5 - terhina

2.4K 33 2
                                        

Hari ini dan kemarin menjadi hari yg tenang bagi tiara, karna sean dari kemarin tidak pulang sama sekali. Tiara bersyukur, dia takut kalau sean ada pasti dia akan kembali disiksa.

Kemarin tiara baru menyadari kalau dahinya itu sedikit robek, dia ingin menjahitnya tapi tidak bisa, meminta sean untuk membawanya ke dokter, tidak mungkin. Terpaksa tiara hanya mengunakan plaster saja, untuk mengobati lukanya.

Dan semenjak tiara sakit lia menjadi sedikit lebih baik pada tiara, tentu tera yg tau ini menjadi tidak suka. Dia terus menghasut lia agar terus membenci tiara.

Lia memang masih membenci tiara tapi sedikit. Kalau dia berharap agar sean bisa memandangnya, tentu itu tidak mungkin. Jadi untuk apa lia sangat dendam terhadap tiara, tiara disini hanyalah korban.

Mumpung sean tidak ada, tiara lebih baik menyiram tanaman yang sudah dia tanam beberapa hari lalu. Tiara lalu berjalan keluar kamarnya, menuju halaman rumah sean.

Tiara lalu mengambil alat penyiram tanaman. Satu persatu bibit bunga disiram oleh tiara.

Tiara berharap semoga sean tidak pulang hari ini. Kalau bisa lisa atau besok, dia hanya ingin sedikit ketenangan saja.

Tiara dari pagi sampai sore hanya duduk di dekat bibit bunga yg dia tanam. Tiara hanya bosan berada di dalam, jadi dia memutuskan untuk berbicara pada bunga saja, terdengar gila bukan? Bahkan tera yg lewat sempat mengira tiara itu sudah gila. Tiara tidak gila, dia memang mengganggap tanaman itu adalah temannya. Walau tak pernah memberikan solusi, setidaknya hati tiara merasa lebih ringan.

Hari sudah mulai malam, tiara memutuskan untuk masuk kedalam rumah. Tiara yg merasa sedikit lapar berencana untuk membuat makanan. Tapi sebelum itu dia mendengar suara bel pintu berbunyi.

Tiara takut kalau itu adalah sean. Pintu terus berbunyi. Tiara merasa yakin kalau itu benar² sean, rasanya dia enggan untuk bertemu dengan sean.

Pintu berkali² diketuk dengan keras. Tiara memutuskan untuk membuka pintu saja. Tiara berjalan menuju pintu dan hendak membukanya, tapi terselir di hatinya untuk tidak membuka pintu. Tapi tiara dengan cepat menggeleng gelengkan kepalanya.

Membuka pintu. Mata tiara mendapatkan pemandangan yang tidak enak dipandang. Sean yg penampilannya sedikit acak²an, beberapa kancing atas sudah terbuka dan terlihat jelas dileher sean terdapat banyak sekali kissmark.

Dan yg paling mengejutkan adalah sean sedang dirangkul oleh seorang wanita. Ternyata ini alasan sean tidak pulang dari kemarin. Tiara mendapatkan sebuah tatapan tajam dari sean, wanita yg sean bawa malah menatap tiara dengan remeh.

"Kenapa lama sekali, bodoh!"

"Maaf" tiara menundukkan kepalanya dia takut melihat sean. Wanita yg sean bawa malah tidak suka dengan keberadaan tiara, seperti penggangu saja.

"Sean, dia siapa?" Tanya wanita itu dengan nada suara yg sangat manja, sambil merangkul tangan sean dengan erat, seperti tidak mau kehilangan seorang sean.

Sean menatap wanita itu, lalu menatap tiara dengan sudut bibir yg sedikit terangkat.

"Bukan siapa², hanya pelayan disini" sean menekan kata² pelayan itu dengan sengaja, agar membuat tiara sakit hati. Wanita yg sean bawa hanya ber oh saja.

Sean lalu mengajak wanita itu pergi menuju kamarnya. Meninggalkan tiara yg masih berdiri mematung disana. Walau tiara tidak menyukai sean, tapi hatinya terasa sangat sakit, melihat sean yg pulang bersama wanita lain. Tiara ini istrinya, tapi kenapa tiara merasa dirinya itu adalah orang ketiga dalam hubungan ini.

Tiara menutup pintu. Mata tiara sudah berkaca², sungguh hatinya sangat sakit, apalagi saat sean berkata dia hanyalah seorang pelayan. Kalau sean tidak suka dengan tiara kenapa dia harus menikahi tiara.

My HUSBAND a CRUEL devilCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang