Para pelayan itu memastikan kalau sean benar² sudah pergi. Kini mereka berdua berjalan menuju tiara dengan angkuh, layaknya seorang majikan. Lia dan tera itulah nama mereka. Salah satu pelayan yg tidak dipecat olah sean.
Mereka seperti tidak menyukai tiara. Apa lagi saat mendengar sean akan menikahi tiara. Rasanya mereka sangat marah, mereka yg sudah disini selama bertahun² saja tidak pernah dipandang oleh sean, tapi tiara gadis yg asal usulnya tidak jelas, sekarang sudah sah menjadi istri sean. Mereka tentu tak terima itu.
"Bangun!!!" Bentak lia
Tiara merasa susah untuk bangkit, kepala dan hidungnya masih terasa sangat sakit. Sean sangat kejam, padahal ini adalah hari pertama mereka sah menjadi suami dan istri. Tapi kenapa sean malah memperlakukan tiara seperti ini?!
Melihat tiara yg tidak bangun² membuat mereka berdua kesal. Tera lalu kembali menarik rambut tiara dengan kuat. Tentu tiara kembali kesakitan dan menangis, rasa sakit yg sean tinggalkan belum hilang, malah ditambah dengan yg tera lakukan.
"Disuruh bangun bukannya cepat! Dasar aneh!" Bentak tera
"Kumohon lepaskan, sa..sakit" ucap tiara disela² tangisannya
Lia dan tera tersenyum miring melihat tiara yg kesakitan seperti itu. Tera malah menarik rambut tiara lebih kuat. Tiara memohon² agar mereka berhenti menarik rambutnya.
Tera menarik rambut tiara agar mengikuti jalannya. Sementara lia mencengkeram tangan tiara kuat². Tiara menangis atas perlakuan yang mereka berikan ini. Padahal dia seharusnya diperlukan baik² oleh para pelayan disini, karna sudah menjadi nyonya dirumah ini.
Tera dan lia menghentikan langkahnya didepan sebuah pintu. Membukanya, terlihat sebuah kamar yg begitu kecil dibandingkan dengan kamar tiara yg ada dirumah pamannya. Hanya ada sebuah ranjang kecil dan lemari disana tidak lebih, jangan lupa ada juga sebuah pintu yg seperti nya pintu kamar mandi.
Tera menghempaskan tubuh tiara ke lantai. Kepala tiara sudah memerah, karna kepalanya tadi terbentur cukup keras akibat ulah tera. Tera yg paling membenci tiara dibandingkan dengan lia. Selama ini dia sudah mencoba mendekati sean selama bertahun², tapi tak bisa. Sean itu sangat dingin, susah sekali untuk mencari perhatian dengannya.
Dia cemburu dengan tiara yg sudah menjadi istri sean, padahal tadi dia melihat sendiri apa yg sean lakukan pada tiara.
Aneh!
Tiara menangis disana.
"Jangan karna kau sekarang sudah menjadi nyonya dirumah ini, membuat kami tunduk padamu hah! Kau itu kurang lebih seperti jalang yg menjual dirinya!"
Perkataan tera, sungguh sangat menusuk hati tiara. Tiara tidak bisa apa² dia hanya bisa menangis saja.
Tera dan lia tertawa puas, atas apa yg mereka lakukan pada tiara. Kini meninggalkan tiara yg sedang menangis sambil memeluk kedua kakinya itu. Rasa sakit yg ada dikepala tiara masih belum hilang, kepalanya sangat² pusing.
Bahkan tiara merasa para pelayan disini memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada tiara. Padahal tiara ini istri sean, tapi kenapa rasanya tiara sangat rendahan. Dihina seorang jalang, mereka tidak tau apa² tentang kehidupan tiara.
Perkataan sean kali ini masih terngiang² di telinga tiara. Jika tiara kabur dari sini atau apapun, sean akan menyiksa keluarga pamannya itu seumur hidup. Tiara tentu tidak mau keluarga pamannya itu tersiksa, biar tiara saja yg merasakan itu. Tiara masih bersyukur karna pamannya dulu masih mau memberikan tiara tempat tinggal, makanan dan pakaian.
Tersiksa, menurut tiara adalah hal yg kecil. Dia tak peduli asalkan keluarga pamannya itu tidak terluka.
Tapi apa tiara salah mengharapkan sebuah pernikahan yg seperti orang², apa tiara salah berharap seperti itu. Tiara juga ingin mendapatkan seorang suami yg baik dan romantis. Tapi itu bak mimpi disiang bolong saja. Sekarang dia sudah menikah dengan seseorang yg sangat membenci tiara. mendapatkan suami yg seperti seorang iblis, bukan itu yg tiara inginkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My HUSBAND a CRUEL devil
RomantikPernikahan dan ulang tahun merupakan hari yg paling membahagiakan dalam hidup Pernikahan adalah Mengucapkan janji suci bersama orang yg kita cintai dan sayangi. Ulang tahun hari dimana kita merayakan pertambahan umur kita, banyak yg merayakan bersam...
