1

2.4K 300 97
                                        

July 06th, 2020

Seakan tidak ada habisnya, rintikan hujan secara konsisten terus turun membasahi seluruh penjuru kota. Kemudian di tengah bisingnya suara gemuruh hujan dan kilat yang saling bersahutan, nampak seorang anak laki-laki–mengenakan hoodie abu-abu berjalan pelan menuju sebuah halte bis.

Alih-alih duduk pada bangku yang telah disediakan, anak laki-laki itu lebih memilih untuk tetap berdiri. Sepasang earphone berwarna putih terpasang  pada kedua telinganya–memutar lagu favorit pilihannya.

Pukul 23.45

Terbilang sudah cukup larut tapi di kota ini bukan hal yang aneh jika melihat para pelajar baru pulang pada waktu selarut itu. Bahkan terkadang mereka pulang pukul dua atau tiga dini hari.

Mereka banyak menghabiskan waktu di kelas tambahan atau perpustakaan kota yang memang buka dua puluh empat jam. Sama seperti halnya Jisung. Anak laki-laki kelas dua tingkat menengah atas yang saat ini tengah menunggu kedatangan bis yang akan mengantarkannya pulang ke rumah.

.

.

.

.

.

***

.

.

.

.

.

Sudah hampir sepuluh menit Jisung menunggu kedatangan bis seorang diri. Jisung rasa malam ini jalan dan halte terasa lebih sepi daripada hari-hari biasanya. Mungkin karena faktor hujan yang hampir seharian turun membasahi kota.

Perhatian anak laki-laki kelahiran bulan September itu pun tertuju pada ponsel yang ada di genggamannya. Jari-jari yang sudah terasa dingin sebab terpaan angin malam dan hujan itu terlihat sibuk mengetik sebuah pesan untuk dikirimkan kepada sang ayah.

Jisung memberi kabar bahwa ia sudah makan malam dan akan pulang terlambat. Ayah tidak perlu menunggunya pulang ataupun merasa khawatir.

Jisung tahu kalimat terakhir itu sangat mustahil. Bahkan jika dia tidak pulang atau menghilang saat ini juga, sang ayah tidak akan menyadarinya. Sama seperti nasib pesan-pesan yang selalu ia kirim. Terkirim tapi tak pernah dibaca apalagi dibalas oleh sang ayah.

Seakan-akan apa yang Jisung lakukan hanyalah sebuah formalitas anak yang masih mempunyaj sosok ayah seperti dirinya.

###

ANOTHER DAY (ON REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang