Vote coment nya jangan lupa ya👌
Happy Reading🙌
.
.
.
.
Semoga suka💓
****
"Gadis murahan seperti mu yang katanya mau jadi Bunda baru Andra? Gak salah pilih kan putraku? Hahaha." Jeremy Giring.
*
***
Mishel malam ini hanya bisa guling-guling di ranjang empuk nya. Setelah kepulangan Andra dan Jeremy dari rumahnya, Mishel jadi malas melakukan apapun.
Mishel juga masih kepikiran dengan Lamaran dadakan Jeremy tadi. Jeremy tadi juga bilang, mau menikahinya secepatnya. Gimana gak baper?
"Gila!! Nanti gimana ya kehidupan gue setelah nikah? Ahh ngapa gue mikir kesitu. Yang penting kan kalo gue nikah sama Jeremy, uang ngalir terus mesti gak kerja!!! Ga sabar euy. Papa juga pasti seneng anak nya nikah sama holkay." gumam Mishel.
Drt Drt!!!
Lamunan Mishel terhenti, kala suara panggilan di ponselnya berbunyi.
"Siapa juga yang nelpon malem-malem gini." gerutu Mishel sambil melangkah ke arah sofa kamarnya.
"Karlin!! Gue kira si duda beranak, ah jangan berharap deh Shel. Eh tapi ngapain juga tuh bocah nelfon, pasti mau ngajakin ke tempat lucknat!! " ucap Mishel ketika ponselnya terpampang nama *cabe Karlin.
Mishel pun mengangkatnya cepat, "Ganggu lo Lin!!! Tapi hari ini gue lagi males apapun, Gue tau lo mau ngajakin ngeclub kan?"
Terdengar tawa dari sebrang sana. "Hahaha!!! Tau aja lo Shel, gak asik lo ah. Biasanya juga semangat banget kalo ke club!! Ikutt ayo ah, gue jemput deh."
"Ti-i i-ji l-i...udah apal gue Lin, mau ngapain lagi malem-malem nelfon kalo gk mau ke club. Yaudah gue mau!! Beneran jemput ya. Gue siap-siap dulu, cepet lo jemput nya, lama gue gajadi ngikut." ujar Mishel.
"Nagh gitu kan jadi friend. Iya-iya gue cepet. By by sayangkuhh!!!"
Tut tut!!
Mishel pun segera mengganti Piyama nya dengan pakaian yang cocok untuk ke club.
****
Semakin lama suasana di club Anxel semakin ramai, panas, dan menggila. Para wanita disini sedang mencari kesenangan nya sendiri dengan pakaian yang setengah telanjang nya tengah bergoyang meliuk-liukan tubuhnya kesana kemari.
Dance floor pun sekarang sudah ramai dipadati dengan suara musik keras dan bergema milik si DJ. Para bartender pun sudah siap berdiri dan dengan lihainya menuangkan minuman-minuman keras sesuai pesanan pelanggan.
Mishel, Karlin, Aleta, Jesika, dan Imel sendiri pun baru sampai di club. Sebelum masuk, mereka menyerahkan kartu VIP mereka dulu lalu melenggang memasuki club kalangan atas itu. Semua mata langsung tertuju pada kelima gadis cantik nan seksi itu, matanya terlihat seperti ingin menelanjanginya saja. Tak terkecuali, kaum adam. Mereka mentapanya lapar dan sudah siap untuk menerkamnya, seolah Mishel dkk adalah santapan favorit nya. Matanya seakan tak mau berkedip dari arah fokusnya. Bagaimana tidak? Mereka sama-sama gadis cantik, tubuh yang proporsional, dan tinggi yang pas di kalangan cewe, kulit putih bersih ciri khas nya sendiri, serta tubuhnya yang sintal. Mereka juga memakai pakaian yang terbuka. Dress tanpa lengan yang membuat pundak mulusnya terekspos jelas, belahan dada yang rendah memperlihatkan sedikit dada mereka, dan panjang dressnya 5 cm diatas lutut menampakkan kaki jenjangnya.
Mishel dkk hanya menganggapnya angin lalai. Kini mereka sudah duduk di meja bartender, tempat favorit mereka.
"Tequila 5 !!!" ujar Jesika dan diangguki salah satu bartender.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hot Daddy
ChickLit"Ayah, Aku mau Ibu.Please give me the moms!!" "Seriously?" "Allright. Katanya, Ayah akan selalu menuruti permintaanku. Aku tak butuh uangmu, AKU HANYA INGIN MEMPUNYAI IBU SEPERTI TEMAN-TEMANKU." "Oke dude, akan Ayah carikan nanti ibu barumu." _____...
