Tiara berjalan menuju taman yg ada dibelakang, sean tadi menyuruh tiara untuk membersihkan taman. Rumah sean sangat tidak enak dipandang oleh mata, warnanya hanya ada abu², hitam dan putih. Seperti tempat tinggal seorang vampir saja. Setidaknya berilah warna yg lebih cerah sedikit, kenapa malah itu² saja.
Tiara melihat taman milik sean, hanya ada rumput hijau dan beberapa pohon saja. Dan juga tempat ini sudah bersih, jadi untuk apa sean menyuruh tiara untuk membersihkan nya lagi?. Sudahlah tiara menurut saja.
Setelah dilihat², sepertinya tiara sangat ingin menanam bunga² disini, agar terlihat lebih indah. Tapi dimana tiara bisa mendapatkan bibit bunga.
Tak sengaja lia lewat sana, tiara ingin memanggilnya dan menanyakan apa ada bibit bunga. Tapi tiara juga cukup takut dengan lia, tapi sepertinya lia ini tidak terlalu kejam seperti tera. Tiara menarik² nafas dalam², lalu membuangnya.
"Permisi" panggil tiara
Lia yg merasa dipanggil oleh tiara pun, langsung membalikkan badannya. Lalu menaikan satu alisnya, seperti sedang bertanya apa. Lia melipat tangannya didepan, menunggu jawaban dari tiara.
Tiara melihat dari raut wajah lia ini, seperti sedang bertanya apa. Tiara berarti dibolehkan untuk bertanya pada lia.
"Maaf, apa ada bibit bunga?"
"Untuk?"
"Aku mau menanam bunga disini"
Lia lalu mengangkat tangannya, menunjuk sesuatu. Tiara pun mengikuti arah yg lia tunjuk. Mengarah pada sebuah pintu yg ada didekat sana. Tiara mengerti, lia memberi tahu kalau bibit bunga itu ada disana.
Tiara lalu berterima kasih pada lia. Lia hanya berdehem, lalu berjalan pergi menuju tempat tinggal para pelayan. Rumah sean ini memiliki tempat tinggal khusus untuk para pelayan. Dan mereka hanya akan datang kalau dibutuhkan saja oleh sean.
Tiara lalu menuju tempat yg tadi lia beritahukan kepada nya. Tiara lalu membuka pintu dan masuk kedalam sana. Sangat berdebu seperti tidak pernah didatangi sama sekali. Apa para pelayan sean tidak pernah datang kesini. Disana terdapat beberapa alat untuk menanam dan cukup banyak bibit bunga yg ada di sana. Tapi untuk apa ada, kalau tidak dipakai sama sekali kan sayang. Lebih baik tiara gunakan saja.
Tiara melihat disana ada cukup banyak bibit yg bisa dia pilih. Ada bibit bunga matahari, bunga salvia, bunga marigold, bunga cosmos pysche white, bunga petunium ultra dan bunga phlox. Tiara merasa senang ada bunga phlox, karna bagi tiara bunga jenis ini memiliki lambang persatuan jiwa dan mimpi indah. Tiara berharap dengan menanam bunga ini hidupnya sedikit lebih indah.
Tiara tidak bisa memilih salah satu dari bunga² itu. Jadi Tiara putuskan untuk menanam semua bunga yg.ada, agar taman sean menjadi lebih berwarna lagi. Tiara sangat menyukai yg dengan namanya urusan menanam bunga. Karna cuma bungalah yg menjadi teman cerita tiara.
Tapi andai saja ada bunga mawar dan bung lavender, pasti akan lebih lengkap. Bunga kesukaan tiara adalah mawar dan lavender, rasanya kurang jika tidak ada mereka disini. Tapi tak apalah yg penting ada bunga juga disini.
Tiara mengambil alat² untuk menanam bunga. Lalu membawanya pergi meninggalkan ruangan itu.
Tiara berpikir lebih dulu dimana dia harus menanam bunga² ini, agar terlihat cantik dan rapi saat tumbuh nanti. Setelah diputuskan, tiara mulai melakukan pekerjaannya. Menanam disini dan situ. Walau tangannya itu terasa sedikit perih, tidak membuat tiara ingin berhenti menanam bunga.
Tiara ingin melihat taman ini menjadi sedikit lebih indah dan berwarna.
Tiara yg kesenangan, bahkan sampai lupa waktu. Sekarang sudah hampir sore, tapi kenapa tiara masih belum berhenti menanam bunga.
KAMU SEDANG MEMBACA
My HUSBAND a CRUEL devil
RomansaPernikahan dan ulang tahun merupakan hari yg paling membahagiakan dalam hidup Pernikahan adalah Mengucapkan janji suci bersama orang yg kita cintai dan sayangi. Ulang tahun hari dimana kita merayakan pertambahan umur kita, banyak yg merayakan bersam...
