Malam ini Zie tengah duduk bersama abang kesayangan nya. Siapa lagi kalau bukan Mahen?.
Mereka berdua sedang menonto tv. Kedua orang tua nya pergi menemui rekan kerjanya. Maklum orang penting.
"Bang, tadi abang ke kantor?" Tanya Zie masih fokus pada tv.
"Iya." Jawab Mahen singkat.
"Udah mau mulai gantiin papah?" Tanya Zie lagi.
"Gak lah. Gue cuman megang satu perusahaan. Mana mampu gue ngatasin semua." Jawab Mahen.
"Oh, jadi abang cuman ngurus satu doang,"
"Hmm."
"Abang capek?" Tanya Zie lagi.
Mendengar itu Mahen menoleh pada Zie. Dia tersenyum manis pada Zie yang sedang menatap nya.
"Dikit." Jawab nya mengacak pelan rambut Zie.
"Waktu abang sama Zie jadi terbatas dong," ucap Zie lesu.
"Kan udah ada Dewa." Jawab Mahen Menggoda.
"Bang, kan Dewa beda." Ucap Zie merengek.
"Apa bedanya?"
"Abang saudara aku, dia pac-. Eh maksud nya," Zie malu dengan pengakuan nya barusan.
"Apa? Kok gak di lanjut?" Ucap Mahen menggoda.
"Abang!" Ucap Zie kesal.
"Udah waktu nya abang bantu papah Zie," ucap Mahen lembut.
"Terus, nanti yang nemenin Zie laluin sakit siapa?" Tanya Zie menunduk.
"Zie, udah ada Dewa. Dia pacar kamu."
"Tapi Zie belum cerita tentang itu sama dia,"
"Ya lo harus cerita."
"Zie belum siap."
"Sampai kapan?"
"Zie gak tau." Jawab Zie sendu.
"Abang tadi telfon Eza. Katanya dia kangen sama lo." Ucap Mahen mengalihkan topik.
"Oh ya? Kok dia susah di hubungin sekarang?" Ujar Zie melupakan topik utamanya.
"Iya susah lah, disana malam, di sini siang." Ucap Mahen.
"Dia udah punya pacar?"
"Udah."
"Ganteng gak?" Jiwa kepo Zie mulai meronta-ronta.
"Lumayan, blasteran dia. Indo sama belanda." Beritahu Mahen.
"Bisa bahasa indo?"
"Bisa."
"Gue telfon Eza ahh, mau goda dia." Ucap Zie mengambil Ponsel nya yang ada di meja.
Mahen hanya geleng-geleng melihat tingkah Zie yang sudah mulai penasaran.
Zie menekan nomor yang bertulis nama Eza.
"Eza!" Ucap nya berteriak setelah panggilan nya di terima.
"Apasih, teriak-teriak. Gue gak budeg," ucap Eza dengan nada di kesal-kesal kan.
"Gue kangen lo, lo kok nyolot." Ucap Zie kesal.
"Ciee kangen, sayang nya gue enggak." Jawab nya mencoba membuat Zie kesal.
"Keterlaluan lo."
"Hehehe. Gue kangen lah, yakali enggak," ucap Eza melembut.
"Gimana kabar cewek kutub keluarga Winata?" Tanya Eza mengejek.
KAMU SEDANG MEMBACA
BRIZIETA (Selesai✔)
Teen Fiction(FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!) AKAN DI REVISI "KARENA CINTA YANG KAU BERI AKAN SELALU ADA BERSAMA KU. SEKALIPUN, AKU MATI." Follow ig:@rhmelly HAPPY READING😇💛 Selesai:13september2020
