Spirit, makhluk pemakan jiwa muncul di dunia manusia membuat banyak sekali keributan. Spirit membuat kehidupan manusia menjadi tidak tenang, sampai belakangan ini muncul makhluk superior misterius yang menyebut dirinya sebagai Cope.
Kegelapan telah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aldercy sekuat tenaga memukul makhluk hitam yang tengah menatapnya dengan tong sampah yang dipungutnya asal di gang. Mungkin, ia beruntung menemukan tong sampah yang tak cukup besar itu untuk diangkatnya dan memukuli makhluk seram di hadapannya atau mungkin tidak. Tong sampah itu tak memberikan kesakitan yang luar biasa kepada makhluk itu.
Semenjak ia turun dari bus terakhir, Aldercy tak melihat orang-orang melewati gang ini. Yang hanya dilihatnya hanyalah sesosok makhluk hitam besar yang baru saja muncul dan langsung menyambut kedatangan Aldercy. Sungguh indah sekali di ulang tahunnya yang ke-17 ini ia disambut oleh makhluk hitam besar di gang dekat rumahnya.
Gadis itu kembali menyesali pilihannya untuk mengadakan pesta di rumah sahabatnya. Seharusnya, setelah pulang sekolah ia langsung menuju rumah dan sudah bergelung di balik selimutnya sekarang. Di saat otaknya sedang menyalahkan pilihannya, Aldercy kembali dikejutkan oleh kedatangan makhluk hitam lainnya. Kini makhluk hitam itu bertambah satu lagi. Aldercy sempat terpaku beberapa detik sebelum ia memilih untuk bangkit dan berlari sekuat tenaga meninggalkan tas sekolahnya di tanah.
"Maaf! Hadiah dari kalian aku tinggal dulu. Aku takut!!!!!" teriak Aldercy yang sedang berusaha berlari kencang keluar dari gang sempit itu.
Terasa cukup jauh berlari, Aldercy berhenti dan kembali mengambil udara sebanyak-banyaknya. Ia merasa sesak luar biasa karena telah berlari sejauh ini. Rasa tenangnya tak berlangsung cukup lama hingga ia merasakan sesuatu yang berat dan gelap di dekat punggungnya.
Badan Aldercy gemetar hebat. Walaupun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak menangis tetap saja rasa takut itu ada. Satu hal yang terbesit di otaknya sekarang, ia akan mengamuk, mati di sini atau jiwanya dibawa pergi.
Aldercy akhirnya memberanikan diri membalikkan badannya. Ketakutannya semakin menjadi ketika ia melihat makhluk itu bertambah banyak dari sebelumnya saat berada di gang tadi. Gadis itu hanya bisa mundur secara perlahan sementara si makhluk yang paling besar mencoba untuk mendekatinya.
Aldercy ingin berteriak, tetapi urung dilakukannya karena sekejap kemudian kepala salah satu makhluk itu sudah tertancap panah sebelum akhirnya meledak dan Aldercy kembali memunculkan niatnya untuk berteriak.
"Aaa—"
Teriakan Aldercy terbungkam karena ada tangan yang menutup mulutnya secara tiba-tiba. Dengan air mata yang hampir menetes karena ketakutan, Aldercy melirik sosok yang ada di belakangnya sekarang.
"Diamlah, kau mau membangunkan semua orang dengan teriakanmu?"
***
8 jam sebelum kejadian
Hari ini adalah ulang tahun Aldercy, jadi sudah seharusnya ia membuat pesta kecil-kecilan. Rencananya setelah sekolah berakhir ia akan mengadakan pesta ulang tahun di rumahnya dan mengundang sahabat serta beberapa teman sekelasnya untuk datang. Untuk urusan kue dan makanan bisa dipesan sembari dalam perjalanan pulang.