12 - terulang lagi

2.6K 29 1
                                        

Selama beberapa hari tiara terus mencoba agar tidak bertemu dengan sean. Dia untuk beberapa saat ini tidak mau bertemu dengan sean dulu, tiara ingin sejenak mencoba melupakan kejadian waktu itu.

Tiara kini sedang berada di luar menyirami tanamannya. Selamat beberapa hari ini lebih memilih berada diluar ditemani oleh bunga² miliknya. Beberapa minggu lagi bunga itu akan mekar, tiara akan mengunggu waktu itu. Dia ingin melihat kecantikan dara bunga² itu.

Jujur, tiara benci dirinya yg lemah, hanya bisa menangis dan menangis, tiara ingin melawan, tapi dia tidak seperti orang², tiara adalah tiara, bukan orang lain.

Tiara juga ingin merasakan kehidupannya yg normal. Sekali lagi, tiara tersenyum miris, berharap yg tak pasti terjadi. Mungkin sampai akhir hidup tiara, tiara tidak akan bisa bahagia sama sekali.

Tak sengaja lia lewat disana, dia memanggil tiara. Tiara yg merasa dipanggil pun, menolehkan kepalanya kearah lia.

"Ada apa?" Tanya tiara dengan tersenyum, dia tidak ingin ada orang yg merasa kasian dengan dirinya. Tiara tidak membutuhkan itu.

Lia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, dia tidak enak dengan tiara. Lia dari tadi hanya belekak belekuk. Tiara sekali lagi bertanya pada lia. Lia masih tidak enak dengan tiara. Lia berbicara dia sangat membutuhkan bantuan tiara untuk mengambilkan piring dan gelas besi yg ada diatas loteng.

Meminta bantuan kepada tiara, membuat lia merasa tidak enak, disini lia hanyalah seorang pelayan, sedangkan tiara adalah nyonya di rumah ini yg tak dianggap oleh sean. Lia meminta bantuan tiara, karna para pelayan hanya boleh masuk jika sean menelpon mereka saja, kalau mereka masuk tanpa ijin dari sean, pasti mereka akan dimarahi habis²an oleh sean.

Tiara mengiyakan perkataan lia, tentu tiara ingin membantu lia. Tiara itu terlalu baik, dia selalu memikirkan orang lain, tidak pernah memikirkan dirinya yg sedang dilanda masalah. tiara itu baik, tapi kenapa tiara harus berada didunia yg sangat kejam ini.

Tiara lalu masuk kedalam rumah, dia mencari dimana letak loteng. Jujur selama tiara tinggal disini, tiara tidak hafal dengan tempat yg ada disini. Rumah sean itu terlalu besar, tentu tiara tidak bisa mengingat semua letak tempat² yg ada disini.

Tapi kalau tidak salah loteng berada dilantai paling atas, berarti itu dekat dengan kamar dan ruang kerja sean. Tiara tidak mau bertemu dengan sean. Kenapa tiara tidak ingat kalau kamar sean itu ada dekat loteng. Tiara memijat pelipisnya, seharusnya tidak mengiyakan permintaan lia, tapi kalau ditolak tiara yg benar² merasa tidak enak hati.

Tiara berusaha berpikir positif, berharap semoga sean tidak ada disalah satu tempat itu. Tapi setelah dipikir² sean memang beberapa hari ini tidak kelihatan, jadi pasti sekarang juga sean tidak ada. Tiara pasti tidak akan bertemu dengan sean. Tiara memegang dadanya merasa lega, untung dia ingat kalau sean tidak ada dirumah.

Tiara berjalan menaiki tangga. Tapi kenapa perasaan tiara menjadi tidak enak. Tiara mencoba membuang pikirannya yg buruk itu. Tiara sudah sampai di lantai paling atas, dia mencoba memastikan kalau disana benar² tidak ada sean. Melihat semua pintu tudak ada yg terbuka sama sekali membuat tiara kembali bernafas lega.Tiara segera berjalan menuju loteng.

Sean membuka pintu dengan keras, pakaiannya acak²kan. Sean sekarang sedang kacau. Sean mengusap wajahnya dengan kasar, sambil menenteng jas yg ada dipegang. Selama beberapa hari ini, sean tidak pulang karna dia kesal dengan rekannya yang waktu itu.

Tergolong perusahaan kecil, tapi berani menolak berbisnis dengan sean. Seumur hidup sean tidak pernah gagal dalam yg namanya bisnis. Dia selalu berhasil, tapi kali ini orang itu malah menolak berbisnis dengan sean. Perusahaan kecil aja bangga, sean ingin membuat perusahaan itu jatuh, tapi, tapi menurut dia itu hanya buang² waktu saja. Sean bisa, bahkan sangat bisa menjatuhkan perusahaan yg kecil seperti itu.

My HUSBAND a CRUEL devilCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang