Ucap Taehyung. Itulah yang dikhawatirkan Kim Taehyung. Ia benar-benar tidak bisa bernapas lega memikirkan apa yang terjadi pada Jungkook.
"Apa sunbae tidak percaya dengan Hyung sunbae sendiri?" Taehyung menghembuskan napas kasar dan merebahkan tubuhnya di rumput taman.
"Aku bukannya tidak percaya pada Jimin hyung. Tapi kau tahu kan bagaimana Jimin hyung?" Sheyla menoleh kearah Taehyung yang berada di sampingnya.
"Tapi sunbae percaya padaku kan?" Taehyung bangun dan tersenyum sembari mengusap lembut pucuk kepala Sheyla.
"Tapi kenapa kau begitu yakin kalau Jungkook akan baik-baik saja bersama Jimin Hyung?"
"Tae sunbae, Aku percaya bahwa Jimin Sunbae juga mempunyai hati kecil yang sangat menyayangi Jungkook. Aku percaya Jimin sunbae tidak akan tega menyakiti Jungkook dalam keadaan seperti itu!"
"Kau tidak tahu bagaimana Jungkook selalu diperlakukan semena-mena oleh Yoongi hyung dan Jimin hyung. Mereka bisa melakukan apapun pada Jungkook!"
"Kau tidak tahu bagaimana Jungkook menderita selama ini. Aku harus melihatnya. Aku tidak mau Jimin hyung melukai Jungkook lagi!" Ucap Taehyung frustasi. Taehyung mengacak-acak rambutnya. Sheyla memegang pundak Taehyung, mengusap pundak Taehyung berkali-kali.
"Sunbae tidak percaya padaku eoh? Sunbae kira aku akan memaafkan diriku sendiri jika sampai Jungkook kenapa-napa?" Ucap Sheyla dengan nada yang sedikit meninggi. Taehyung terkejut ketika Sheyla berbicara dengan nada seperti itu padanya. Taehyung mendekap tubuh mungil Sheyla.
"Mianhae Sheyla, Sunbae tidak bermaksud seperti itu pada Sheyla. Sunbae hanya tidak ingin Jungkookie kenapa-napa. Sunbae tidak mau Jungkookie menderita lagi!" Sheyla membalas pelukan Taehyung. Mengusap punggung Taehyung lembut lalu mengusap surai hitam Taehyung. Memberikan kenyamanan pada Namja itu. Sheyla merasa bajunya basah dengan air mata Taehyung. Taehyung menangis dalam pelukan Sheyla. Taehyung semakin mengeratkan pelukannya.
.
.
.
Seorang wanita paruh baya berjalan menelusuri lorong rumah sakit. Wanita itu membuka sebuah kamar yang diyakini kamar sang anak. Wanita itu terkejut ketika tidak ada siapapun disana. Kosong. Wanita itu bergegas mengeluarkan benda pipih yang ada di tasnya.
'Yeobseyo eomma?'
"Seokjin dimana adikmu? Dia tidak ada di kamarnya!"
'Benarkah? Aku menyuruh Jimin menjaganya tadi. Aku akan segera kesana!'
"Cepatlah, eomma tidak mau adikmu kenapa-napa!"
'Ndee eomma, eomma tunggu sebentar!'
Pip
Wanita paruh baya itu mondar-mandir menunggu kedatangan putranya.
"Eomma!" Teriak Seokjin. Wanita paruh baya itu memeluk putra kesayangannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Good Bye
RandomDihukum atas kesalahan yang bukan salahmu itu menyakitkan. ### "Kookie hyung mohon bertahan demi kami. Kau tidak bisa meninggalkan hyung Kook! " "Kookie bagaimana dengan ucapan mu untuk selalu bersamaku? " ...